Sebuah studi ilmiah terbaru
mengungkapkan bahwa intervensi edukasi kesehatan berbasis media audiovisual
terbukti ampuh menurunkan tingkat stigma negatif masyarakat terhadap Orang
dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Penelitian ini dilakukan oleh dua peneliti dari
STIKes Maluku Husada, Ellen Lombonaung dan Fany Sabban, di Negeri Nania, Kota
Ambon, Provinsi Maluku, pada rentang April hingga Mei 2026. Dipublikasikan
dalam International Journal of Natural and Health Sciences (IJNHS) edisi
Juli 2026, temuan ini menjadi angin segar bagi upaya penguatan inklusi sosial
dan pemulihan kesehatan mental berbasis komunitas di Indonesia.
Latar Belakang: Diskriminasi
dan Tantangan Stigma di Masyarakat
Gangguan jiwa masih menjadi salah
satu masalah kesehatan global dan nasional yang kompleks. Berdasarkan data
World Health Organization (WHO) tahun 2023, sekitar 450 juta orang di seluruh
dunia hidup dengan gangguan mental. Di Indonesia, estimasi menunjukkan sekitar
1,7 juta jiwa mengalami gangguan jiwa. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia
(SKI) 2023, praktik pemasungan pada penderita skizofrenia di wilayah pedesaan
bahkan mencapai 18,2%. Sementara itu, di Provinsi Maluku, prevalensi gangguan
mental emosional pada penduduk usia 15 tahun ke atas tercatat sebesar 7,5%.
Sebelum adanya intervensi media
audiovisual, warga Negeri Nania cenderung memandang penderita gangguan jiwa
sebagai sosok yang berbahaya, sulit disembuhkan, serta harus dihindari dalam
interaksi sosial sehari-hari. Kurangnya edukasi yang ramah dan mudah dipahami
membuat persepsi stereotip, pelabelan negatif, dan perlakuan diskriminatif
terus bertahan, sehingga menghambat proses penyembuhan serta penerimaan ODGJ di
tengah masyarakat.
Metodologi Penelitian yang
Sederhana dan Terukur
Penelitian yang dirancang oleh
Ellen Lombonaung dan Fany Sabban ini menggunakan pendekatan kuantitatif
kuasi-eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest. Studi ini
melibatkan seluruh populasi target sebanyak 35 warga Negeri Nania melalui
teknik total sampling. Responden terdiri dari kelompok usia dewasa
produktif, dengan mayoritas berpendidikan terakhir SMA.
Prosedur riset dijalankan melalui
beberapa tahapan sistematis:
- Pengukuran Awal (Pretest): Tingkat
stigma awal warga diukur menggunakan kuesioner standar Perception of
Discrimination Devaluation Scale (PDDS) yang terdiri dari 12 item
pernyataan.
- Intervensi Edukasi Audiovisual: Warga
diberikan pemutaran video edukasi interaktif selama kurang lebih dua jam.
Materi mencakup pengertian gangguan jiwa, faktor penyebab biologis maupun
sosial, langkah penanganan medis, serta pentingnya dukungan moral
lingkungan sekitar.
- Pengukuran Akhir (Posttest): Setelah
sesi pemutaran video, warga kembali mengisi kuesioner yang sama untuk
mengukur perubahan sikap dan pandangan mereka.
- Analisis Data: Data diolah menggunakan uji
statistik non-parametrik Wilcoxon Signed Rank Test pada tingkat
signifikansi 5% ($\alpha = 0,05$).
Temuan Utama: Penurunan Stigma
Secara Signifikan
Hasil analisis menunjukkan
pergeseran pandangan masyarakat yang sangat dramatis ke arah yang lebih positif
setelah mendapatkan edukasi media audiovisual:
- Kondisi Sebelum Edukasi (Pretest):
Sebanyak 57,1% responden (20 orang) berada pada kategori stigma tinggi,
dan 42,9% responden (15 orang) berada pada kategori stigma sedang. Tidak
ada satu pun warga yang berada di kategori stigma rendah.
- Kondisi Setelah Edukasi (Posttest):
Responden di kategori stigma tinggi berkurang menjadi 0%. Sebaliknya,
responden pada kategori stigma sedang bergeser menjadi 66,7% (23 orang),
dan muncul kategori baru yaitu stigma rendah sebanyak 34,3% (12 orang).
- Uji Statistik: Uji statistik Wilcoxon
menghasilkan nilai $Z = -5,167$ dengan p-value $= 0,000$ ($p <
0,05$). Hal ini membuktikan bahwa seluruh responden ($100\%$) mengalami
penurunan skor stigma setelah menyaksikan tayangan edukasi.
Dampak dan Implikasi Nyata
Bagi Masyarakat
Penggunaan media audiovisual
terbukti jauh lebih efektif dibandingkan metode ceramah satu arah atau media
cetak konvensional. Kombinasi elemen suara dan visual yang intuitif mampu
menyampaikan pesan emosional secara konkret, sehingga pesan mudah diserap dan
diingat oleh berbagai lapisan masyarakat.
Temuan ini memberikan dampak
praktis bagi sektor kesehatan dan kebijakan publik:
- Sektor Pelayanan Kesehatan: Pusat Kesehatan
Masyarakat (Puskesmas) dan posyandu dapat mengadopsi media tayangan video
sebagai program rutin promosi kesehatan jiwa berbasis komunitas.
- Kebijakan Pemerintah Daerah: Dinas Kesehatan
dan pemerintah desa dapat memanfaatkan konten digital untuk mengikis
praktik diskriminasi dan pemasungan secara bertahap.
- Pemulihan Pasien: Berkurangnya stigma
lingkungan akan mendorong keluarga untuk lebih terbuka membawa penderita
berobat ke fasilitas medis tanpa rasa malu.
Kutipan Akademik
Menggarisbawahi pentingnya
inovasi dalam promosi kesehatan, tim peneliti menyatakan peran penting media
digital dalam merangkul kelompok rentan:
"Edukasi kesehatan melalui
media audiovisual merupakan pendekatan yang efektif untuk mengurangi stigma
masyarakat terhadap orang dengan gangguan jiwa, karena mampu menyampaikan
informasi secara menarik, konkret, dan mudah dipahami, sehingga mendorong
masyarakat untuk lebih terbuka, memupuk rasa kedekatan, serta menerima mereka
sebagai bagian tak terpisahkan dari warga." — Ellen Lombonaung &
Fany Sabban, STIKes Maluku Husada
Profil Singkat Penulis
- Ellen Lombonaung, S.Kep., M.Kep. adalah
dosen dan peneliti di STIKes Maluku Husada dengan kepakaran di bidang
keperawatan jiwa, edukasi kesehatan masyarakat, dan promosi kesehatan
mental berbasis komunitas.
- Fany Sabban, S.Kep., M.Kep. adalah dosen dan
peneliti di STIKes Maluku Husada yang berfokus pada keperawatan kesehatan
jiwa, pengembangan media edukasi interaktif, serta strategi pengurangan
stigma sosial.
Sumber Penelitian
- Judul Artikel: Eliminating Stigma Toward
Persons with Mental Disorders: Fostering Closeness and Recognizing Them as
Part of Us
- Nama Jurnal: International Journal of
Natural and Health Sciences (IJNHS)
- Tahun Publikasi: 2026
- Volume & Halaman: Vol. 4, No. 3, Halaman
391–400
- DOI: https://doi.org/10.59890/ijnhs.v4i3.275
- URL Resmi: https://aprmultitechpublisher.my.id/index.php/ijnhs/index
0 Komentar