Disiplin dan Fasilitas Kerja Jadi Kunci Produktivitas Karyawan di PT Semar Badranaya


Gambar dibuat oleh AI

PEKANBARU — Disiplin kerja dan fasilitas kerja memiliki hubungan yang signifikan dengan produktivitas karyawan di PT Semar Badranaya, Kabupaten Pelalawan. Temuan tersebut disampaikan oleh Ivalaina Astarina, Puspa Dewi, Yudha Remofa, dan Angga Hapsila dari Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri dalam artikel yang diterbitkan pada 2026. Para peneliti juga melihat peran pengawasan dalam hubungan tersebut dan menemukan bahwa pengawasan memiliki peran khusus pada hubungan antara disiplin dan produktivitas.

Artikel tersebut diterbitkan dalam International Journal of Finance and Business Management (IJFBM) Volume 4 Nomor 4 tahun 2026. Kajian dilakukan selama enam bulan di PT Semar Badranaya, Kabupaten Pelalawan, dengan melibatkan seluruh karyawan yang menjadi populasi penelitian. Hasilnya memberikan gambaran bahwa produktivitas tidak hanya berkaitan dengan kemampuan individu, tetapi juga dengan kedisiplinan, ketersediaan fasilitas, dan pola pengawasan di tempat kerja.

Produktivitas Dipengaruhi Berbagai Faktor

Produktivitas karyawan menjadi salah satu unsur penting dalam keberlangsungan operasional perusahaan. Karyawan yang dapat menyelesaikan pekerjaan secara efektif dan efisien membantu organisasi mencapai target yang telah ditetapkan.

Dalam artikel tersebut, Ivalaina Astarina, Puspa Dewi, Yudha Remofa, dan Angga Hapsila menjelaskan bahwa produktivitas dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Beberapa di antaranya adalah kepemimpinan, kompensasi, lingkungan kerja, pendidikan dan pelatihan, disiplin, fasilitas kerja, beban kerja, hingga teknologi dan metode produksi.

Dua faktor yang menjadi perhatian utama adalah disiplin dan fasilitas kerja.

Disiplin berkaitan dengan kepatuhan terhadap waktu, peraturan perusahaan, tata tertib, serta perilaku yang diharapkan di tempat kerja. Sementara itu, fasilitas kerja mencakup berbagai peralatan dan sarana yang membantu karyawan menjalankan pekerjaannya, mulai dari peralatan produksi hingga perangkat komunikasi, pengolahan data, dan fasilitas pendukung lainnya.

Melibatkan Seluruh Karyawan

Penelitian berlangsung selama enam bulan di PT Semar Badranaya, Kabupaten Pelalawan. Para peneliti menggunakan metode saturation sampling, yaitu seluruh anggota populasi yang tersedia dimasukkan sebagai responden.

Data kemudian dianalisis menggunakan SmartPLS dengan pendekatan Partial Least Squares. Analisis tersebut digunakan untuk melihat hubungan antara disiplin, fasilitas, pengawasan, dan produktivitas karyawan.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa indikator yang digunakan untuk mengukur variabel penelitian memenuhi standar validitas. Pengujian reliabilitas juga menunjukkan nilai Cronbach's alpha dan reliabilitas komposit di atas 0,70 pada seluruh variabel, sehingga model pengukuran dinilai reliabel.

Disiplin Memiliki Pengaruh Paling Besar

Dari berbagai hubungan yang diuji, disiplin menunjukkan pengaruh langsung yang lebih kuat terhadap produktivitas dibandingkan fasilitas kerja.

Nilai pengaruh disiplin terhadap produktivitas tercatat sebesar 0,773, dengan nilai statistik-t 7,622 dan nilai p 0,000. Nilai statistik-t tersebut berada di atas batas 1,96 yang digunakan dalam pengujian, sehingga hubungan disiplin dengan produktivitas dinyatakan signifikan.

Temuan ini menunjukkan bahwa kedisiplinan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung produktivitas karyawan di PT Semar Badranaya.

Dalam konteks pekerjaan sehari-hari, disiplin dapat tercermin dari kepatuhan terhadap jadwal kerja, aturan perusahaan, ketentuan perilaku, serta prosedur yang berlaku. Dengan pola kerja yang teratur, karyawan memiliki kerangka kerja yang lebih jelas dalam menyelesaikan tanggung jawabnya.

Fasilitas Kerja Juga Berperan

Fasilitas kerja juga menunjukkan hubungan yang signifikan dengan produktivitas karyawan.

Nilai pengaruh fasilitas terhadap produktivitas tercatat sebesar 0,390, dengan statistik-t 3,263 dan nilai p 0,001. Hasil tersebut memenuhi batas statistik yang digunakan dalam penelitian.

Temuan ini memperlihatkan bahwa fasilitas menjadi bagian penting dari lingkungan kerja yang mendukung penyelesaian tugas.

Fasilitas yang dimaksud tidak hanya berupa peralatan utama untuk bekerja. Artikel tersebut juga memasukkan berbagai perlengkapan yang membantu mempercepat pekerjaan dan meningkatkan kenyamanan, seperti perangkat komunikasi, perangkat pengolahan data, furnitur, pendingin ruangan, hingga fasilitas pendukung lainnya.

Pengawasan Memiliki Peran yang Lebih Spesifik

Salah satu bagian menarik dari kajian ini adalah analisis terhadap pengawasan sebagai variabel perantara.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan memediasi hubungan antara disiplin dan produktivitas karyawan. Hubungan tidak langsung tersebut memiliki nilai koefisien -0,133, statistik-t 2,192, dan nilai p 0,028. Karena statistik-t berada di atas 1,96, hubungan tersebut dinyatakan signifikan.

Namun, pola berbeda terlihat pada fasilitas kerja. Pengawasan tidak terbukti memediasi hubungan antara fasilitas dan produktivitas. Nilai koefisien hubungan tidak langsung tercatat -0,079, dengan statistik-t 1,329 dan nilai p 0,184. Nilai statistik-t tersebut berada di bawah batas 1,96.

Dengan demikian, pengawasan memiliki peran yang berbeda tergantung pada faktor yang dikaitkan dengan produktivitas.

Implikasi bagi Pengelolaan Karyawan

Temuan Ivalaina Astarina, Puspa Dewi, Yudha Remofa, dan Angga Hapsila memberikan gambaran bahwa peningkatan produktivitas dapat dilakukan melalui kombinasi pengelolaan sumber daya manusia dan dukungan lingkungan kerja.

Perusahaan dapat memperhatikan penerapan aturan kerja yang jelas, kepatuhan terhadap jadwal, serta pembentukan kebiasaan kerja yang konsisten. Di sisi lain, ketersediaan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan dapat membantu karyawan menjalankan tugas secara lebih efektif.

Pengawasan juga dapat menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai standar. Dalam artikel tersebut, pengawasan dipahami sebagai proses memantau pelaksanaan pekerjaan berdasarkan ukuran kinerja yang telah ditetapkan.

Para penulis dari Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri menempatkan produktivitas sebagai hasil dari sejumlah faktor yang saling berkaitan. Data penelitian menunjukkan bahwa disiplin dan fasilitas memiliki pengaruh langsung terhadap produktivitas, sedangkan pengawasan memiliki peran mediasi pada hubungan antara disiplin dan produktivitas.

Model penelitian juga menghasilkan nilai R-square 0,839 untuk produktivitas karyawan. Angka tersebut menunjukkan bahwa model yang digunakan memiliki kemampuan penjelasan yang kuat terhadap variasi produktivitas dalam data yang dianalisis.

Meski demikian, hasil ini berasal dari konteks PT Semar Badranaya di Kabupaten Pelalawan. Karena itu, penerapannya pada perusahaan atau sektor lain perlu mempertimbangkan karakteristik organisasi dan tenaga kerja masing-masing.

Profil Penulis

Ivalaina Astarina, Puspa Dewi, Yudha Remofa, dan Angga Hapsila merupakan penulis dari Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri. Bidang yang dibahas dalam artikel mereka mencakup manajemen sumber daya manusia, disiplin kerja, fasilitas kerja, pengawasan, dan produktivitas karyawan. Angga Hapsila tercatat sebagai penulis korespondensi artikel tersebut.

Sumber Penelitian

Judul: The Effect of Discipline and Facilities on Employee Productivity, Mediated by Supervision at PT. Semar Badranaya, Pelalawan Regency
Penulis: Ivalaina Astarina, Puspa Dewi, Yudha Remofa, Angga Hapsila
Afiliasi: Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri
Jurnal: International Journal of Finance and Business Management (IJFBM)
Tahun: 2026
Volume: 4, Nomor 4, halaman 427–436
DOI: https://doi.org/10.59890/ijfbm.v4i4.16

Posting Komentar

0 Komentar