Budaya Sekolah dan Beban Kerja Berpengaruh pada Kepuasan Guru PPPK

Ilustrasi by AI

FORMOSA NEWS - Cimahi - Budaya organisasi dan pengelolaan beban kerja menjadi dua faktor yang berkaitan dengan kepuasan kerja guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Temuan ini dilaporkan dalam penelitian Viola Diya Nabiilah dan Khaerul Rizal Abdurahman dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Achmad Yani. Penelitian yang menggunakan data dari seluruh guru PPPK di sekolah yang disebut XYZ School tersebut menunjukkan bahwa budaya organisasi dan beban kerja secara bersama-sama menjelaskan 67,5 persen variasi kepuasan kerja guru. Artikel diterbitkan pada 2026 dalam Formosa Journal of Multidisciplinary Research.

Penelitian ini penting karena kepuasan kerja guru tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan dalam bekerja, tetapi juga dapat mendukung efektivitas kegiatan belajar mengajar dan pencapaian tujuan sekolah. Artikel tersebut mencatat bahwa guru yang memiliki kepuasan kerja tinggi cenderung lebih produktif dan termotivasi, sementara ketidakpuasan dapat berkaitan dengan menurunnya motivasi, kelelahan, serta meningkatnya ketidakhadiran.

Ketidakseimbangan Beban Kerja Jadi Perhatian

Latar belakang penelitian berangkat dari kondisi guru PPPK di sekolah yang diteliti. Sekolah telah menjalankan berbagai kegiatan untuk membangun budaya organisasi, seperti upacara, kegiatan literasi, olahraga, pembinaan wali kelas, dan salat Dhuha berjemaah. Namun, partisipasi sebagian guru PPPK dalam kegiatan tersebut masih belum konsisten.

Peneliti juga mencatat adanya perbedaan beban kerja. Sebagian guru tidak hanya mengajar, tetapi juga mendapat tugas tambahan sebagai staf kurikulum, operator Dapodik, pembina OSIS, atau petugas piket. Sementara itu, terdapat guru lain yang terutama menjalankan tugas mengajar tanpa tanggung jawab tambahan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan persepsi ketidakadilan, kelelahan, dan berkurangnya fokus terhadap tugas utama sebagai pendidik.
Penelitian juga mencatat bahwa ketidakhadiran guru dalam rapat sekolah meningkat dari 14 persen pada Juni menjadi 23 persen pada Agustus. Angka tersebut digunakan peneliti sebagai salah satu gambaran persoalan partisipasi kerja di lingkungan sekolah.

Melibatkan 35 Guru PPPK

Nabiilah dan Abdurahman menggunakan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan studi pustaka. Respondennya adalah seluruh guru berstatus PPPK di sekolah yang menjadi objek penelitian, dengan jumlah 35 orang. Kuesioner menggunakan skala Likert dan diuji validitas serta reliabilitasnya sebelum analisis dilakukan.
Data kemudian dianalisis menggunakan SPSS versi 27, termasuk regresi linear berganda dan pengujian statistik untuk melihat pengaruh masing-masing faktor maupun pengaruh keduanya secara bersamaan.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa instrumen penelitian dinilai valid dan reliabel. Nilai Cronbach's Alpha untuk budaya organisasi mencapai 0,902, beban kerja 0,614, dan kepuasan kerja 0,752.

Budaya Organisasi Tergolong Kuat

Dari sisi budaya organisasi, guru PPPK memberikan skor rata-rata 3,64, yang dikategorikan kuat. Aspek yang memperoleh skor tertinggi adalah orientasi pada hasil dengan nilai 3,93. Sementara itu, orientasi pada manusia memperoleh skor terendah, yaitu 3,40, meskipun masih berada dalam kategori baik.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa nilai kerja, kerja sama, disiplin, dan komitmen terhadap tujuan sekolah telah relatif tertanam. Namun, peneliti menilai aspek yang lebih berorientasi pada manusia masih perlu diperkuat, terutama melalui komunikasi, keterbukaan, dan hubungan kerja yang saling menghargai.

Untuk beban kerja, skor rata-rata mencapai 3,06 dan berada dalam kategori cukup. Beban waktu memperoleh skor tertinggi, yaitu 3,22, sedangkan beban mental menjadi aspek terendah dengan skor 2,94.

Sementara itu, tingkat kepuasan kerja guru PPPK memperoleh skor rata-rata 3,48, yang termasuk kategori puas. Aspek turnover memiliki skor tertinggi, yakni 3,68, sedangkan aspek tingkat pekerjaan memperoleh skor terendah sebesar 3,32.

Budaya dan Beban Kerja Sama-Sama Berpengaruh

Analisis statistik menunjukkan bahwa budaya organisasi memiliki pengaruh positif terhadap kepuasan kerja guru. Nilai statistik t sebesar 5,748, lebih tinggi dibandingkan nilai pembanding 1,69389, dengan nilai signifikansi 0,043. Artinya, semakin baik penerapan budaya organisasi, semakin tinggi kepuasan kerja guru dalam data penelitian tersebut.

Beban kerja juga menunjukkan pengaruh positif dengan nilai t sebesar 2,190 dan nilai signifikansi 0,000. Peneliti mengartikan temuan ini sebagai indikasi bahwa beban kerja yang dikelola secara proporsional sesuai kemampuan, kompetensi, dan tanggung jawab guru dapat mendukung kepuasan kerja.

Ketika kedua faktor dianalisis secara bersamaan, nilai F mencapai 33,269, lebih tinggi daripada nilai pembanding 3,295, dengan signifikansi 0,000. Dengan demikian, budaya organisasi dan beban kerja secara simultan berpengaruh terhadap kepuasan kerja guru PPPK.

Model penelitian menghasilkan nilai R Square 0,675. Secara sederhana, angka ini berarti budaya organisasi dan beban kerja dalam model tersebut berkaitan dengan 67,5 persen variasi kepuasan kerja, sedangkan 32,5 persen sisanya berkaitan dengan faktor lain yang tidak diteliti.

Implikasi bagi Pengelolaan Guru

Bagi sekolah, hasil penelitian ini menegaskan pentingnya membangun lingkungan kerja yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian target, tetapi juga memperhatikan hubungan antarguru. Peneliti merekomendasikan penguatan komunikasi, keterbukaan, rasa saling menghargai, serta mempertahankan budaya kerja sama yang sudah berjalan baik.

Sekolah juga disarankan mengatur pembagian tugas secara lebih proporsional. Tugas tambahan perlu disesuaikan dengan kemampuan dan tanggung jawab masing-masing guru agar beban kerja tidak menimbulkan ketimpangan atau kelelahan. Pelatihan, pengembangan kompetensi, penghargaan atas kinerja, serta pelibatan guru dalam pengambilan keputusan juga dinilai dapat membantu meningkatkan kepuasan kerja.

Profil Penulis

Viola Diya Nabiilah — penulis utama penelitian, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Achmad Yani.

Khaerul Rizal Abdurahman — penulis kedua, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Achmad Yani.

Artikel sumber tidak mencantumkan gelar akademik maupun bidang keahlian spesifik kedua penulis, sehingga informasi tersebut tidak dapat ditambahkan secara faktual.

Sumber Penelitian

Nabiilah, Viola Diya & Abdurahman, Khaerul Rizal. “The Influence of Organizational Culture and Workload on PPPK Teacher Job Satisfaction at XYZ School.” Formosa Journal of Multidisciplinary Research, Vol. 5 No. 8, 2026, hlm. 2417–2432.

DOI: 10.55927/fjmr.v5i8.125.

Posting Komentar

0 Komentar