Trade Expo Indonesia 2025 Buktikan Teknologi Digital Dorong Lonjakan Ekspor Nasional

Ilustrasi by AI

Tangerang – Pemanfaatan teknologi digital terbukti menjadi salah satu faktor penting di balik keberhasilan Trade Expo Indonesia (TEI) 2025, pameran dagang Business-to-Business (B2B) terbesar di Indonesia. Penelitian yang dilakukan oleh Rimsky K. Judisseno dan Ken Daren Cakraningrat dari Politeknik Negeri Jakarta menunjukkan bahwa integrasi promosi virtual dan layanan imigrasi digital mampu meningkatkan partisipasi pembeli internasional sekaligus mendorong transaksi ekspor dalam jumlah besar. Dipublikasikan pada tahun 2026 di International Journal of Scientific Multidisciplinary Research (IJSMR), penelitian ini menegaskan bahwa teknologi digital tidak menggantikan pameran dagang konvensional, tetapi justru memperkuat efektivitasnya sebagai instrumen promosi ekspor nasional.

Di tengah persaingan perdagangan global, negara-negara berlomba memanfaatkan teknologi untuk memperluas akses pasar internasional. Industri Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) pun mengalami perubahan besar setelah pandemi COVID-19. Berbagai platform digital mulai digunakan untuk memperkenalkan produk, menjangkau calon pembeli, serta mempermudah proses bisnis lintas negara. Indonesia merespons perubahan tersebut melalui penyelenggaraan Trade Expo Indonesia yang setiap tahun menjadi ajang promosi produk nasional kepada pasar dunia.

Trade Expo Indonesia 2025 merupakan penyelenggaraan ke-40 yang digelar pada 15–19 Oktober 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang. Mengusung tema "Discover Indonesia's Excellence: Trade Beyond Boundaries", pameran ini menghadirkan lebih dari 1.619 perusahaan Indonesia dari berbagai sektor, mulai dari makanan dan minuman, manufaktur, produk gaya hidup, hingga jasa. Selain pameran produk, kegiatan juga dilengkapi dengan business matching, seminar internasional, business counseling, serta Buyers Night yang mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon pembeli dari berbagai negara.

Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan metode participant observation. Rimsky K. Judisseno terlibat langsung sebagai bagian dari tim penyelenggara PT Debindo dalam divisi Buyers Handling dan International Account Executive Support selama pelaksanaan TEI 2025. Posisi tersebut memungkinkan peneliti mengamati secara langsung proses registrasi pembeli internasional, koordinasi visa, promosi virtual, hingga pelaksanaan business matching. Data penelitian kemudian dipadukan dengan dokumen resmi Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, laporan media, serta berbagai sumber pendukung lainnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa TEI 2025 mencatat nilai transaksi sebesar USD 22,8 miliar atau sekitar Rp376,2 triliun. Nilai tersebut melampaui target pemerintah sebesar USD 16,5 miliar, atau sekitar 38 persen lebih tinggi dari sasaran awal. Dari total transaksi tersebut, USD 17,9 miliar berasal dari perdagangan barang, USD 443,7 juta dari perdagangan jasa, serta USD 4,37 miliar dari investasi. Selain itu, nilai transaksi yang dihasilkan melalui area pameran dan kegiatan business matching mencapai USD 135 juta, meningkat 88 persen dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya.

Keberhasilan tersebut juga tercermin dari tingginya partisipasi pembeli internasional. Selama lima hari penyelenggaraan, TEI 2025 dikunjungi 34.550 pengunjung dari 130 negara, termasuk 8.045 pembeli internasional. Jumlah tersebut jauh melampaui target awal yang hanya 5.000 pembeli, atau meningkat sekitar 61 persen. Malaysia menjadi negara dengan jumlah pembeli terbanyak sebanyak 769 orang, disusul Tiongkok 605 orang, India 594 orang, Nigeria 509 orang, dan Mesir 406 orang.

Penelitian mengidentifikasi dua inovasi digital yang menjadi faktor utama keberhasilan penyelenggaraan TEI 2025. Inovasi pertama adalah promosi virtual menggunakan Zoom yang dilakukan kepada 31 Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di berbagai negara. Melalui pertemuan daring tersebut, calon pembeli memperoleh informasi mengenai produk Indonesia, prosedur registrasi, peluang business matching, hingga persyaratan visa. Strategi ini terbukti mampu memperluas jangkauan promosi tanpa dibatasi jarak geografis serta meningkatkan minat pembeli internasional untuk menghadiri pameran secara langsung.

Inovasi kedua adalah pemanfaatan platform digital evisa.imigrasi.go.id yang digunakan untuk memproses visa pembeli internasional. Sistem ini mempermudah proses pengajuan visa bisnis, termasuk bagi negara-negara yang memerlukan prosedur Calling Visa seperti Nigeria, Afghanistan, Somalia, dan Kamerun. Digitalisasi layanan imigrasi membuat proses administrasi menjadi lebih cepat, transparan, dan mudah dipantau sehingga hambatan administratif bagi pembeli luar negeri dapat dikurangi secara signifikan.

Penelitian juga menunjukkan bahwa keberhasilan promosi digital dan layanan imigrasi tersebut memberikan dampak langsung terhadap kualitas business matching. Seluruh calon pembeli yang telah terdaftar dapat dipertemukan dengan eksportir Indonesia melalui pertemuan bisnis yang lebih terarah. Semakin banyak pembeli berkualitas yang hadir, semakin besar pula peluang terciptanya transaksi perdagangan dan investasi selama penyelenggaraan pameran. Kondisi ini memperlihatkan bahwa teknologi digital tidak hanya meningkatkan jumlah peserta, tetapi juga meningkatkan efektivitas proses bisnis yang berlangsung selama expo.

Menurut Rimsky K. Judisseno dan Ken Daren Cakraningrat dari Politeknik Negeri Jakarta, keberhasilan TEI 2025 menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital perlu menjadi bagian utama dalam penyelenggaraan pameran dagang internasional di masa depan. Promosi virtual, sistem registrasi digital, layanan imigrasi elektronik, serta pengelolaan data pembeli mampu memperluas akses pasar sekaligus mengurangi hambatan yang selama ini dihadapi pelaku usaha internasional ketika mengikuti pameran di Indonesia.

Temuan penelitian ini memiliki implikasi penting bagi pemerintah maupun penyelenggara pameran internasional. Pengembangan sistem digital yang mampu mengintegrasikan data pembeli, layanan visa, registrasi peserta, serta business matching dapat meningkatkan efektivitas promosi ekspor nasional. Selain itu, pemanfaatan kecerdasan buatan di masa depan juga dinilai berpotensi membantu mencocokkan kebutuhan pembeli dengan produk eksportir secara lebih akurat sehingga peluang transaksi dapat semakin meningkat.

Penelitian ini menegaskan bahwa transformasi digital telah mengubah cara penyelenggaraan pameran dagang internasional. Keberhasilan TEI 2025 membuktikan bahwa perpaduan antara pameran fisik dan teknologi digital mampu menghasilkan nilai ekonomi yang jauh lebih besar dibandingkan pendekatan konvensional. Dengan terus memperkuat inovasi digital, Indonesia memiliki peluang semakin besar untuk memperluas pasar ekspor, menarik investasi, dan meningkatkan daya saing produk nasional di pasar global.

Profil Penulis

Rimsky K. Judisseno
Politeknik Negeri Jakarta

Ken Daren Cakraningrat
Politeknik Negeri Jakarta

Sumber Penelitian

Judul: Trade Expo Indonesia 2025 as Technology-Enabled Export Promotion: A Case Study of Digital Buyer Acquisition and Immigration Facilitation in Government-Led B2B MICE Events

Jurnal: International Journal of Scientific Multidisciplinary Research (IJSMR), Vol. 4, No. 7, 2026.

DOI: https://doi.org/10.55927/ijsmr.v4i7.122

Link Jurnal: https://journalijsmr.my.id/index.php/ijsmr

Posting Komentar

0 Komentar