Jakarta – Keberhasilan sebuah merek dalam pameran tidak lagi ditentukan hanya oleh desain stan atau banyaknya pengunjung yang datang. Penelitian yang dilakukan oleh Sudarno dan Syakirah Isfanti dari Politeknik Negeri Jakarta menunjukkan bahwa strategi pemasaran digital yang terintegrasi sejak sebelum pameran hingga setelah acara menjadi faktor penting dalam meningkatkan penjualan dan memperkuat aktivasi merek. Dipublikasikan pada tahun 2026 di International Journal of Scientific Multidisciplinary Research (IJSMR), penelitian ini mengungkap bagaimana Imboost memanfaatkan media sosial, iklan digital, influencer, sistem pre-order, hingga pemasaran ulang (retargeting) selama Indonesia Maternity, Baby & Kids Expo (IMBEX) 2025 untuk membangun hubungan dengan konsumen.
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara perusahaan memasarkan produk dalam berbagai pameran dagang. Jika sebelumnya pameran hanya mengandalkan interaksi langsung di lokasi acara, kini perjalanan konsumen dimulai jauh sebelum pengunjung memasuki area pameran. Melalui media sosial, platform e-commerce, iklan digital, hingga kolaborasi dengan influencer, perusahaan dapat membangun kesadaran merek, meningkatkan minat, sekaligus mendorong keputusan pembelian bahkan sebelum acara dimulai.
Perubahan tersebut terlihat pada penyelenggaraan Indonesia Maternity, Baby & Kids Expo (IMBEX) 2025 yang berlangsung pada 28–30 November 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC). Sebagai salah satu pameran terbesar untuk produk ibu, bayi, dan anak di Indonesia, IMBEX menjadi ajang bagi berbagai perusahaan untuk memperkenalkan produk sekaligus meningkatkan penjualan melalui strategi pemasaran digital yang terintegrasi. Salah satu peserta yang menjadi fokus penelitian adalah Imboost, merek suplemen kesehatan dari PT SOHO Global Health Tbk.
Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus yang dipadukan dengan analisis deskriptif kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi langsung selama penulis menjalani magang sebagai Brand Marketing Intern di PT SOHO Global Health Tbk. Selain mengamati aktivitas pemasaran selama pameran, penelitian juga memanfaatkan laporan penjualan internal, hasil evaluasi pascaacara, dokumen perusahaan, serta berbagai referensi ilmiah mengenai pemasaran digital dan industri MICE.
Strategi pemasaran Imboost disusun menggunakan pendekatan Inverted Marketing Funnel, yaitu perjalanan konsumen yang dimulai dari tahap Awareness, Consideration, Conversion, hingga Trial and Repeat. Pada tahap awal, perusahaan memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan TikTok, iklan berbayar melalui Meta Ads, serta konten promosi untuk memperkenalkan keikutsertaan Imboost di IMBEX 2025. Selanjutnya, perusahaan menggandeng sejumlah Key Opinion Leader (KOL) dari kalangan parenting dan kesehatan untuk meningkatkan kepercayaan calon konsumen terhadap produk Imboost Extra Kids.
Untuk mendorong pembelian, perusahaan menyediakan sistem pre-order online menggunakan Google Forms yang memungkinkan konsumen memesan produk sebelum datang ke lokasi pameran. Selain itu, perusahaan juga memanfaatkan layanan jastiper atau jasa titip sebagai saluran tambahan bagi konsumen yang tidak dapat hadir langsung di lokasi pameran. Setelah acara berakhir, perusahaan melanjutkan strategi pemasaran melalui iklan ulang (retargeting) dan berbagai konten loyalitas guna mendorong pembelian berulang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi digital tersebut mampu menghasilkan realisasi penjualan sebesar 70 persen dari target yang telah ditetapkan perusahaan. Menariknya, 55 persen penjualan berasal dari kanal online pre-order, sedangkan transaksi langsung di stan pameran hanya menyumbang 15 persen. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar konsumen telah mengambil keputusan membeli sebelum mengunjungi lokasi pameran, sehingga aktivitas digital sebelum acara memiliki peran yang jauh lebih besar dibandingkan penjualan langsung di lokasi.
Meskipun demikian, penelitian juga menemukan beberapa kendala yang menyebabkan target penjualan belum tercapai sepenuhnya. Salah satunya adalah lokasi stan Imboost yang berada di Hall A, area dengan lalu lintas pengunjung yang relatif lebih rendah dibandingkan area lainnya. Selain itu, promosi yang hanya menampilkan informasi seperti "diskon hingga 40 persen" tanpa menyebutkan harga produk secara spesifik dinilai kurang mampu mendorong konsumen untuk segera melakukan pembelian. Peneliti menilai bahwa konsumen lebih tertarik pada informasi harga yang jelas dibandingkan hanya melihat persentase potongan harga.
Evaluasi pascaacara juga menghasilkan temuan yang cukup menarik. Meskipun tujuan utama perusahaan adalah memperkenalkan Imboost Extra Kids, produk dengan penjualan tertinggi justru Imboost Extra Vitamin C & D3 Effervescent, yaitu produk yang ditujukan bagi konsumen dewasa. Kondisi ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara target komunikasi perusahaan dengan perilaku pembelian konsumen. Banyak pengunjung yang datang sebagai orang tua ternyata lebih tertarik membeli suplemen untuk diri sendiri dibandingkan produk yang dipromosikan khusus untuk anak-anak.
Penelitian juga menemukan bahwa program promosi Buy 1 Get 1 menjadi strategi yang paling efektif dalam meningkatkan keputusan pembelian dibandingkan promosi berbentuk potongan harga biasa. Program tersebut mampu memberikan persepsi nilai yang lebih tinggi sehingga mendorong konsumen untuk segera melakukan transaksi selama pameran berlangsung. Sebaliknya, penelitian menilai efektivitas kerja sama dengan influencer belum dapat diukur secara optimal karena perusahaan belum memiliki sistem pelacakan yang mampu menghubungkan aktivitas influencer dengan transaksi pembelian secara langsung.
Menurut Sudarno dan Syakirah Isfanti dari Politeknik Negeri Jakarta, keberhasilan pemasaran digital pada pameran tidak cukup hanya mengandalkan banyaknya konten promosi atau jumlah influencer yang digunakan. Perusahaan juga harus memiliki sistem analitik yang mampu mengukur setiap tahap perjalanan konsumen, mulai dari melihat iklan, mengunjungi halaman produk, melakukan pre-order, hingga menyelesaikan pembelian. Dengan data tersebut, perusahaan dapat mengetahui strategi mana yang benar-benar memberikan dampak terhadap penjualan.
Hasil penelitian ini memberikan implikasi penting bagi perusahaan yang mengikuti pameran dagang maupun industri MICE secara umum. Strategi pemasaran digital sebaiknya dirancang sebagai satu kesatuan mulai dari sebelum acara, selama acara berlangsung, hingga setelah kegiatan berakhir. Integrasi media sosial, influencer, promosi digital, sistem pre-order, serta analisis data pelanggan akan menjadi faktor utama dalam meningkatkan efektivitas aktivasi merek di masa mendatang. Penelitian ini juga memperkenalkan konsep Digital-MICE Funnel Model, yaitu pendekatan yang menempatkan saluran digital sebagai penggerak utama konversi penjualan, sementara stan pameran berfungsi memperkuat pengalaman dan kepercayaan konsumen terhadap merek.
Profil Penulis
Sumber Penelitian
Judul: Implementing Technology-Driven Inverted Marketing Funnel Strategy for Brand Activation: A Case Study of Imboost at the Indonesia Maternity, Baby & Kids Expo (IMBEX) 2025
Jurnal: International Journal of Scientific Multidisciplinary Research (IJSMR), Vol. 4, No. 7, 2026.
DOI: https://doi.org/10.55927/ijsmr.v4i7.123
Link Jurnal: https://journalijsmr.my.id/index.php/ijsmr
0 Komentar