Sistem Akuntansi Berbasis AI Geser Peran Manusia dalam Pengambilan Keputusan Keuangan

Ilustrasi by AI

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) telah mengubah drastis cara perusahaan mengelola keuangan, mengalihkan otoritas pengambilan keputusan dari akuntan manusia ke sistem algoritma otomatis. Penelitian tahun 2026 oleh La Ode Turi dari Universitas Sembilanbelas November Kolaka mengungkapkan bahwa fenomena ini menciptakan "pergeseran epistemik" yang berisiko melemahkan transparansi dan akuntabilitas keuangan di era digital. Temuan ini sangat penting bagi perusahaan dan regulator dalam menghadapi ketergantungan pada sistem yang semakin sulit diawasi.

Dalam praktik akuntansi modern, otomatisasi telah meningkatkan efisiensi dan kecepatan pemrosesan data secara signifikan. Namun, ketergantungan berlebih pada arsitektur algoritma otonom sering kali menciptakan sistem "kotak hitam" (black box) yang tidak transparan. Keputusan keuangan kini lebih banyak bergantung pada kalkulasi komputer dibandingkan interpretasi profesional.

Untuk menganalisis dampak ini, La Ode Turi melakukan penelitian kualitatif dengan desain interpretatif kritis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 18 informan kunci, termasuk akuntan, auditor, pengembang fintech, dan pejabat kepatuhan perusahaan, serta didukung oleh observasi sistem digital.

Temuan utama riset ini menunjukkan beberapa risiko nyata:

  • Penurunan Intervensi Manusia: Keputusan finansial operasional lebih sering diterima mentah-mentah dari sistem tanpa evaluasi mendalam.
  • Jejak Audit Lemah: Proses komputasi yang tidak transparan menyulitkan pelacakan alur keputusan keuangan saat terjadi anomali data.
  • Ketidakjelasan Tanggung Jawab: Ketika terjadi kesalahan finansial, organisasi sering kesulitan menentukan siapa yang bertanggung jawab karena keputusan merupakan hasil kolaborasi manusia dan sistem yang kompleks.
  • Ketergantungan Vendor: Banyak perusahaan terlalu bergantung pada logika model yang dibuat oleh vendor teknologi, yang sering kali tidak dipahami oleh staf internal sendiri.

Pergeseran ini menuntut rekonstruksi tata kelola akuntansi digital. Organisasi tidak boleh hanya mengejar efisiensi, tetapi harus memastikan sistem AI mereka memiliki kemampuan Explainable Artificial Intelligence (XAI)—sistem yang logikanya dapat dijelaskan dan dipertanggungjawabkan kepada auditor maupun regulator. La Ode Turi menekankan bahwa integritas akuntabilitas di masa depan sangat bergantung pada kemampuan manusia untuk mengawasi algoritma, bukan sekadar menjadikannya penentu kebenaran tunggal.

Profil Penulis La Ode Turi adalah akademisi dari Universitas Sembilanbelas November Kolaka dengan keahlian dalam bidang akuntansi digital, tata kelola algoritma, dan sistem akuntabilitas keuangan.

Sumber Penelitian:

  • Judul Artikel: Epistemic Displacement in Financial Accountability under Autonomous Algorithmic Accounting Architectures
  • Jurnal: (Tersedia dalam arsip publikasi)
  • Tahun Publikasi: 2026
  • DOI: 

    https://doi.org/10.55927/ijbae.v5i3.46

Posting Komentar

0 Komentar