Marikina City – Sikap positif terhadap mata pelajaran matematika terbukti berhubungan erat dengan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas IX. Temuan tersebut dipublikasikan oleh Mia D. Alano dan Celso C. Dumalig dari Northeastern College, Inc. Graduate School, Santiago City, Filipina, dalam International Journal of Scientific Multidisciplinary Research edisi Juli 2026. Penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memiliki minat, kepercayaan diri, dan persepsi positif terhadap matematika cenderung memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik, sehingga pembentukan sikap positif menjadi faktor penting dalam meningkatkan prestasi akademik.
Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang berperan penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis, berpikir kritis, dan menyelesaikan berbagai persoalan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, banyak siswa masih menganggap matematika sebagai pelajaran yang sulit sehingga mereka mengalami kecemasan, kurang percaya diri, bahkan kehilangan motivasi ketika dihadapkan pada soal-soal yang kompleks. Kondisi tersebut mendorong para peneliti untuk mengkaji bagaimana sikap siswa terhadap matematika berpengaruh terhadap kemampuan mereka dalam memecahkan masalah.
Penelitian dilaksanakan di Nangka High School, Marikina City, Filipina, pada Tahun Ajaran 2026–2027 menggunakan pendekatan deskriptif-korelasional. Sebanyak 75 siswa kelas IX dipilih secara acak sebagai responden penelitian. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang dikembangkan peneliti untuk mengukur sikap siswa terhadap matematika serta dianalisis menggunakan distribusi frekuensi, rata-rata tertimbang (weighted mean), uji Chi-Square, dan Korelasi Pearson untuk mengetahui hubungan antara sikap siswa dan kemampuan pemecahan masalah matematika.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum siswa memiliki sikap positif terhadap matematika, dengan nilai rata-rata keseluruhan 3,96 yang termasuk kategori setuju. Mayoritas siswa menyatakan senang mempelajari matematika di sekolah, menganggap matematika sebagai mata pelajaran yang penting, serta percaya bahwa mereka mampu memahami konsep-konsep yang sulit apabila berusaha dengan sungguh-sungguh. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun matematika sering dianggap menantang, sebagian besar siswa tetap memiliki pandangan positif terhadap pentingnya mata pelajaran tersebut.
Beberapa indikator memperoleh penilaian yang sangat tinggi. Pernyataan "Matematika merupakan mata pelajaran yang penting untuk dipelajari" memperoleh skor 4,69, sedangkan "Saya dapat memahami konsep matematika yang sulit jika saya berusaha" memperoleh skor 4,59. Selain itu, siswa juga merasa nyaman menjawab pertanyaan matematika di kelas dengan skor 4,26, serta menganggap matematika bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari dengan skor 4,12. Hasil tersebut menunjukkan bahwa siswa menyadari nilai penting matematika sekaligus percaya bahwa usaha belajar dapat membantu mereka menguasai materi yang sulit.
Di sisi lain, penelitian juga menemukan bahwa banyak siswa masih mengalami kecemasan ketika menghadapi matematika. Pernyataan "Saya merasa gugup ketika menyelesaikan soal matematika yang sulit" memperoleh skor tertinggi sebesar 4,97, disusul "Matematika membuat saya merasa stres" dengan skor 4,33, "Saya merasa cemas ketika guru meminta saya mengerjakan soal matematika" dengan skor 4,57, dan "Saya khawatir saat menghadapi ujian matematika" dengan skor 4,23. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun siswa menghargai pentingnya matematika, rasa cemas masih menjadi tantangan utama yang dapat memengaruhi kemampuan mereka dalam menyelesaikan soal-soal matematika.
Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara sikap siswa terhadap matematika dengan karakteristik responden, yaitu jenis kelamin, usia, dan kelas (section). Seluruh indikator menunjukkan nilai signifikansi 0,000, yang berarti faktor-faktor demografis tersebut berpengaruh terhadap cara siswa memandang matematika, tingkat kepercayaan diri, minat belajar, hingga kecemasan saat menyelesaikan soal. Dengan kata lain, pengalaman belajar matematika tidak sepenuhnya sama pada setiap kelompok siswa.
Penelitian juga menyimpulkan bahwa semakin positif sikap siswa terhadap matematika, semakin baik pula kemampuan mereka dalam memecahkan masalah. Siswa yang memiliki motivasi tinggi, percaya pada kemampuannya, dan menikmati proses belajar matematika cenderung lebih mampu menganalisis persoalan, memilih strategi penyelesaian yang tepat, dan menyelesaikan soal secara lebih efektif dibandingkan siswa yang memiliki sikap negatif atau tingkat kecemasan yang tinggi.
Berdasarkan hasil penelitian, para peneliti merekomendasikan agar guru menerapkan strategi pembelajaran yang lebih berpusat pada siswa, interaktif, dan menyenangkan untuk mengurangi kecemasan terhadap matematika. Pendekatan seperti pembelajaran kolaboratif, pembelajaran berbasis masalah, penggunaan contoh kontekstual, serta pemberian umpan balik yang positif dinilai mampu meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi siswa dalam belajar matematika. Di sisi lain, pihak sekolah diharapkan menyediakan pelatihan bagi guru dan sumber belajar yang memadai, sementara orang tua didorong untuk memberikan dukungan positif agar anak memiliki kebiasaan belajar yang baik serta pandangan yang lebih positif terhadap matematika.
Menurut Mia D. Alano dan Celso C. Dumalig, keberhasilan pembelajaran matematika tidak hanya ditentukan oleh kemampuan kognitif siswa, tetapi juga dipengaruhi oleh sikap, keyakinan, dan kondisi emosional mereka selama proses belajar. Oleh karena itu, membangun pengalaman belajar yang menyenangkan, mengurangi rasa takut terhadap matematika, serta meningkatkan motivasi belajar menjadi langkah penting untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah sekaligus prestasi akademik siswa secara keseluruhan.
Profil Penulis
Mia D. Alano – Northeastern College, Inc. Graduate School, Santiago City, Philippines
Celso C. Dumalig – Northeastern College, Inc. Graduate School, Santiago City, Philippines
Sumber Penelitian
Judul Artikel: Attitude towards Mathematics and Its Relationship to Problem-Solving Performance of Grade 9 Students
Jurnal: International Journal of Scientific Multidisciplinary Research (IJSMR), Vol. 4, No. 7, 2026
DOI: https://doi.org/10.55927/ijsmr.v4i7.106
Link Jurnal: https://journalijsmr.my.id/index.php/ijsmr
0 Komentar