Pengalaman Kerja Bantu Pengawas Lalu Lintas Udara Tetap Waspada Setelah Insiden Penerbangan

Created by AI

FORMOSA NEWS - Kondisi psikologis dan beban kerja mental setelah kecelakaan atau insiden pesawat ternyata tidak secara signifikan menurunkan kemampuan situational awareness atau kesadaran situasional pada Air Traffic Controller (ATC). Temuan ini diungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh Erwin Munda bersama tim peneliti dari Politeknik Penerbangan Indonesia Curug dan dipublikasikan dalam Asian Journal of Applied Education (AJAE) tahun 2026.

Penelitian ini mengkaji pengaruh kondisi psikologis dan beban kognitif pasca kecelakaan atau insiden penerbangan terhadap kemampuan situational awareness petugas pengatur lalu lintas udara di AirNav Indonesia Cabang Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun para ATC mengalami tekanan psikologis dan beban mental pada tingkat sedang, mereka tetap mampu mempertahankan tingkat kesadaran situasional yang tinggi dalam menjalankan tugas operasional.

Temuan ini penting karena Air Traffic Controller merupakan salah satu profesi paling krusial dalam sistem keselamatan penerbangan. Mereka bertanggung jawab menjaga jarak aman antar pesawat, mengatur arus lalu lintas udara, serta memberikan informasi yang dibutuhkan pilot untuk menjamin keselamatan penerbangan.

Keselamatan Penerbangan Bergantung pada Kesiapan Manusia

Di balik kemajuan teknologi penerbangan, faktor manusia tetap menjadi komponen utama dalam menjaga keselamatan penerbangan. Air Traffic Controller bekerja dalam lingkungan yang menuntut konsentrasi tinggi, pengambilan keputusan cepat, serta kemampuan mengelola berbagai informasi secara bersamaan.

Dalam kondisi normal, ATC harus memantau posisi pesawat, berkomunikasi dengan pilot, berkoordinasi dengan unit lain, dan merespons perubahan situasi yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Ketika terjadi kecelakaan atau insiden penerbangan, tekanan tersebut dapat meningkat karena munculnya kecemasan, stres, atau beban emosional yang memengaruhi kondisi psikologis petugas.

Menurut Erwin Munda dan timnya, kemampuan situational awareness menjadi faktor utama yang membantu pengendali lalu lintas udara memahami kondisi operasional saat ini, menafsirkan informasi yang diterima, serta memprediksi kemungkinan situasi yang akan terjadi selanjutnya.

Survei Melibatkan 60 Air Traffic Controller

Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 60 Air Traffic Controller di AirNav Indonesia Cabang Surabaya.

Responden dipilih karena memiliki pengalaman operasional yang relevan dengan kejadian kecelakaan maupun insiden penerbangan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur tiga aspek utama, yaitu:

  • Kondisi psikologis setelah kecelakaan atau insiden penerbangan.
  • Beban kerja kognitif yang dirasakan saat bekerja.
  • Kemampuan situational awareness dalam menjalankan tugas operasional.

Mayoritas responden merupakan tenaga profesional yang berpengalaman. Sebanyak 41,7 persen berusia 46 tahun ke atas, dan jumlah yang sama memiliki pengalaman kerja lebih dari 21 tahun.

Karakteristik tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menjelaskan hasil penelitian karena pengalaman kerja yang panjang sering kali membantu seseorang menghadapi tekanan pekerjaan secara lebih efektif.

Kesadaran Situasional Tetap Tinggi

Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi psikologis dan beban kerja kognitif para responden berada pada kategori sedang.

Namun, kemampuan situational awareness mereka tetap berada pada kategori tinggi.

Beberapa hasil utama penelitian meliputi:

  • Skor rata-rata kondisi psikologis: 3,05 (kategori sedang).
  • Skor rata-rata beban kognitif: 3,05 (kategori sedang).
  • Skor rata-rata situational awareness: 4,15 (kategori tinggi).

Temuan ini menunjukkan bahwa para Air Traffic Controller tetap mampu mempertahankan kemampuan memahami situasi, menganalisis kondisi operasional, memprediksi perkembangan lalu lintas udara, serta mengambil keputusan secara tepat meskipun menghadapi tekanan psikologis dan tuntutan mental.

Menurut peneliti, kemampuan tersebut kemungkinan besar didukung oleh pengalaman kerja, pelatihan profesional, serta prosedur operasional yang telah mereka kuasai selama bertahun-tahun.

Tekanan Psikologis Tidak Terbukti Menurunkan Kesadaran Situasional

Salah satu hasil yang menarik dari penelitian ini adalah tidak ditemukannya pengaruh signifikan antara kondisi psikologis maupun beban kognitif terhadap situational awareness.

Analisis statistik menunjukkan bahwa:

  • Kondisi psikologis tidak berpengaruh signifikan terhadap situational awareness.
  • Beban kognitif tidak berpengaruh signifikan terhadap situational awareness.
  • Kedua variabel secara bersamaan juga tidak memberikan pengaruh yang signifikan.

Model penelitian hanya mampu menjelaskan sekitar 3,5 persen variasi situational awareness, sementara 96,5 persen sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diukur dalam penelitian ini.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa kemampuan situational awareness merupakan kemampuan yang kompleks dan tidak hanya ditentukan oleh kondisi psikologis atau beban kerja mental semata.

Pengalaman Menjadi Faktor Pelindung

Menurut Erwin Munda dan tim peneliti, pengalaman kerja yang panjang kemungkinan menjadi faktor utama yang membantu para pengendali lalu lintas udara mempertahankan performa mereka.

Sebagian besar responden memiliki pengalaman lebih dari satu dekade, bahkan banyak yang telah bekerja selama lebih dari 21 tahun. Pengalaman tersebut memungkinkan mereka membangun pola pikir operasional yang kuat, memahami prosedur secara mendalam, serta mengembangkan strategi adaptasi terhadap situasi yang penuh tekanan.

Penelitian juga menemukan adanya hubungan yang kuat antara kondisi psikologis dan beban kognitif. Artinya, semakin tinggi tekanan psikologis yang dirasakan seseorang, semakin tinggi pula beban mental yang dialaminya.

Meski demikian, peningkatan kedua faktor tersebut tidak secara otomatis menurunkan kemampuan situational awareness.

Temuan ini mengindikasikan bahwa para profesional penerbangan yang berpengalaman mampu mengelola tekanan emosional dan tuntutan mental tanpa mengurangi kualitas pengambilan keputusan mereka.

Implikasi bagi Keselamatan Penerbangan

Walaupun tidak ditemukan pengaruh signifikan terhadap situational awareness, para peneliti menegaskan bahwa kondisi psikologis dan beban kerja mental tetap perlu mendapat perhatian serius.

Keselamatan penerbangan sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia. Oleh karena itu, organisasi penerbangan perlu terus memperkuat program dukungan psikologis pasca insiden, pemantauan beban kerja, manajemen kelelahan, serta pelatihan berbasis simulasi untuk menjaga kesiapan operasional para pengendali lalu lintas udara.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa faktor-faktor lain seperti kompetensi teknis, kualitas pelatihan, budaya keselamatan, komunikasi tim, teknologi pendukung, dan prosedur operasional kemungkinan memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap situational awareness.

Menurut peneliti, faktor-faktor tersebut perlu menjadi fokus penelitian lanjutan agar pemahaman mengenai faktor manusia dalam dunia penerbangan semakin komprehensif.

Profil Penulis

Erwin Munda merupakan akademisi dan peneliti dari Politeknik Penerbangan Indonesia Curug yang memiliki fokus penelitian pada keselamatan penerbangan, faktor manusia dalam penerbangan, psikologi penerbangan, kinerja Air Traffic Controller, dan situational awareness.

Penelitian ini ditulis bersama Nunuk Praptiningsih, Rahmawati Sukra, Dhian Supardam, dan Aldela Ayu Titi Nurhawani, yang juga berafiliasi dengan Politeknik Penerbangan Indonesia Curug.

Sumber Penelitian

Judul Artikel: Analysis of Psychological Conditions and Cognitive Load after Aircraft Accident/Incident on Air Traffic Controller Situational Awareness

Penulis: Erwin Munda, Nunuk Praptiningsih, Rahmawati Sukra, Dhian Supardam, Aldela Ayu Titi Nurhawani

Institusi: Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Jurnal: Asian Journal of Applied Education (AJAE)

Volume dan Nomor: Vol. 5 No. 3 Tahun 2026

Halaman: 459–474

DOI: https://doi.org/10.55927/ajae.v5i3.16601

Posting Komentar

0 Komentar