Keterampilan Jadi Faktor Terkuat Tingkatkan Kinerja Pegawai TVRI Kalimantan Tengah
Kemampuan atau keterampilan kerja menjadi faktor paling dominan dalam meningkatkan kinerja pegawai TVRI Kalimantan Tengah, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Hansly dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Palangka Raya. Penelitian yang dipublikasikan pada 2026 di International Journal of Contemporary Sciences (IJCS) ini menunjukkan bahwa selain keterampilan, pelatihan dan motivasi kerja juga memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Temuan tersebut menjadi penting karena memberikan gambaran strategi pengembangan sumber daya manusia yang dibutuhkan lembaga penyiaran publik untuk menghadapi transformasi digital dan meningkatnya tuntutan pelayanan kepada masyarakat.
Di tengah perkembangan teknologi informasi dan perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses media, lembaga penyiaran publik dituntut semakin adaptif. TVRI sebagai televisi publik nasional tidak hanya dituntut menghasilkan program yang berkualitas, tetapi juga mampu menyajikan informasi yang akurat, edukatif, dan relevan bagi masyarakat. Untuk mencapai tujuan tersebut, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor yang tidak dapat diabaikan.
Pegawai TVRI saat ini dituntut menguasai berbagai kompetensi, mulai dari produksi siaran digital, jurnalistik, pengoperasian teknologi penyiaran, komunikasi publik, hingga kemampuan bekerja sama dalam tim. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi melalui pelatihan yang tepat, penguatan keterampilan, serta motivasi kerja menjadi investasi penting bagi keberhasilan organisasi.
Survei terhadap 85 Pegawai TVRI Kalimantan Tengah
Penelitian Hansly menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 85 pegawai TVRI Kalimantan Tengah yang berasal dari berbagai unit kerja, seperti produksi, pemberitaan, operasional teknik, administrasi, dan pendukung program. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner dengan skala penilaian lima tingkat, kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak statistik SPSS versi 25.
Sebelum dilakukan analisis utama, data terlebih dahulu melalui pengujian validitas, reliabilitas, serta beberapa pengujian statistik lainnya untuk memastikan hasil penelitian dapat dipercaya. Selanjutnya, peneliti menganalisis hubungan antara pelatihan, keterampilan, dan motivasi terhadap kinerja pegawai secara parsial maupun simultan.
Keterampilan Menjadi Faktor Paling Dominan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan, keterampilan, dan motivasi sama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Namun, dibandingkan dua faktor lainnya, keterampilan memiliki kontribusi paling besar dalam meningkatkan performa kerja.
Beberapa temuan utama penelitian meliputi:
- Keterampilan memiliki pengaruh paling besar terhadap peningkatan kinerja pegawai dengan koefisien regresi sebesar 0,341.
- Motivasi kerja berada pada urutan kedua dengan koefisien 0,298.
- Pelatihan juga memberikan pengaruh positif dengan koefisien 0,286.
- Ketiga faktor tersebut secara bersama-sama mampu menjelaskan 68,4 persen variasi kinerja pegawai.
- Sisanya, sekitar 31,6 persen, dipengaruhi faktor lain seperti gaya kepemimpinan, budaya organisasi, sistem kompensasi, lingkungan kerja, teknologi, dan pengembangan karier.
Analisis deskriptif juga menunjukkan bahwa seluruh variabel memperoleh nilai rata-rata di atas angka empat pada skala lima poin. Artinya, para responden menilai kondisi pelatihan, keterampilan, motivasi, maupun kinerja pegawai di TVRI Kalimantan Tengah sudah berada dalam kategori baik. Variabel keterampilan bahkan memperoleh nilai rata-rata tertinggi dibandingkan variabel lainnya.
Kompetensi Menjadi Kunci Menghadapi Transformasi Digital
Temuan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan teknis dan digital menjadi kebutuhan utama bagi organisasi penyiaran saat ini. Pegawai yang memiliki keterampilan tinggi cenderung mampu menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat, menghasilkan kualitas kerja yang lebih baik, mengurangi kesalahan, serta mampu beradaptasi terhadap perkembangan teknologi penyiaran.
Di sisi lain, pelatihan tetap memiliki peran penting karena menjadi sarana untuk memperbarui pengetahuan dan meningkatkan kompetensi. Namun efektivitas pelatihan akan lebih optimal apabila benar-benar mampu meningkatkan keterampilan praktis yang dibutuhkan dalam pekerjaan sehari-hari.
Motivasi kerja juga terbukti memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kinerja. Pegawai yang memiliki motivasi tinggi cenderung menunjukkan disiplin kerja yang lebih baik, lebih bertanggung jawab, lebih kreatif, dan memiliki komitmen yang lebih kuat terhadap organisasi. Faktor-faktor seperti penghargaan, dukungan pimpinan, peluang pengembangan karier, serta lingkungan kerja yang positif menjadi unsur penting dalam menjaga motivasi pegawai.
Strategi Pengembangan SDM Perlu Dilakukan Secara Terpadu
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, Hansly merekomendasikan agar TVRI Kalimantan Tengah mengembangkan strategi pengelolaan sumber daya manusia secara lebih komprehensif.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Melakukan analisis kebutuhan pelatihan secara berkala.
- Memprioritaskan pelatihan pada bidang penyiaran digital, produksi multimedia, etika jurnalistik, komunikasi publik, dan inovasi konten.
- Memperkuat keterampilan pegawai melalui program mentoring, lokakarya, sertifikasi profesi, dan rotasi pekerjaan.
- Membangun sistem evaluasi kinerja yang transparan dan terukur.
- Memberikan penghargaan, dukungan kepemimpinan, serta peluang pengembangan karier untuk meningkatkan motivasi pegawai.
- Mendorong budaya belajar berkelanjutan agar organisasi mampu mengikuti perkembangan teknologi penyiaran.
Menurut Hansly dari Universitas Palangka Raya, peningkatan kinerja pegawai tidak dapat hanya mengandalkan satu faktor. Pengembangan keterampilan perlu berjalan seiring dengan pelatihan yang relevan dan sistem motivasi yang mampu mendorong produktivitas pegawai secara berkelanjutan. Penelitian ini juga menegaskan bahwa keterampilan merupakan faktor yang paling dominan dalam meningkatkan kinerja pegawai TVRI Kalimantan Tengah.
Dampak bagi Dunia Kerja dan Layanan Publik
Hasil penelitian ini tidak hanya relevan bagi TVRI Kalimantan Tengah, tetapi juga bagi berbagai lembaga pemerintah, badan usaha milik negara, institusi pendidikan, maupun organisasi pelayanan publik lainnya yang sedang menghadapi transformasi digital.
Investasi pada pengembangan kompetensi pegawai menjadi salah satu strategi yang paling efektif untuk meningkatkan kualitas layanan, produktivitas organisasi, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan teknologi. Temuan ini juga memperkuat berbagai penelitian internasional yang menyatakan bahwa kualitas sumber daya manusia merupakan fondasi utama keberhasilan organisasi di era digital.
Dengan memperkuat keterampilan, menyediakan pelatihan yang sesuai kebutuhan, serta menjaga motivasi kerja pegawai, organisasi akan memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kinerja sekaligus memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
Profil Penulis
Hansly, S.E., M.M. merupakan akademisi dan peneliti pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Palangka Raya. Bidang keahliannya meliputi manajemen sumber daya manusia, perilaku organisasi, pengembangan organisasi, manajemen sektor publik, dan peningkatan kinerja pegawai, dengan fokus pada penguatan kapasitas sumber daya manusia di lembaga pelayanan publik.
Sumber Penelitian
- Judul Artikel: Optimization of Training, Skills, and Motivation in Improving Employee Performance at TVRI Central Kalimantan
- Jurnal: International Journal of Contemporary Sciences (IJCS)
- Tahun Publikasi: 2026
- DOI: https://doi.org/10.55927/beye9e07
- URL Jurnal: https://journalijcs.my.id/index.php/ijcs

0 Komentar