Model ARIAS Berbantuan Wordwall Tingkatkan Motivasi Belajar Pendidikan Pancasila Siswa SD

Created by AI

FORMOSA NEWS - Pembelajaran yang memadukan model ARIAS (Assurance, Relevance, Interest, Assessment, Satisfaction) dengan media digital Wordwall terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar siswa sekolah dasar. Temuan ini diungkap dalam penelitian Abdul Hakim, Asnida, dan Naufal Qadri Syarif dari Universitas Negeri Makassar (UNM) yang dipublikasikan pada International Journal of Education and Psychological Science (IJEPS) Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi model pembelajaran yang terstruktur dengan media interaktif mampu menciptakan suasana belajar Pendidikan Pancasila yang lebih menarik, aktif, dan menyenangkan bagi siswa kelas V.

Transformasi pendidikan di abad ke-21 menuntut guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber informasi, tetapi berperan sebagai fasilitator yang mampu menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna. Namun, kenyataan di lapangan masih menunjukkan berbagai tantangan. Di kelas V UPTD SD Negeri 46 Parepare, misalnya, banyak siswa kurang memperhatikan penjelasan guru, jarang menjawab pertanyaan, pasif dalam diskusi kelompok, dan mudah kehilangan fokus ketika proses pembelajaran berlangsung cukup lama. Kondisi tersebut diperparah oleh penggunaan media pembelajaran yang belum optimal sehingga keterlibatan siswa selama proses belajar masih rendah.

Melihat kondisi tersebut, tim peneliti menerapkan model pembelajaran ARIAS, yaitu pendekatan yang mengembangkan lima komponen penting dalam pembelajaran: membangun kepercayaan diri (Assurance), menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari (Relevance), membangkitkan minat belajar (Interest), memberikan evaluasi yang bermakna (Assessment), serta memberikan penguatan terhadap hasil belajar (Satisfaction). Agar pembelajaran semakin menarik, model tersebut dipadukan dengan Wordwall, platform pembelajaran berbasis permainan yang memungkinkan siswa mengikuti kuis dan evaluasi secara interaktif.

Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2025/2026 dengan melibatkan 35 siswa kelas V yang terdiri atas 18 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan, serta satu orang guru kelas di UPTD SD Negeri 46 Parepare. Proses penelitian dilakukan dalam dua siklus, sementara data dikumpulkan melalui observasi, angket motivasi belajar, dan dokumentasi untuk melihat perubahan yang terjadi pada proses pembelajaran maupun motivasi belajar siswa.

Motivasi Belajar Meningkat Setelah Dua Siklus

Pada pelaksanaan siklus pertama, penerapan model ARIAS berbantuan Wordwall mulai menunjukkan dampak positif. Siswa tampak lebih tertarik mengikuti pembelajaran ketika materi dikaitkan dengan pengalaman sehari-hari dan evaluasi dilakukan menggunakan permainan interaktif Wordwall. Meski demikian, sebagian siswa masih terlihat kurang percaya diri untuk menyampaikan pendapat, belum aktif dalam diskusi kelompok, dan masih mengalami kesulitan saat menjawab soal evaluasi.

Hasil observasi menunjukkan aktivitas guru dan siswa masih berada pada kategori cukup, sedangkan motivasi belajar siswa berdasarkan hasil angket mencapai 57 persen, yang termasuk dalam kategori cukup tinggi. Hasil tersebut belum memenuhi target penelitian sehingga dilakukan berbagai perbaikan pada siklus kedua, terutama dalam membimbing diskusi kelompok dan mengoptimalkan penggunaan Wordwall sebagai media evaluasi.

Perubahan signifikan terlihat pada siklus kedua. Setelah guru melakukan berbagai penyempurnaan strategi pembelajaran, siswa menjadi jauh lebih aktif mengikuti diskusi, berani menjawab pertanyaan, bekerja sama dalam kelompok, dan lebih percaya diri menyampaikan pendapat di depan kelas. Penggunaan Wordwall juga membuat kegiatan evaluasi terasa seperti permainan sehingga siswa lebih antusias mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran.

Hasil akhir penelitian menunjukkan:

  • Aktivitas guru dan siswa meningkat hingga mencapai kategori baik.

  • Motivasi belajar siswa meningkat dari 57 persen menjadi 77 persen.

  • Kategori motivasi belajar berubah dari cukup tinggi menjadi tinggi.

  • Partisipasi siswa dalam diskusi, keberanian menyampaikan pendapat, dan keterlibatan dalam evaluasi mengalami peningkatan yang nyata.

Kombinasi Model dan Media Menjadi Kunci Keberhasilan

Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan motivasi belajar tidak hanya disebabkan oleh penggunaan media digital semata, tetapi juga oleh penerapan model pembelajaran yang mampu memenuhi kebutuhan belajar siswa secara menyeluruh.

Setiap komponen dalam model ARIAS memberikan kontribusi yang berbeda:

  • Assurance membangun rasa percaya diri siswa.

  • Relevance menghubungkan materi dengan kehidupan nyata sehingga pembelajaran terasa lebih bermakna.

  • Interest menumbuhkan minat dan antusiasme belajar.

  • Assessment, yang didukung Wordwall, menghadirkan evaluasi yang interaktif dan menyenangkan.

  • Satisfaction memberikan apresiasi sehingga siswa semakin termotivasi untuk belajar.

Menurut Abdul Hakim, Asnida, dan Naufal Qadri Syarif dari Universitas Negeri Makassar, pembelajaran akan lebih efektif apabila guru tidak hanya memanfaatkan teknologi, tetapi juga menerapkan model pembelajaran yang mampu membangun kepercayaan diri, keterlibatan, dan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa.

Memberikan Alternatif bagi Guru Sekolah Dasar

Hasil penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi guru sekolah dasar, khususnya guru Pendidikan Pancasila, untuk memanfaatkan model pembelajaran inovatif yang dipadukan dengan media digital.

Peneliti menyarankan agar guru:

  • menerapkan model ARIAS sebagai strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa;

  • memanfaatkan Wordwall sebagai media evaluasi yang lebih menarik;

  • menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari siswa;

  • memberikan penghargaan dan umpan balik positif untuk meningkatkan motivasi belajar.

Selain itu, sekolah juga diharapkan memberikan dukungan berupa fasilitas teknologi dan pelatihan kepada guru agar pembelajaran inovatif dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Lebih jauh lagi, penelitian ini menunjukkan bahwa perpaduan antara model pembelajaran dan media digital tidak hanya mampu meningkatkan motivasi belajar, tetapi juga berpotensi mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kerja sama, komunikasi, dan keterampilan belajar abad ke-21 yang semakin dibutuhkan dalam dunia pendidikan.

Profil Penulis

Abdul Hakim merupakan peneliti di bidang pendidikan dasar yang memiliki fokus pada pengembangan model pembelajaran inovatif dan penelitian tindakan kelas.

Asnida merupakan akademisi dari Universitas Negeri Makassar (UNM) yang memiliki keahlian di bidang pendidikan dasar, pengembangan kurikulum, dan inovasi pembelajaran.

Naufal Qadri Syarif merupakan dosen dan peneliti di Universitas Negeri Makassar (UNM) dengan bidang keahlian teknologi pendidikan, media pembelajaran digital, motivasi belajar, dan pendidikan sekolah dasar.

Sumber Penelitian

Judul Artikel: Application of the Wordwall-Assisted ARIAS Model to Increase the Learning Motivation of Pancasila Education Students of UPTD SD Negeri 46 Parepare

Penulis: Abdul Hakim, Asnida, Naufal Qadri Syarif

Afiliasi: Universitas Negeri Makassar

Jurnal: International Journal of Education and Psychological Science (IJEPS)

Volume: 4, Nomor 4, Tahun 2026

DOI: https://doi.org/10.59890/ijeps.v4i4.26

URL Jurnal: https://journalijeps.my.id/index.php/ijeps

Posting Komentar

0 Komentar