Ilustrasi by AI

Implementasi Manajemen Mutu Terpadu atau Total Quality Management (TQM) terbukti secara signifikan meningkatkan kinerja operasional perusahaan pada platform layanan transportasi online di Bali. Penelitian yang dilakukan oleh Putu Diri Adnyana dan Ni Ketut Purnawati dari Universitas Udayana pada tahun 2026 ini menyoroti bahwa fokus pada pelanggan, keterlibatan mitra, dan perbaikan sistem secara berkelanjutan menjadi pilar utama keberhasilan operasional di industri gig economy.

Pertumbuhan sektor transportasi dan pengiriman makanan di Indonesia diprediksi mencapai nilai transaksi sebesar US$ 10 miliar pada akhir 2025. Di tengah persaingan yang ketat, perusahaan dituntut untuk tidak hanya mengandalkan harga murah, tetapi harus mampu memperkuat kualitas layanan. Di Bali, tantangan ini semakin kompleks karena ekosistem pariwisata internasional menuntut standar pelayanan yang lebih tinggi dibandingkan wilayah lain. Ketidakmampuan menjaga standar kualitas dapat langsung menurunkan kepercayaan konsumen terhadap platform secara keseluruhan.

Dalam penelitian ini, para penulis menggunakan metode kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada 140 mitra pengemudi yang aktif di wilayah Denpasar dan Badung. Data kemudian dianalisis menggunakan teknik regresi linear berganda untuk menguji pengaruh empat dimensi TQM: fokus pada pelanggan, keterlibatan serta pemberdayaan mitra, perbaikan sistem berkelanjutan, serta pendidikan dan pelatihan.

Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan utama:

  • Dominasi Faktor Kualitas: Fokus pada pelanggan, keterlibatan mitra, dan perbaikan sistem berkelanjutan terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan.
  • Pentingnya Pengalaman Lapangan: Dimensi fokus pada pelanggan menjadi variabel yang paling dominan dalam mendorong kinerja, menegaskan bahwa interaksi langsung antara pengemudi dan pelanggan adalah penentu utama kualitas layanan.
  • Evaluasi Pelatihan: Berbeda dengan dimensi lainnya, variabel pendidikan dan pelatihan tidak ditemukan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja operasional.

Temuan ini mengindikasikan bahwa sistem keandalan dan kualitas layanan di lapangan jauh lebih menentukan stabilitas kinerja dibandingkan program pelatihan formal yang bersifat administratif. Para penulis menyarankan agar manajemen perusahaan melakukan evaluasi mendalam terhadap kurikulum pelatihan agar lebih praktis, kontekstual, dan relevan dengan tantangan nyata yang dihadapi pengemudi di lapangan. Selain itu, transparansi dalam sistem distribusi pesanan juga menjadi catatan penting yang perlu diperbaiki untuk menjaga kepercayaan mitra.

Profil Penulis: Penelitian ini disusun oleh Putu Diri Adnyana dan Ni Ketut Purnawati, akademisi dari Universitas Udayana yang memiliki keahlian dalam bidang manajemen bisnis dan analisis kinerja perusahaan.

Sumber Penelitian:

  • Judul Artikel: The Impact of Total Quality Management on Company Performance on the X Online Transportation Service Platform in Bali
  • Jurnal: Indonesian Journal of Business Analytics (IJBA)
  • Tahun Publikasi: 2026
  • DOI/URL: https://doi.org/10.55927/ijba.v6i3.16498