Peneliti dari Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia (UPMI) Medan dan Universitas Al Washliyah (UNIVA) Medan menemukan bahwa integrasi manajemen sekolah dan pengembangan guru secara signifikan meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat sekolah dasar. Hasil riset yang diterbitkan pada Juni 2026 ini memberikan peta jalan nyata bagi para pemangku kepentingan untuk memperbaiki standar pendidikan dasar melalui penguatan budaya sekolah yang solid dan kolaboratif.
Menjawab Tantangan Pendidikan Dasar Kualitas pendidikan dasar saat ini kerap menghadapi tantangan berupa kesenjangan kualitas antar sekolah dan kompetensi guru yang belum merata. Sering kali, upaya peningkatan kualitas dilakukan secara terpisah—manajemen sekolah hanya berfokus pada administrasi, sementara pengembangan profesional guru berjalan sendiri tanpa kesinambungan. Kondisi ini menciptakan celah yang menghambat terciptanya sistem pendidikan yang berkelanjutan.
Metode Riset Untuk membedah fenomena ini, tim peneliti melakukan survei terhadap 108 guru dari lima sekolah dasar, baik negeri maupun swasta, di Kota Medan. Dengan menggunakan teknik analisis statistik untuk mengukur hubungan sebab-akibat yang kompleks, tim peneliti memetakan bagaimana manajemen sekolah dan pengembangan guru berinteraksi satu sama lain, serta bagaimana peran "budaya kualitas" di dalam sekolah menjadi penghubung utama dalam mencapai standar pendidikan yang lebih baik.
Temuan Utama Penelitian ini mengungkap beberapa poin krusial terkait faktor penentu kualitas pendidikan:
- Dampak Signifikan: Manajemen kualitas sekolah dan pengembangan guru terbukti secara langsung meningkatkan kualitas pendidikan berkelanjutan.
- Peran Budaya: "Budaya kualitas" sekolah—yang mencakup komitmen kolektif, kolaborasi antar guru, dan orientasi pada perbaikan terus-menerus—menjadi jembatan strategis dengan pengaruh terbesar terhadap hasil pendidikan.
- Efektivitas Model: Model integratif yang dikembangkan mampu menjelaskan 67,1% faktor penentu keberhasilan kualitas pendidikan di sekolah dasar.
Implikasi bagi Dunia Pendidikan Hasil riset ini menegaskan bahwa sekolah tidak bisa lagi hanya mengejar dokumen akreditasi. Sebaliknya, sekolah harus membangun lingkungan kerja yang mendukung kolaborasi dan refleksi rutin. Bagi pemerintah kota dan dinas pendidikan, model ini dapat menjadi panduan dalam merancang kebijakan pelatihan guru yang lebih tepat sasaran dan berbasis pada kebutuhan nyata di lapangan. Jika budaya kualitas terbangun dengan baik, sistem manajemen sekolah yang kuat akan jauh lebih efektif dalam mendongkrak prestasi siswa.
Profil Penulis Penelitian ini dipimpin oleh Lukman Nasution dari Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia (UPMI) Medan, bekerja sama dengan Seila Rizkina (Universitas Al Washliyah Medan), serta Ega Siddik, Epi Supriyani Siregar, dan Citra Novelisma Buulolo (UPMI Medan). Tim ini memiliki keahlian dalam bidang manajemen pendidikan, kebijakan sekolah, dan pengembangan profesionalisme pendidik.
Sumber Penelitian:
- Judul Artikel: An Integrative Model of School Quality Management through Teacher Professional Development to Improve the Quality of Continuing Education
- Jurnal: International Journal of Educational Technology Research (IJETR)
- Tahun Publikasi: Juni 2026
- DOI/URL:
https://doi.org/10.59890/ijetr.v4i2.7
0 Komentar