Ifugao – Hubungan yang positif antara guru dan siswa terbukti memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa sekolah dasar. Temuan tersebut dipublikasikan oleh Keryl Mae C. Belingon dan Celso C. Dumalig dari Northeastern College, Inc. Graduate School, Santiago City, Filipina, dalam International Journal of Scientific Multidisciplinary Research edisi Juli 2026. Penelitian menunjukkan bahwa dukungan guru, komunikasi yang efektif, kepercayaan, dan sikap guru yang mudah didekati berpengaruh kuat terhadap meningkatnya motivasi akademik, keterlibatan belajar, dan ketekunan siswa dalam menyelesaikan tugas sekolah.
Hubungan antara guru dan siswa tidak lagi dipandang hanya sebagai proses penyampaian materi pelajaran. Di era pendidikan modern, guru juga berperan sebagai pembimbing, motivator, dan pendamping yang membantu perkembangan akademik maupun emosional peserta didik. Interaksi yang hangat, penuh kepercayaan, dan saling menghargai diyakini mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman sehingga siswa terdorong untuk lebih aktif mengikuti proses pembelajaran. Namun, masih terbatas penelitian yang mengkaji pengaruh hubungan tersebut pada sekolah dasar di wilayah pedesaan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan di Tinoc Central School, Filipina, untuk mengetahui sejauh mana kualitas hubungan guru dan siswa memengaruhi motivasi akademik peserta didik.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-korelasional dengan melibatkan 100 siswa sekolah dasar yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang disusun peneliti untuk mengukur empat dimensi hubungan guru–siswa, yaitu dukungan guru, komunikasi, kepercayaan, dan kemudahan guru untuk didekati (approachability). Selain itu, penelitian juga mengukur motivasi akademik melalui motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik, keterlibatan dalam belajar, dan ketekunan. Analisis data dilakukan menggunakan rata-rata, simpangan baku, korelasi Pearson, dan analisis regresi pada taraf signifikansi 5 persen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan guru dan siswa berada pada kategori sangat tinggi dengan nilai rata-rata keseluruhan 4,28. Di antara seluruh dimensi yang diukur, kemudahan guru untuk didekati memperoleh skor tertinggi (4,31), diikuti kepercayaan (4,27), serta dukungan guru dan komunikasi yang masing-masing memperoleh skor 4,26. Temuan ini menunjukkan bahwa siswa memandang guru sebagai sosok yang ramah, suportif, komunikatif, serta dapat dipercaya sehingga menciptakan suasana belajar yang positif di kelas.
Pada aspek motivasi akademik, penelitian juga menemukan hasil yang sangat tinggi dengan nilai rata-rata keseluruhan 4,26. Motivasi ekstrinsik menjadi dimensi dengan skor tertinggi (4,33), disusul motivasi intrinsik (4,25), keterlibatan dalam tugas belajar (4,24), dan ketekunan (4,22). Hasil tersebut menunjukkan bahwa siswa tidak hanya terdorong oleh penghargaan dari luar seperti nilai, pujian, atau harapan orang tua, tetapi juga memiliki minat belajar yang kuat, aktif berpartisipasi di kelas, serta berusaha menyelesaikan tugas meskipun menghadapi kesulitan.
Analisis statistik memperlihatkan adanya hubungan yang kuat, positif, dan signifikan antara hubungan guru–siswa dengan motivasi akademik. Nilai koefisien korelasi Pearson mencapai r = 0,782 dengan p < 0,001, yang menunjukkan bahwa semakin baik hubungan yang dibangun guru dengan siswa, semakin tinggi pula motivasi belajar yang dimiliki siswa. Dengan demikian, hipotesis penelitian yang menyatakan adanya hubungan antara kedua variabel tersebut terbukti secara statistik.
Ketika setiap dimensi hubungan guru–siswa dianalisis secara terpisah, seluruhnya menunjukkan hubungan positif yang signifikan dengan motivasi akademik. Dimensi approachability menjadi faktor yang memiliki hubungan paling kuat (r = 0,786), diikuti dukungan guru (r = 0,761), kepercayaan (r = 0,748), dan komunikasi (r = 0,734). Temuan ini mengindikasikan bahwa siswa akan lebih termotivasi apabila mereka merasa nyaman bertanya, memperoleh perhatian, dipercaya, dan mendapatkan komunikasi yang baik dari guru mereka.
Analisis regresi juga mengonfirmasi bahwa hubungan guru–siswa memberikan pengaruh nyata terhadap motivasi akademik siswa. Penelitian melaporkan koefisien regresi sebesar β = 0,61 dengan R² = 0,61, yang berarti sekitar 61 persen variasi motivasi akademik dapat dijelaskan oleh kualitas hubungan antara guru dan siswa. Sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar penelitian. Hasil ini memperkuat pentingnya membangun hubungan interpersonal yang sehat sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.
Peneliti menyimpulkan bahwa guru yang suportif, komunikatif, adil, mudah didekati, dan mampu membangun kepercayaan akan lebih berhasil meningkatkan motivasi, keterlibatan, serta ketekunan belajar siswa. Oleh karena itu, sekolah disarankan terus mengembangkan budaya pembelajaran yang menempatkan hubungan positif antara guru dan siswa sebagai fondasi utama dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan berpusat pada peserta didik. Selain itu, guru dianjurkan memberikan bimbingan akademik secara konsisten, memperkuat komunikasi yang terbuka, serta menyediakan pengalaman belajar yang bermakna agar motivasi siswa tetap terjaga.
Hasil penelitian ini memberikan implikasi penting bagi guru, kepala sekolah, dan pembuat kebijakan pendidikan. Penguatan kompetensi guru dalam membangun komunikasi yang empatik, memberikan dukungan emosional, serta menciptakan suasana kelas yang aman dan nyaman dapat menjadi salah satu strategi efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar sekaligus mendorong keberhasilan akademik siswa dalam jangka panjang.
Profil Penulis
Keryl Mae C. Belingon – Northeastern College, Inc. Graduate School, Santiago City, Philippines
Celso C. Dumalig – Northeastern College, Inc. Graduate School, Santiago City, Philippines
Sumber Penelitian
Judul Artikel: The Role of Teacher-Learner Relationships in Academic Motivation
Jurnal: International Journal of Scientific Multidisciplinary Research (IJSMR), Vol. 4, No. 7, 2026
DOI: https://doi.org/10.55927/ijsmr.v4i7.105
Link Jurnal: https://journalijsmr.my.id/index.php/ijsmr
0 Komentar