E-LKPD Berbasis Problem Solving Tingkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Larutan Penyangga

Created by AI

FORMOSA NEWS - Surabaya - Penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik (E-LKPD) berbasis problem solving terbukti efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi larutan penyangga. Temuan ini diungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh Eidelwais Joy Permata Yunika dan Prof. Dr. Utiya Azizah, M.Pd. dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yang dipublikasikan dalam Asian Journal of Applied Education (AJAE) tahun 2026.

Penelitian tersebut mengembangkan E-LKPD digital menggunakan platform Canva yang dirancang khusus untuk melatih kemampuan berpikir kritis siswa SMA melalui pendekatan pemecahan masalah. Hasil uji coba menunjukkan bahwa media pembelajaran ini tidak hanya dinilai valid oleh para ahli, tetapi juga mendapatkan respons sangat positif dari siswa serta mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis secara signifikan.

Temuan ini menjadi relevan karena dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan besar dalam mempersiapkan generasi yang mampu berpikir kritis, kreatif, dan adaptif di tengah perubahan global yang semakin cepat.

Berpikir Kritis Menjadi Keterampilan Penting Abad ke-21

Perkembangan teknologi, informasi, dan dunia kerja menuntut siswa memiliki keterampilan yang lebih dari sekadar menghafal konsep. Salah satu kemampuan yang paling dibutuhkan adalah berpikir kritis, yaitu kemampuan menganalisis informasi, mengevaluasi fakta, menyusun argumen, dan mengambil keputusan berdasarkan bukti yang tersedia.

Dalam pembelajaran kimia, kemampuan berpikir kritis memiliki peran yang sangat penting karena banyak konsep yang bersifat abstrak dan memerlukan analisis mendalam untuk memahami hubungan antarfenomena.

Namun, hasil studi awal yang dilakukan peneliti menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa masih tergolong rendah. Proses pembelajaran masih didominasi penggunaan buku teks dan lembar kerja konvensional yang belum secara khusus dirancang untuk melatih keterampilan berpikir tingkat tinggi.

Menurut Eidelwais Joy Permata Yunika dan Utiya Azizah, kondisi tersebut mendorong perlunya inovasi media pembelajaran yang lebih interaktif dan mampu melibatkan siswa secara aktif dalam proses pemecahan masalah.

Mengembangkan E-LKPD Digital dengan Canva

Untuk menjawab tantangan tersebut, tim peneliti mengembangkan E-LKPD berbasis problem solving menggunakan aplikasi Canva.

Berbeda dengan lembar kerja konvensional, E-LKPD ini dapat diakses secara digital melalui tautan sehingga lebih praktis digunakan dalam pembelajaran. Selain itu, tampilan visual yang menarik membuat siswa lebih mudah memahami materi dan lebih termotivasi untuk belajar.

Materi yang dipilih dalam penelitian ini adalah larutan penyangga (buffer solution), salah satu topik kimia yang memiliki banyak aplikasi dalam kehidupan sehari-hari.

Contohnya adalah sistem penyangga dalam darah manusia yang berfungsi menjaga kestabilan pH tubuh. Larutan penyangga juga digunakan dalam industri kesehatan, produk kecantikan, minuman, dan berbagai proses kimia lainnya.

Karena dekat dengan kehidupan sehari-hari, materi ini dinilai sangat cocok untuk melatih kemampuan berpikir kritis siswa melalui pendekatan pemecahan masalah.

Uji Coba Dilakukan pada Siswa SMA Negeri 22 Surabaya

Penelitian dilakukan pada siswa kelas XI SMAN 22 Surabaya tahun ajaran 2025/2026.

Pengembangan produk mengikuti model penelitian dan pengembangan (Research and Development) yang mencakup identifikasi kebutuhan, perancangan produk, validasi ahli, revisi, hingga uji coba terbatas.

Dalam proses pembelajaran, siswa menggunakan dua E-LKPD yang membahas:

  • Sifat-sifat larutan penyangga.
  • Kapasitas larutan penyangga.

Setiap aktivitas pembelajaran dirancang mengikuti tahapan problem solving, yaitu memahami masalah, menyusun strategi penyelesaian, melaksanakan solusi, dan mengevaluasi hasil yang diperoleh.

Pendekatan ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengidentifikasi masalah, menyusun hipotesis, melakukan analisis, dan menarik kesimpulan berdasarkan data yang diperoleh.

Mendapat Penilaian Sangat Baik dari Ahli dan Siswa

Hasil validasi menunjukkan bahwa E-LKPD yang dikembangkan memenuhi standar kualitas yang sangat baik.

Semua aspek validitas isi maupun validitas konstruk memperoleh skor mode 4 dengan kategori baik, sehingga dinyatakan layak digunakan dalam pembelajaran.

Selain itu, respons siswa terhadap penggunaan E-LKPD juga sangat tinggi.

Penelitian mencatat bahwa:

  • Tingkat respons positif siswa mencapai 98,15 persen.
  • Aktivitas belajar yang relevan mencapai 91,54 persen pada pertemuan pertama.
  • Aktivitas belajar yang relevan meningkat menjadi 94,89 persen pada pertemuan kedua.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa siswa merasa lebih tertarik, lebih aktif, dan lebih nyaman mengikuti pembelajaran menggunakan E-LKPD berbasis problem solving.

Menurut para peneliti, kombinasi antara media digital dan aktivitas pemecahan masalah berhasil menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dibandingkan metode pembelajaran konvensional.

Kemampuan Berpikir Kritis Meningkat Signifikan

Temuan paling penting dari penelitian ini adalah peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa setelah menggunakan E-LKPD.

Penilaian dilakukan melalui tes sebelum pembelajaran (pretest) dan setelah pembelajaran (posttest) yang mengukur empat komponen berpikir kritis, yaitu:

  • Interpretasi.
  • Inferensi.
  • Analisis.
  • Evaluasi.

Hasil pengukuran menggunakan uji N-Gain menunjukkan bahwa:

  • 61,11 persen siswa mencapai kategori peningkatan tinggi.
  • 38,89 persen siswa mencapai kategori peningkatan sedang.

Tidak ada siswa yang berada pada kategori rendah.

Menurut Utiya Azizah dan tim peneliti, hasil tersebut membuktikan bahwa pembelajaran berbasis problem solving memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir secara mandiri sekaligus kolaboratif.

Siswa tidak hanya menerima informasi dari guru, tetapi juga belajar mengidentifikasi masalah, menyusun argumen, menguji hipotesis, dan mengevaluasi solusi yang ditemukan.

Potensi Besar untuk Transformasi Pembelajaran Digital

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan E-LKPD berbasis problem solving berpotensi menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sains di Indonesia.

Di era digital, kebutuhan terhadap media pembelajaran yang fleksibel dan interaktif semakin meningkat. Kehadiran E-LKPD memungkinkan siswa belajar secara mandiri sekaligus tetap terlibat aktif dalam proses pembelajaran.

Selain meningkatkan kemampuan berpikir kritis, media ini juga dapat membantu guru menerapkan pembelajaran yang lebih berpusat pada siswa serta mendukung implementasi kurikulum yang menekankan keterampilan abad ke-21.

Menurut para peneliti, pengembangan media serupa dapat diterapkan pada materi kimia lainnya maupun pada mata pelajaran lain yang membutuhkan kemampuan analisis dan pemecahan masalah.

Profil Penulis

Eidelwais Joy Permata Yunika, S.Pd. merupakan peneliti muda dari Program Studi Pendidikan Kimia, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yang memiliki minat pada pengembangan media pembelajaran digital dan peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa.

Prof. Dr. Utiya Azizah, M.Pd. adalah guru besar dan akademisi di Universitas Negeri Surabaya yang dikenal aktif meneliti bidang pendidikan kimia, inovasi pembelajaran, keterampilan berpikir kritis, serta pengembangan perangkat pembelajaran berbasis teknologi.

Sumber Penelitian

Judul Artikel: Development of Electronic Student Worksheets Problem Solving Oriented to Train Students' Critical Thinking Skills on Buffer Solutions

Penulis: Eidelwais Joy Permata Yunika dan Utiya Azizah

Afiliasi: Universitas Negeri Surabaya (UNESA)

Jurnal: Asian Journal of Applied Education (AJAE)

Volume dan Nomor: Vol. 5 No. 3 Tahun 2026

Halaman: 475–488

DOI: https://doi.org/10.55927/ajae.v5i3.16617

Posting Komentar

0 Komentar