Kemampuan membaca dan minat baca siswa sekolah dasar dapat ditingkatkan secara signifikan melalui penggunaan buku cerita bergambar. Temuan ini dilaporkan oleh Elva Susilawati, Dr. Sekar Purbarini Kawuryan, dan Dr. Setiawan Edi Wibowo dari Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Penelitian dilakukan pada tahun ajaran 2024/2025 terhadap siswa kelas II SD Negeri 12 Buntok, Kalimantan Tengah, dan dipublikasikan pada International Journal of Education and Life Sciences (IJELS) edisi Februari 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis buku cerita bergambar mampu meningkatkan motivasi membaca sekaligus memperkuat kemampuan literasi dasar siswa.
Rendahnya minat baca pada siswa sekolah dasar masih menjadi tantangan dalam dunia pendidikan Indonesia. Banyak siswa mengalami kesulitan mengenali kata, memahami isi bacaan, serta kurang antusias mengikuti kegiatan membaca di kelas. Salah satu penyebabnya adalah penggunaan media pembelajaran yang kurang menarik dan masih didominasi buku teks tanpa ilustrasi yang mampu merangsang perhatian anak. Kondisi tersebut mendorong perlunya inovasi pembelajaran yang lebih sesuai dengan karakteristik perkembangan siswa usia dini.
Untuk menjawab tantangan tersebut, tim peneliti menerapkan media buku cerita bergambar dalam proses pembelajaran membaca. Penelitian menggunakan pendekatan tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus terhadap 12 siswa kelas II SD Negeri 12 Buntok. Selama proses pembelajaran, guru mengombinasikan kegiatan membaca, diskusi, pengamatan, dan evaluasi untuk melihat perkembangan minat baca serta kemampuan membaca awal siswa.
Hasil penelitian memperlihatkan peningkatan yang konsisten pada kedua aspek yang diukur.
Peningkatan minat membaca:
- Kondisi awal: 52%
- Siklus I: 61%
- Siklus II: 77% (kategori baik)
Peningkatan kemampuan membaca awal:
- Kondisi awal: 59%
- Siklus I: 64%
- Siklus II: 82% (kategori baik)
Selain peningkatan nilai, siswa juga menunjukkan perubahan perilaku selama pembelajaran. Mereka menjadi lebih antusias membaca, lebih fokus mengikuti cerita, lebih aktif berdiskusi, serta lebih mudah memahami isi bacaan melalui bantuan ilustrasi yang menarik. Pada akhir penelitian, tidak ada lagi siswa yang berada pada kategori kemampuan membaca rendah.
Menurut Elva Susilawati dan tim dari Universitas Negeri Yogyakarta, buku cerita bergambar tidak hanya membantu siswa mengenali huruf dan kata, tetapi juga mempermudah mereka memahami makna bacaan melalui dukungan visual. Ilustrasi yang menarik membuat proses membaca menjadi lebih menyenangkan sehingga meningkatkan motivasi belajar sekaligus memperkuat kemampuan literasi dasar anak sejak usia dini.
Temuan ini memberikan implikasi penting bagi dunia pendidikan dasar. Guru dapat memanfaatkan buku cerita bergambar sebagai media utama dalam pembelajaran membaca, khususnya pada kelas rendah sekolah dasar. Sekolah juga dapat memperkaya koleksi perpustakaan dengan buku-buku bergambar yang sesuai dengan usia siswa untuk membangun budaya literasi sejak dini. Pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif dan berbasis visual dinilai mampu meningkatkan kualitas proses belajar sekaligus membantu siswa mencapai kemampuan membaca yang lebih baik.
Profil Penulis
- Elva Susilawati, S.Pd. - Universitas Negeri Yogyakarta
- Sekar Purbarini Kawuryan - Universitas Negeri Yogyakarta
- Dr. Setiawan Edi Wibowo - Universitas Negeri Yogyakarta
Sumber Penelitian
Judul Artikel: Improving Reading Interest and Ability Using Pictured Story Book Media for Grade 2 Students of State Elementary School 12 Buntok
Jurnal: International Journal of Education and Life Sciences (IJELS), Vol. 4, No. 2, Februari 2026.
DOI: https://doi.org/10.59890/ijels.v4i2.282

0 Komentar