Penelitian yang dipublikasikan dalam Indonesian Journal of Advanced Research (IJAR) ini menjadi penting karena penggunaan dompet digital di Indonesia terus meningkat seiring berkembangnya teknologi finansial. Di tengah pertumbuhan tersebut, keamanan dan perlindungan data pribadi menjadi perhatian utama masyarakat, terutama kalangan muda yang aktif bertransaksi secara digital.
Tim peneliti yang terdiri atas Afrina Hera Rahmadini, Abhinaya, Waway Ratu Liyeu, Sabina Ghaliya Zahwa, Nazra Aisyiyah Azzahra, Onan Marakali Siregar, dan Ummi Salamah Sitorus mengkaji bagaimana privasi data dan isu kebocoran data memengaruhi kepercayaan pengguna aplikasi DANA di kalangan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.
Penggunaan Dompet Digital Semakin Tinggi
Meningkatnya penetrasi internet di Indonesia mendorong masyarakat beralih ke transaksi non-tunai. DANA menjadi salah satu platform dompet digital dengan jumlah pengguna yang sangat besar dan banyak digunakan oleh mahasiswa untuk kebutuhan sehari-hari, seperti pembayaran tagihan, pembelian pulsa, hingga transfer dana.
Namun, kemudahan tersebut juga membawa risiko. Pengguna harus menyerahkan berbagai informasi penting, seperti nomor telepon, identitas pribadi, dan riwayat transaksi. Data tersebut menjadi sasaran potensial kejahatan siber dan penyalahgunaan informasi pribadi.
Melibatkan 106 Mahasiswa Pengguna DANA
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 106 mahasiswa FISIP Universitas Sumatera Utara yang aktif menggunakan aplikasi DANA. Responden berusia antara 17 hingga 25 tahun dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling.
Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui perangkat lunak SmartPLS 4.0.
Perlindungan Privasi Meningkatkan Kepercayaan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa privasi data memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan pengguna. Nilai koefisien hubungan mencapai 0,546 dengan tingkat signifikansi yang sangat tinggi.
Artinya, semakin baik sistem perlindungan data yang diterapkan, semakin besar pula kepercayaan pengguna terhadap layanan DANA.
Menurut tim peneliti, perlindungan data memberikan rasa aman kepada pengguna karena informasi pribadi dan transaksi mereka diyakini terlindungi dari akses pihak yang tidak berwenang. Kondisi tersebut membantu mengurangi persepsi risiko dalam penggunaan layanan keuangan digital.
Isu Kebocoran Data Menurunkan Kepercayaan
Sebaliknya, penelitian menemukan bahwa isu kebocoran data memberikan dampak negatif terhadap kepercayaan pelanggan. Nilai koefisien pengaruh tercatat sebesar -0,266 dengan tingkat signifikansi yang kuat.
Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kekhawatiran pengguna terhadap kemungkinan kebocoran data, semakin rendah tingkat kepercayaan mereka terhadap platform.
Para responden menilai bahwa kebocoran data meningkatkan risiko penyalahgunaan informasi pribadi dan transaksi keuangan. Kondisi tersebut dapat membuat pengguna mempertimbangkan untuk berpindah ke platform lain yang dianggap memiliki sistem keamanan lebih baik.
Temuan Penting Penelitian
Beberapa hasil utama penelitian antara lain:
- Perlindungan privasi data berpengaruh positif terhadap kepercayaan pengguna.
- Isu kebocoran data berpengaruh negatif terhadap kepercayaan pengguna.
- Pengguna menjadi lebih berhati-hati setelah muncul isu keamanan data.
- Transparansi dan keamanan sistem menjadi faktor penting dalam mempertahankan loyalitas pengguna.
- Penyedia layanan fintech perlu terus memperkuat keamanan dan meningkatkan keterbukaan mengenai pengelolaan data pelanggan.
Implikasi Bagi Industri Fintech Indonesia
Temuan ini memiliki implikasi penting bagi industri teknologi finansial di Indonesia. Persaingan antarplatform dompet digital tidak hanya ditentukan oleh promo, cashback, maupun kemudahan transaksi, tetapi juga oleh kemampuan perusahaan menjaga keamanan data pengguna.
Menurut Onan Marakali Siregar dan tim peneliti dari Universitas Sumatera Utara, kepercayaan konsumen merupakan modal utama bagi keberlangsungan bisnis fintech. Oleh karena itu, penyedia layanan perlu meningkatkan keamanan sistem secara berkelanjutan serta lebih transparan dalam menjelaskan kebijakan perlindungan data kepada pengguna.
Hasil penelitian ini juga dapat menjadi masukan bagi regulator dan pembuat kebijakan dalam memperkuat tata kelola keamanan data di sektor layanan keuangan digital Indonesia.
Profil Singkat Penulis
Afrina Hera Rahmadini merupakan peneliti dari Universitas Sumatera Utara yang bekerja sama dengan Abhinaya, Waway Ratu Liyeu, Sabina Ghaliya Zahwa, Nazra Aisyiyah Azzahra, dan Dr. Onan Marakali Siregar dari Universitas Sumatera Utara. Penelitian ini juga melibatkan Ummi Salamah Sitorus dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.
Bidang kajian mereka meliputi ilmu sosial, komunikasi, perilaku konsumen, dan perkembangan teknologi finansial di Indonesia.
Sumber Penelitian
Volume 5 Nomor 6 Tahun 2026, halaman 771–786
0 Komentar