Gambar Ilustrasi AI
FORMOSA NEWS - Mataram - Perempuan Lombok Ubah Sampah Organik Rumah Tangga Menjadi Sumber Ekonomi Melalui Budidaya Maggot. Pengabdian ini diungkapkan dalam riset Siti Nurmayanti, Dwi Putra Buana Sakti, Thatok Asmony, dan Handry Sudiartha Athar dari Universitas Mataram dalam artikel pengabdian yang dipublikasikan pada Asian Journal of Community Services (AJCS) edisi Vol. 5 No. 5 Tahun 2026 menyoroti bahwa pemberdayaan komunitas perempuan di tingkat rumah tangga menjadi kunci utama dalam mempercepat transisi.
Krisis Sampah Rumah Tangga yang Kian Mendesak
Seiring dengan pertumbuhan penduduk dan perubahan pola konsumsi masyarakat, pengelolaan sampah domestik telah menjadi salah satu tantangan lingkungan paling krusial di Indonesia . Sektor rumah tangga tercatat sebagai penyumbang terbesar dalam total produksi sampah nasional, di mana sampah organik seperti sisa makanan, kulit buah, dan sayuran mendominasi dengan persentase mencapai 50% hingga 70% . Di daerah yang memiliki potensi agraris kuat seperti Desa Medana di Kecamatan Tanjung, keterbatasan infrastruktur pengelolaan sampah mandiri membuat warga tidak memiliki banyak pilihan . Sebagian besar masyarakat secara tradisional memilih untuk membakar sampah mereka atau sekadar membuangnya begitu saja tanpa ada proses pengolahan lebih lanjut . Praktik pembakaran dan pembuangan liar ini membawa dampak negatif multidimensional yang serius . Pembakaran sampah organik memicu polusi udara dan bau tidak sedap, sementara tumpukan sampah yang membusuk menjadi tempat berkembang biaknya vektor penyakit seperti lalat dan tikus yang berisiko menyebarkan diare hingga kolera . Selain itu, dekomposisi anaerobik sampah organik di tempat pembuangan menghasilkan emisi gas metana yang berkontribusi besar terhadap pemanasan global dan kerusakan lapisan ozon . Untuk mengatasi krisis lingkungan ini, paradigma pengelolaan sampah di Indonesia mulai bertransformasi dari sistem linear kuno "kumpul-angkut-buang" menjadi pendekatan ekonomi sirkular . Model ekonomi sirkular menekankan pemulihan sumber daya, di mana sampah tidak lagi dipandang sebagai residu tidak berguna, melainkan sebagai aset produktif yang dapat diolah kembali menjadi produk bernilai ekonomi .
Pemberdayaan Komunitas Lokal Melalui Pendekatan Partisipatif
Untuk membangun ekosistem ekonomi sirkular berbasis desa, tim peneliti Universitas Mataram menggandeng mitra strategis yaitu Klub Baca Perempuan Desa Medana . Komunitas yang awalnya dibentuk sebagai wadah literasi dan peningkatan minat baca bagi para ibu rumah tangga serta remaja putri ini telah berkembang fungsinya menjadi instrumen pemberdayaan perempuan di berbagai bidang .
Para peneliti merancang program pelatihan berbasis partisipasi aktif yang terstruktur ke dalam enam tahapan pelaksanaan utama :
Program pengabdian masyarakat ini mencatatkan keberhasilan yang signifikan dan terukur pada 20 peserta yang terlibat . Data evaluasi menunjukkan bahwa sebelum intervensi dilakukan, sebagian besar peserta sama sekali belum memahami cara mengolah sampah organik maupun teknik budidaya maggot . Namun, setelah pelatihan intensif selesai, sebanyak 90% peserta sukses mempraktikkan pembuatan wadah dan persiapan media maggot secara mandiri . Pada tahap implementasi lanjutan, tercatat sebanyak 75% dari total peserta berhasil mengadopsi teknologi ini secara permanen dan menjalankan budidaya maggot secara mandiri di rumah mereka . Keberhasilan adopsi teknologi skala rumahan ini berdampak langsung pada penurunan volume sampah organik rumah tangga di lingkungan desa sebesar 50% hingga 60% . Selain memberikan kontribusi besar bagi kelestarian lingkungan, budidaya maggot BSF ini mulai mendatangkan keuntungan finansial bagi para ibu rumah tangga di Desa Medana . Panen maggot yang dihasilkan dimanfaatkan sebagai pakan alternatif berprotein tinggi untuk sektor peternakan, dengan harga jual di pasar lokal berkisar antara Rp15.000 hingga Rp20,000 per kilogram . Tidak hanya itu, residu sisa dekomposisi sampah yang dihasilkan oleh larva BSF juga tidak terbuang sia-sia karena langsung dikonversi menjadi pupuk organik siap pakai .
Dampak Riil dan Implikasi Kebijakan Publik
Keberhasilan proyek di Desa Medana membuktikan bahwa pengelolaan sampah berbasis desentralisasi di tingkat sumber sangat efektif jika didukung oleh pendampingan komunitas yang terstruktur . Pengolahan sampah yang diintegrasikan dengan insentif ekonomi mampu menjaga kepatuhan dan konsistensi warga dalam jangka panjang, sekaligus menekan risiko penyebaran penyakit di pemukiman padat . Bagi pemerintah daerah dan perencana kebijakan publik, model pemberdayaan ini menawarkan cetak biru (blueprint) yang sangat layak direplikasi untuk mengurangi beban akumulasi sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) . Pelibatan aktif kelompok perempuan terbukti memperkuat ketahanan sosial ekonomi keluarga sekaligus mempercepat pencapaian target pembangunan berkelanjutan yang inklusif gender . Untuk mengoptimalkan dampak positif yang lebih luas, para peneliti menyarankan perlunya dukungan regulasi dari pemerintah desa serta kemitraan dengan sektor swasta guna mendorong pembentukan unit usaha bersama berbasis maggot secara profesional .
Profil Penulis
Siti Nurmayanti adalah dosen dan peneliti di Universitas Mataram yang berfokus pada bidang pengembangan masyarakat, manajemen sumber daya manusia, serta strategi pemberdayaan perempuan .
Dwi Putra Buana Sakti adalah staf pengajar di Universitas Mataram dengan kepakaran di bidang manajemen organisasi dan model pertumbuhan ekonomi berkelanjutan .
Thatok Asmony adalah peneliti senior di Universitas Mataram yang menekankan fokus risetnya pada manajemen strategis, pemberdayaan komunitas, dan kewirausahaan sosial .
Handry Sudiartha Athar adalah akademisi di Universitas Mataram yang ahli dalam bidang pengembangan bisnis, sistem kesejahteraan ekonomi masyarakat, dan analisis ekonomi sirkular .
Sumber Peneliti
Siti Nurmayanti, Dwi Putra Buana Sakti, Thatok Asmony, dan Handry Sudiartha Athar. Utilization of Organic Waste for Maggot Cultivation for Members of the Medana Village Women's Reading Club. Asian Journal of Community Services (AJCS). Vol. 5, No. 5 2026, Halaman 267-276.
DOI:https://doi.org/10.55927/ajcs.v5i5.25
URL:https://journalajcs.my.id/index.php/ajcs
Krisis Sampah Rumah Tangga yang Kian Mendesak
Seiring dengan pertumbuhan penduduk dan perubahan pola konsumsi masyarakat, pengelolaan sampah domestik telah menjadi salah satu tantangan lingkungan paling krusial di Indonesia
Pemberdayaan Komunitas Lokal Melalui Pendekatan Partisipatif
Untuk membangun ekosistem ekonomi sirkular berbasis desa, tim peneliti Universitas Mataram menggandeng mitra strategis yaitu Klub Baca Perempuan Desa Medana
Para peneliti merancang program pelatihan berbasis partisipasi aktif yang terstruktur ke dalam enam tahapan pelaksanaan utama
- Sosialisasi: Tim mengadakan Focus Group Discussion (FGD), ceramah interaktif, dan pemutaran video edukasi untuk membangun literasi lingkungan serta mengenalkan potensi ekonomi dari budidaya maggot BSF
. - Pelatihan Praktis: Menggunakan pendekatan learning by doing, para anggota klub diajarkan secara langsung cara pembuatan wadah budidaya, pengenalan siklus hidup BSF, hingga teknik penyemaian telur
. - Penerapan Teknologi: Setiap peserta dibekali dengan paket stimulan (starter kit) berupa wadah ember, telur maggot BSF, dan panduan teknis untuk memulai budidaya mandiri di rumah masing-masing
. - Pendampingan dan Monitoring: Tim Universitas Mataram melakukan kunjungan lapangan secara berkala dan membuka sesi konsultasi teknis untuk membantu peserta mengatasi kendala operasional selama proses pemeliharaan larva.
- Evaluasi Hasil: Penilaian dilakukan secara kuantitatif melalui pre-test dan post-test untuk mengukur kelayakan pemahaman peserta, serta pendekatan kualitatif melalui survei umpan balik dan wawancara
. - Keberlanjutan Program: Tahap akhir ini difokuskan pada pembentukan kelompok usaha mikro berbasis maggot dan penguatan jaringan pemasaran dengan para peternak lokal
.
Program pengabdian masyarakat ini mencatatkan keberhasilan yang signifikan dan terukur pada 20 peserta yang terlibat
Dampak Riil dan Implikasi Kebijakan Publik
Keberhasilan proyek di Desa Medana membuktikan bahwa pengelolaan sampah berbasis desentralisasi di tingkat sumber sangat efektif jika didukung oleh pendampingan komunitas yang terstruktur
Profil Penulis
Siti Nurmayanti adalah dosen dan peneliti di Universitas Mataram yang berfokus pada bidang pengembangan masyarakat, manajemen sumber daya manusia, serta strategi pemberdayaan perempuan
Dwi Putra Buana Sakti adalah staf pengajar di Universitas Mataram dengan kepakaran di bidang manajemen organisasi dan model pertumbuhan ekonomi berkelanjutan
Thatok Asmony adalah peneliti senior di Universitas Mataram yang menekankan fokus risetnya pada manajemen strategis, pemberdayaan komunitas, dan kewirausahaan sosial
Handry Sudiartha Athar adalah akademisi di Universitas Mataram yang ahli dalam bidang pengembangan bisnis, sistem kesejahteraan ekonomi masyarakat, dan analisis ekonomi sirkular
Sumber Peneliti
Siti Nurmayanti, Dwi Putra Buana Sakti, Thatok Asmony, dan Handry Sudiartha Athar. Utilization of Organic Waste for Maggot Cultivation for Members of the Medana Village Women's Reading Club. Asian Journal of Community Services (AJCS). Vol. 5, No. 5 2026, Halaman 267-276.
DOI:
URL:

0 Komentar