Dana Transfer Terbukti Dorong Kinerja Pemerintah Daerah dalam Pembangunan Inklusif

Ilustrasi by AI

Kinerja pemerintah daerah di Jawa Barat kini memiliki tolok ukur baru yang lebih inklusif dengan menggunakan Indeks Pembangunan Gender (IPG) sebagai indikator keberhasilan pembangunan. Sebuah studi yang dilakukan oleh Fitria Pandan Sari, Moermahadi Soerja Djanegara, dan David HM Hasibuan dari Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan menunjukkan bahwa dana transfer antarpemerintah berperan signifikan dalam meningkatkan kinerja pemerintah daerah. Penelitian yang mencakup periode 2020–2024 ini penting karena memberikan pandangan bahwa keberhasilan daerah tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi, melainkan dari pemerataan akses kesehatan, pendidikan, dan standar hidup antara laki-laki dan perempuan.

Konteks dan Metodologi Penelitian

Selama ini, evaluasi kinerja pemerintah daerah sering kali hanya mengandalkan indikator makroekonomi yang kurang mencerminkan kualitas kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, para peneliti mengadopsi IPG untuk mengukur efektivitas kebijakan fiskal di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Penelitian ini menganalisis 135 observasi data panel menggunakan model regresi Fixed Effect untuk menguji bagaimana dana transfer dan belanja modal memengaruhi kinerja pemerintah, dengan total aset daerah sebagai variabel moderasi.

Temuan Utama

Hasil analisis data selama lima tahun terakhir mengungkapkan beberapa poin kunci:

·         Dana Transfer Berdampak Positif: Dana transfer yang diterima daerah terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kinerja pemerintah. Dana ini memberikan ruang fiskal bagi pemerintah daerah untuk mendanai program-program strategis seperti kesehatan dan pendidikan.

·         Belanja Modal dan Aset Belum Optimal: Secara langsung, belanja modal dan total aset daerah tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kinerja. Hal ini mengindikasikan bahwa sekadar memiliki aset besar atau anggaran modal tinggi tidak otomatis meningkatkan hasil pembangunan.

·         Peran Moderasi Total Aset: Total aset daerah justru ditemukan memperlemah hubungan antara dana transfer dan kinerja pemerintah. Hal ini terjadi karena aset yang besar sering kali membawa beban biaya pemeliharaan yang tinggi, sehingga menyerap anggaran yang seharusnya bisa digunakan untuk program pembangunan yang lebih produktif.

Implikasi bagi Kebijakan Daerah

Temuan ini menyarankan pemerintah daerah agar lebih transparan dan akuntabel dalam mengelola dana transfer agar berdampak langsung pada pembangunan yang inklusif. Selain itu, pemerintah daerah disarankan melakukan rasionalisasi aset, termasuk mengelola atau melepas aset yang tidak produktif, guna meningkatkan fleksibilitas fiskal. Peningkatan kualitas perencanaan belanja modal juga sangat krusial agar investasi infrastruktur dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara luas.

Profil Penulis:

  • Fitria Pandan Sari-  (Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan) – Bidang keahlian: Akuntansi dan Manajemen Keuangan Sektor Publik.
  • Dr. Moermahadi Soerja Djanegara- (Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan) – Bidang keahlian: Audit dan Keuangan Sektor Publik.
  • David HM Hasibuan- (Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan) – Bidang keahlian: Manajemen Sektor Publik.

Sumber Penelitian:

Sari, F. P., Djanegara, M. S., & Hasibuan, D. H. M. (2026). "The Influence of Intergovernmental Transfer and Capital Expenditure on Local Government Performance with Total Assets as a Moderating Variable". Contemporary Journal of Applied Sciences (CJAS), 4(5), 479-496. 

DOI: https://doi.org/10.55927/cjas.v4i5.181

URL: https://ntlformosapublisher.org/index.php/cjas


Posting Komentar

0 Komentar