Ilustrasi by AI

    Penelitian yang diterbitkan dalam Indonesian Journal of Business Analytics (IJBA) edisi Juni 2026 oleh Depince Pigai dan Hasim As'ari dari Universitas Mercu Buana Yogyakarta mengkaji secara mendalam dampak restrukturisasi portofolio melalui strategi divestasi dan akuisisi terhadap kinerja perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2011–2019. Restrukturisasi portofolio sendiri dipahami sebagai reorganisasi struktur kepemilikan, pengaturan operasional, serta struktur organisasi lainnya dengan tujuan utama meningkatkan profitabilitas dan memperkuat kinerja perusahaan. Langkah ini melibatkan perubahan signifikan dalam strategi dan kebijakan yang berkaitan dengan komposisi aset, kewajiban, modal, serta operasi perusahaan guna memastikan daya saing dan pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah lingkungan kompetitif yang semakin ketat.

    Berdasarkan hasil analisis terhadap 54 emiten yang menjalankan aksi korporasi tersebut, penelitian ini membuktikan secara empiris bahwa divestasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan. Divestasi, yang didefinisikan sebagai pengurangan atau pelepasan aset atau unit bisnis tertentu, dilakukan perusahaan dengan berbagai motivasi strategis, termasuk menghasilkan kas yang diperlukan untuk melunasi utang atau menjaga kelangsungan bisnis, serta memfokuskan kembali sumber daya pada bisnis inti (core business) setelah melepaskan lini bisnis yang tidak menguntungkan atau tidak lagi selaras dengan aktivitas perusahaan lainnya. Strategi ini memungkinkan perusahaan menjadi lebih ramping, efisien, dan terorganisir, sekaligus memberikan kesempatan untuk berinvestasi pada proyek-proyek yang memiliki potensi lebih besar untuk meningkatkan Earnings Per Share (EPS) dan nilai bagi pemegang saham.

    Selain divestasi, hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa akuisisi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja perusahaan. Perusahaan yang melakukan akuisisi terbukti mampu menunjukkan peningkatan kinerja dari tahun ke tahun, yang menandakan bahwa motivasi ekonomi dan sinergi yang ditargetkan melalui aksi akuisisi berhasil dicapai. Sinergi dalam konteks ini merujuk pada total nilai perusahaan gabungan yang diharapkan lebih tinggi daripada nilai perusahaan sebelum akuisisi, yang pada akhirnya memberikan dampak positif bagi kinerja operasional dan keuangan perusahaan. Akuisisi dianggap sebagai salah satu strategi krusial untuk menjaga daya saing, memperluas pangsa pasar, serta menjadi solusi untuk mencegah risiko likuiditas.

    Penelitian ini disusun sebagai respons terhadap adanya kesenjangan penelitian (research gap) karena temuan dari studi-studi terdahulu mengenai hubungan antara restrukturisasi portofolio dan kinerja perusahaan masih sangat beragam dan tidak konklusif. Selain itu, terdapat pula kesenjangan fenomena di mana perusahaan-perusahaan di Indonesia yang melakukan restrukturisasi menunjukkan hasil yang beragam, mulai dari kesuksesan dalam memperbaiki kondisi keuangan hingga kegagalan yang justru memicu penurunan pendapatan. Secara metodologis, studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi berganda serta analisis regresi moderasi (MRA) untuk menguji hubungan antara variabel independen berupa divestasi dan akuisisi terhadap kinerja perusahaan, sekaligus memberikan wawasan berharga bagi para eksekutif, manajer, dan analis bisnis dalam merumuskan strategi restrukturisasi yang efektif di masa depan.

DOI: 

https://doi.org/10.55927/ijba.v6i3.16719