Strategi Digital Marketing Dongkrak Penjualan Keripik Tempe UMKM di Lampung
Penelitian terbaru dari Sinta Kamila bersama Harto, Diky Angga Hendrawan, dan Dina Nadiyah Faiqoh dari Universitas Nahdlatul Ulama Lampung menunjukkan bahwa strategi digital marketing mampu meningkatkan penjualan UMKM keripik tempe di Desa Rekso Binangun, Kabupaten Lampung Tengah. Studi yang dipublikasikan pada 2026 di Indonesian Journal of Economic & Management Sciences (IJEMS) ini menemukan bahwa penggunaan media sosial dan marketplace membantu usaha rumahan memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing di era digitalisasi.
Penelitian berfokus pada UMKM “Keripik Tempe Ibu Hartati,” usaha makanan ringan berbasis tempe yang mulai memanfaatkan platform digital seperti Facebook, Instagram, WhatsApp Business, dan Shopee untuk promosi dan penjualan produk. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan penjualan yang signifikan setelah strategi pemasaran digital diterapkan.
Temuan ini menjadi penting karena UMKM masih menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia, terutama di daerah pedesaan. Di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin bergantung pada internet dan media sosial, digital marketing dinilai menjadi salah satu kunci utama keberlanjutan usaha kecil.
UMKM Hadapi Perubahan Besar di Era Digital
Perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara bisnis beroperasi, termasuk bagi pelaku usaha kecil di desa. Konsumen kini lebih sering mencari informasi produk melalui internet sebelum melakukan pembelian.
Kondisi tersebut memaksa UMKM untuk menyesuaikan strategi pemasaran agar tetap relevan dan mampu bersaing dengan produk lain di pasar digital.
Menurut tim peneliti dari Universitas Nahdlatul Ulama Lampung, pemasaran digital memberikan banyak keuntungan bagi UMKM karena mampu menjangkau pasar lebih luas dengan biaya lebih rendah dibandingkan metode promosi tradisional.
Selain itu, platform digital memungkinkan pelaku usaha membangun komunikasi langsung dengan pelanggan dan memperluas jangkauan pasar hingga luar daerah.
Penelitian Fokus pada UMKM Keripik Tempe di Lampung Tengah
Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada usaha Keripik Tempe Ibu Hartati di Desa Rekso Binangun, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Lampung Tengah.
Tim peneliti melakukan:
- Observasi langsung
- Wawancara dengan pemilik usaha
- Dokumentasi aktivitas usaha
- Pengamatan pemasaran digital
Usaha keripik tempe ini didirikan pada 2023 oleh Salamun dan Hartati sebagai usaha rumahan berbasis pangan tradisional.
Produk utama yang dijual adalah keripik tempe rasa original dengan proses produksi manual mulai dari pemilihan kedelai, fermentasi tempe, penggorengan, hingga pengemasan.
Produk tersebut juga telah memperoleh sertifikat halal MUI sejak Mei 2023, yang membantu meningkatkan kepercayaan konsumen.
Penjualan Meningkat Setelah Masuk Media Sosial
Sebelum menggunakan digital marketing, pemasaran keripik tempe masih dilakukan secara konvensional melalui penjualan langsung, titip jual di warung, dan promosi dari mulut ke mulut.
Jangkauan pasar saat itu hanya terbatas di sekitar desa dan kecamatan.
Perubahan mulai terjadi setelah UMKM menerapkan pemasaran digital sejak 2024 melalui Facebook, WhatsApp Business, Instagram, dan Shopee.
Penelitian mencatat peningkatan penjualan melalui Instagram dari bulan ke bulan:
- Maret: 2 kilogram
- April: 8 kilogram
- Mei: 12 kilogram
- Juni: 14 kilogram
- Juli: 15 kilogram
- Agustus: 17 kilogram
- September: 19 kilogram
- Oktober: 23 kilogram
- November: 25 kilogram
Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa promosi digital mampu memperluas jangkauan konsumen secara signifikan.
Media sosial membantu produk lebih dikenal, sementara marketplace mempermudah proses transaksi dan distribusi.
Facebook, WhatsApp, dan Shopee Jadi Kunci Pemasaran
Penelitian menemukan bahwa setiap platform digital memiliki fungsi berbeda dalam strategi pemasaran UMKM.
Facebook dan Instagram
Digunakan untuk:
- Menampilkan foto produk
- Memberikan informasi harga
- Memperkenalkan merek
- Menarik konsumen baru
Konten visual dinilai efektif meningkatkan ketertarikan pembeli terhadap produk keripik tempe.
WhatsApp Business
Berfungsi sebagai sarana komunikasi langsung dengan pelanggan untuk:
- Menerima pesanan
- Menjawab pertanyaan konsumen
- Mengatur transaksi
- Memberikan layanan cepat
Shopee Marketplace
Shopee membantu UMKM menjangkau konsumen lebih luas di luar wilayah Lampung Tengah.
Marketplace juga meningkatkan kredibilitas produk karena konsumen lebih mudah menemukan produk secara online.
Pelaku UMKM Masih Hadapi Hambatan Digitalisasi
Walaupun penjualan meningkat, penelitian menemukan sejumlah kendala yang masih dihadapi pelaku UMKM dalam menjalankan pemasaran digital.
Beberapa tantangan utama meliputi:
- Keterbatasan pengetahuan teknologi digital
- Kesulitan mengelola media sosial secara rutin
- Kurangnya kemampuan membuat konten promosi menarik
- Modal usaha yang terbatas
- Harga kedelai yang tidak stabil
- Peralatan produksi sederhana
- Akses internet dan perangkat digital yang terbatas
Menurut Sinta Kamila dan tim peneliti, banyak UMKM di pedesaan masih menggunakan digital marketing pada tahap dasar sehingga membutuhkan pendampingan lebih lanjut.
Strategi 4P Dinilai Efektif untuk UMKM
Selain digital marketing, penelitian juga menyoroti penggunaan strategi pemasaran 4P yang diterapkan UMKM Keripik Tempe Ibu Hartati.
Strategi tersebut meliputi:
- Product: menjaga kualitas rasa dan kerenyahan produk
- Price: menetapkan harga terjangkau
- Place: menjual melalui toko langsung, warung, dan platform online
- Promotion: promosi melalui media sosial dan marketplace
Peneliti menyimpulkan bahwa kombinasi kualitas produk, harga kompetitif, dan promosi digital membantu memperkuat posisi UMKM di pasar yang semakin kompetitif.
Digital Marketing Jadi Peluang Besar bagi UMKM Desa
Penelitian ini memperlihatkan bahwa digitalisasi membuka peluang besar bagi UMKM desa untuk berkembang tanpa harus memiliki modal pemasaran besar.
Dengan memanfaatkan media sosial dan marketplace, usaha kecil dapat memperluas pasar hingga lintas daerah dan membangun hubungan lebih dekat dengan pelanggan.
Tim peneliti dari Universitas Nahdlatul Ulama Lampung menilai bahwa pelatihan literasi digital dan dukungan teknologi perlu diperluas agar lebih banyak UMKM mampu bersaing di era ekonomi digital.
Profil Penulis
- Sinta Kamila: Akademisi dan peneliti dari Universitas Nahdlatul Ulama Lampung dengan fokus pada kewirausahaan, digital marketing, dan pengembangan UMKM.
- Harto: Peneliti bidang strategi bisnis dan pengembangan usaha kecil di Universitas Nahdlatul Ulama Lampung.
- Diky Angga Hendrawan: Akademisi yang meneliti kewirausahaan dan strategi pemasaran UMKM di Universitas Nahdlatul Ulama Lampung.
- Dina Nadiyah Faiqoh: Peneliti bidang manajemen dan pemasaran digital dari Universitas Nahdlatul Ulama Lampung.

0 Komentar