Pemerintah Vietnam melalui Resolusi No. 71-NQ/TW dinilai tengah mendorong reformasi besar dalam sektor pendidikan dan pelatihan untuk menghadapi era transformasi digital dan persaingan global. Temuan itu diungkap dalam penelitian Luu Mai Hoa dan Trinh Cong Trang dari Nha Trang University yang dipublikasikan pada 2026 di International Journal of Integrated Science and Technology (IJIST). Studi ini menganalisis dampak Resolusi No. 71-NQ/TW terhadap pengembangan pendidikan tinggi di Provinsi Khánh Hòa, salah satu wilayah strategis pesisir Vietnam.
Penelitian menjelaskan bahwa Resolusi No. 71-NQ/TW yang diterbitkan Politbiro Vietnam pada 22 Agustus 2025 menjadi tonggak baru dalam kebijakan pendidikan nasional. Dalam kebijakan tersebut, pendidikan dan pelatihan ditempatkan sejajar dengan sains, teknologi, dan inovasi sebagai tiga terobosan strategis pembangunan nasional Vietnam di era baru.
Menurut penelitian, perubahan kebijakan ini muncul sebagai respons terhadap tantangan Revolusi Industri 4.0, digitalisasi global, dan kebutuhan pengembangan sumber daya manusia berkualitas tinggi. Pemerintah Vietnam menilai sistem pendidikan tinggi harus lebih fleksibel, inovatif, dan terhubung langsung dengan kebutuhan ekonomi digital, ekonomi hijau, dan pasar tenaga kerja global.
Studi ini menyoroti Provinsi Khánh Hòa sebagai wilayah yang memiliki posisi strategis dalam pengembangan pendidikan tinggi Vietnam. Kawasan tersebut dikenal sebagai pusat ekonomi maritim, pariwisata, dan pertahanan nasional dengan keberadaan sejumlah universitas sipil dan akademi militer besar seperti Nha Trang University, Naval Academy, Air Force Officers Training School, serta Telecommunications Officers Training School.
Penelitian menemukan beberapa poin terobosan utama dalam Resolusi No. 71-NQ/TW, di antaranya:
- transformasi digital besar-besaran dalam pendidikan,
- penguatan otonomi universitas,
- restrukturisasi perguruan tinggi yang tidak efisien,
- pengembangan universitas riset bertaraf internasional,
- serta peningkatan keterhubungan pendidikan dengan dunia industri dan pasar kerja.
Salah satu perubahan penting adalah pendekatan baru terhadap tata kelola universitas. Resolusi ini mendorong model “negara fasilitator – institusi otonom” yang memberikan kewenangan lebih besar kepada universitas dalam pengelolaan akademik, keuangan, dan sumber daya manusia. Namun di saat yang sama, perguruan tinggi juga dituntut meningkatkan transparansi dan akuntabilitas publik.
Penelitian juga menyoroti upaya Vietnam membangun universitas kelas dunia melalui investasi besar dan penguatan riset ilmiah. Pemerintah Vietnam menargetkan pengembangan tiga hingga lima universitas unggulan yang mengikuti model universitas riset internasional serta memperkuat integrasi teknologi digital dan kecerdasan buatan dalam sistem pendidikan.
Di Khánh Hòa, kebijakan ini dinilai membuka peluang besar bagi pengembangan pendidikan tinggi berbasis ekonomi maritim, pariwisata, logistik, dan teknologi pertahanan. Nha Trang University, misalnya, dipandang memiliki potensi menjadi pusat unggulan riset kelautan dan ekonomi maritim di kawasan Asia-Pasifik.
Namun penelitian juga menemukan sejumlah tantangan besar dalam implementasi kebijakan tersebut. Beberapa perguruan tinggi di Khánh Hòa masih menghadapi keterbatasan tenaga akademik berkualitas tinggi, infrastruktur riset yang belum merata, lemahnya kerja sama dengan industri, serta rendahnya tingkat internasionalisasi program pendidikan.
Selain itu, sebagian program studi dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan pasar kerja modern, terutama di bidang ekonomi digital, teknologi tinggi, dan industri hijau. Penelitian menyebut masih terdapat tumpang tindih program pendidikan serta rendahnya diferensiasi antarperguruan tinggi.
Untuk menjawab tantangan tersebut, penelitian mengusulkan beberapa strategi utama:
- memperkuat transformasi digital universitas,
- meningkatkan kualitas dosen dan tenaga akademik,
- memperluas kerja sama internasional,
- memperkuat hubungan universitas dengan industri,
- serta mengembangkan program pendidikan berbasis kebutuhan ekonomi regional.
Penelitian juga merekomendasikan pengembangan program pendidikan internasional, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta peningkatan penggunaan bahasa Inggris dalam pendidikan tinggi untuk memperkuat daya saing global universitas di Khánh Hòa.
Menurut Luu Mai Hoa dan Trinh Cong Trang, pendidikan tinggi harus menjadi motor utama pembangunan berkelanjutan Vietnam di masa depan. Integrasi antara reformasi pendidikan, inovasi teknologi, dan kebutuhan pembangunan regional dinilai akan menentukan keberhasilan Vietnam dalam menghadapi kompetisi global di era ekonomi digital.
Temuan ini dinilai penting tidak hanya bagi Vietnam, tetapi juga bagi negara berkembang lain yang sedang melakukan reformasi pendidikan tinggi untuk menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi dan tuntutan pasar kerja internasional.
Profil Penulis
- Luu Mai Hoa - Nha Trang University, Vietnam
- Trinh Cong Trang - Nha Trang University
Sumber Penelitian
Hoa, L.M., & Trang, T.C. (2026). Resolution No. 71-NQ/TW of the Politburo on Breakthrough Development in Education and Training and its Impact on Higher Education in Khánh Hòa Province, Vietnam. International Journal of Integrated Science and Technology (IJIST), Vol. 4 No. 4, 252–263.

0 Komentar