Penggabungan Kata sebagai Strategi Pembentukan Kata dalam Bahasa Inggris Modern: Analisis Berdasarkan CWLM

Illustration by Ai


FORMOSA NEWSFergana

Dampak Besar bagi Pendidikan dan Terjemahan


Rahasia di Balik Pembentukan Kata: Bagaimana Bahasa Inggris Modern Terus Berevolusi Lewat Penggabungan Istilah

FERGANA – Bahasa Inggris bukanlah entitas yang statis, melainkan organisme hidup yang terus berkembang setiap detiknya. Fenomena ini menjadi fokus utama dalam studi terbaru yang dipimpin oleh Usmonaliyeva Mohizarbonu dan Karimjonova Shakhlo Ravshanjonovna dari Fergana State University.       Dipublikasikan pada April 2026 dalam Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA), penelitian ini mengungkap bagaimana strategi penggabungan kata atau compounding menjadi motor penggerak utama lahirnya neologisme (kata-kata baru) yang kita gunakan sehari-hari.

Kebutuhan Manusia: Pemicu Evolusi Bahasa

Dunia terus berubah, dan manusia membutuhkan cara cepat untuk menamai teknologi, fenomena sosial, serta ide-ide baru yang bermunculan. Menurut para peneliti, penggabungan dua atau lebih kata yang sudah ada untuk membentuk unit makna baru adalah cara paling handal dan umum dalam bahasa Inggris

.
Contoh nyata yang kita temui di era digital adalah istilah seperti smartphone, cloud storage, hingga data privacy. Di sektor publik, kata-kata seperti fake news dan social distancing telah meresap dengan cepat ke dalam percakapan rutin. Sementara itu, di dunia akademis, istilah machine learning dan gene expression menjadi alat vital untuk komunikasi yang presisi.


Mengurai Proses Terbentuknya Kata dengan Model CWLM

Penelitian dari Fergana State University ini menggunakan kerangka kerja inovatif yang disebut CWLM (Components-Word Formation-Lexical Meaning-Meaning Output) untuk melacak bagaimana sebuah kata "lahir" hingga stabil di masyarakat.

Secara sederhana, proses pembentukan kata ini dibagi menjadi empat tahap:

  1. Tahap Komponen (C): Identifikasi elemen dasar (misalnya: note dan book).  

  2. Pembentukan Kata (W): Menggabungkan elemen tersebut melalui pola morfologis (menjadi notebook).  

  3. Makna Leksikal (L): Membangun interpretasi awal (sebuah buku untuk mencatat).  

  4. Output Makna (M): Menstabilkan makna melalui penggunaan berulang di berbagai konteks hingga menjadi bagian tetap dari bahasa.

Dominasi Pola "Kata Benda + Kata Benda"Tingkat Transparansi Makna: Mengapa Beberapa Kata Sulit Dimengerti?

Dalam menganalisis 20 kata majemuk yang diambil dari literatur akademik terkemuka seperti karya Bauer, Plag, serta Lieber & Å tekauer, tim peneliti menemukan fakta menarik terkait struktur bahasa.

Sebanyak 50% dari sampel kata yang diteliti menggunakan pola Kata Benda + Kata Benda (Noun+Noun). Pola ini dianggap sebagai pilihan "default" karena paling mudah diproduksi oleh penutur dengan beban mental yang minimal. Sementara itu, pola Kata Sifat + Kata Benda menyumbang 25%, dan Kata Kerja + Kata Benda sebanyak 20%.

Para peneliti juga mengklasifikasikan kata berdasarkan Indeks Transparansi Semantik (STI) untuk melihat seberapa mudah arti sebuah kata ditebak dari bagian-bagiannya.

  • STI Tinggi (55%): Makna langsung bisa dipahami, seperti notebook atau sunlight.  

  • STI Sedang (20%): Makna sebagian dapat diprediksi, seperti blackboard atau highway.  

  • STI Rendah/Opak (25%): Makna tidak bisa ditebak sama sekali dari kata penyusunnya, contohnya daredevil (pemberani) atau blackbird.

Menariknya, penelitian ini menemukan bahwa kata majemuk yang berbasis kata kerja (seperti pickpocket atau scarecrow) cenderung memiliki transparansi rendah. Artinya, seiring berjalannya waktu, kata-kata ini mengalami pergeseran makna yang menjauh dari arti literal komponen penyusunnya.

Temuan Usmonaliyeva Mohizarbonu dan Karimjonova Shakhlo Ravshanjonovna memiliki implikasi praktis yang signifikan, terutama bagi pelajar bahasa kedua dan penerjemah.

Bagi penerjemah, kata dengan transparansi tinggi mungkin aman diterjemahkan secara langsung. Namun, kata-kata yang "opak" atau tidak transparan seperti blueprint memerlukan perhatian ekstra karena memiliki makna yang tertanam secara budaya dan tidak bisa diterjemahkan kata per kata.

Dalam dunia pendidikan, model CWLM menawarkan urutan pengajaran yang sistematis: mulai dari mengidentifikasi komponen kata hingga mempraktikkannya dalam konteks nyata. Strategi ini diyakini sangat efektif untuk membantu siswa memahami kata-kata sulit yang maknanya telah bergeser dari arti aslinya.

Profil Peneliti

  • Usmonaliyeva Mohizarbonu: Peneliti dari Fergana State University yang berfokus pada linguistik terapan dan morfologi bahasa Inggris

  • Karimjonova Shakhlo Ravshanjonovna: Dosen dan peneliti di Fergana State University dengan keahlian di bidang Cognitive Linguistics dan strategi pembentukan kata dalam bahasa modern.

Sumber Penelitian

Judul Artikel: Compounding as a Word-Formation Strategy in Modern English: A CWLM-Based Analysis 

  Tahun Publikasi: 2026

Posting Komentar

0 Komentar