Gambar Ilustrasi AI
FORMOSA NEWS - Makassar - Perilaku Manusia Jadi Penentu Utama Keberhasilan Akuntansi Digital di Era Industri 4.0. Penelitian yang dilakukan oleh Amril dari Universitas Muhammadiyah Makassar, bersama Helmy Syamsuri dari STIE YPUP Makassar dan Wardatul Wahidah dari STAI DDI Maros dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Asian Journal of Management Analytics (AJMA) edisi Vol. 5 No. 2 Tahun 2026 bahwa sikap, motivasi, budaya organisasi, dan etika profesional menjadi faktor kunci dalam menentukan kualitas praktik akuntansi modern di era Industri 4.0.
Penelitian yang dilakukan oleh Amril dari Universitas Muhammadiyah Makassar, bersama Helmy Syamsuri dari STIE YPUP Makassar dan Wardatul Wahidah dari STAI DDI Maros menyoroti bahwa Perkembangan teknologi seperti artificial intelligence, big data, cloud accounting, dan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) telah mengubah cara perusahaan mengelola keuangan.
Tantangan di Balik Transformasi Digital
Perubahan menuju akuntansi digital tidak selalu berjalan mulus. Banyak organisasi menghadapi tantangan berupa resistensi terhadap perubahan, keterbatasan keterampilan digital, hingga kekhawatiran terhadap otomatisasi pekerjaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak semua individu memiliki kesiapan yang sama dalam menghadapi transformasi digital. Selain itu, teknologi yang semakin kompleks juga membuka peluang baru terhadap risiko manipulasi data jika tidak diimbangi dengan integritas yang kuat. Dengan kata lain, teknologi dapat meningkatkan efisiensi, tetapi tidak otomatis menjamin kualitas laporan keuangan.
Pendekatan Perilaku dalam Akuntansi
Penelitian ini menggunakan pendekatan behavioral accounting, yaitu pendekatan yang melihat akuntansi sebagai hasil interaksi antara sistem dan perilaku manusia. Dalam perspektif ini, kualitas laporan keuangan tidak hanya ditentukan oleh standar dan teknologi, tetapi juga oleh faktor psikologis seperti persepsi, motivasi, tekanan sosial, dan bias kognitif. Untuk memahami fenomena tersebut, peneliti menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus di beberapa perusahaan di Makassar, termasuk Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, dan PT Telkom Indonesia. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan manajer keuangan, staf akuntansi, dan auditor internal yang terlibat langsung dalam penggunaan sistem akuntansi digital.
Temuan Utama Penelitian
Hasil penelitian mengungkap lima faktor utama yang memengaruhi keberhasilan praktik akuntansi modern:
Penelitian yang dilakukan oleh Amril dari Universitas Muhammadiyah Makassar, bersama Helmy Syamsuri dari STIE YPUP Makassar dan Wardatul Wahidah dari STAI DDI Maros menyoroti bahwa Perkembangan teknologi seperti artificial intelligence, big data, cloud accounting, dan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) telah mengubah cara perusahaan mengelola keuangan.
Tantangan di Balik Transformasi Digital
Perubahan menuju akuntansi digital tidak selalu berjalan mulus. Banyak organisasi menghadapi tantangan berupa resistensi terhadap perubahan, keterbatasan keterampilan digital, hingga kekhawatiran terhadap otomatisasi pekerjaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak semua individu memiliki kesiapan yang sama dalam menghadapi transformasi digital. Selain itu, teknologi yang semakin kompleks juga membuka peluang baru terhadap risiko manipulasi data jika tidak diimbangi dengan integritas yang kuat. Dengan kata lain, teknologi dapat meningkatkan efisiensi, tetapi tidak otomatis menjamin kualitas laporan keuangan.
Pendekatan Perilaku dalam Akuntansi
Penelitian ini menggunakan pendekatan behavioral accounting, yaitu pendekatan yang melihat akuntansi sebagai hasil interaksi antara sistem dan perilaku manusia. Dalam perspektif ini, kualitas laporan keuangan tidak hanya ditentukan oleh standar dan teknologi, tetapi juga oleh faktor psikologis seperti persepsi, motivasi, tekanan sosial, dan bias kognitif. Untuk memahami fenomena tersebut, peneliti menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus di beberapa perusahaan di Makassar, termasuk Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, dan PT Telkom Indonesia. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan manajer keuangan, staf akuntansi, dan auditor internal yang terlibat langsung dalam penggunaan sistem akuntansi digital.
Temuan Utama Penelitian
Hasil penelitian mengungkap lima faktor utama yang memengaruhi keberhasilan praktik akuntansi modern:
- Sikap terhadap teknologi. Individu yang terbuka terhadap perubahan dan teknologi cenderung lebih cepat beradaptasi dan memanfaatkan sistem secara optimal.
- Motivasi kerja dan dukungan organisasi. Pelatihan, bimbingan, dan sistem penghargaan meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan karyawan dalam menggunakan sistem digital.
- Budaya organisasi. Lingkungan kerja yang mendukung inovasi mempercepat proses transformasi digital.
- Etika profesional. Meskipun sistem otomatis, keputusan akhir tetap bergantung pada manusia. Integritas menjadi penentu utama kualitas laporan keuangan.
- Bias kognitif. Pengalaman dan persepsi individu masih memengaruhi penilaian, terutama dalam estimasi dan pengambilan keputusan.
Salah satu informan, seorang manajer keuangan, menegaskan bahwa “sistemnya canggih, tetapi jika orangnya tidak mau belajar, hasilnya tetap tidak optimal.”
Dampak bagi Dunia Usaha dan Pendidikan
Penelitian ini memiliki implikasi luas, terutama bagi perusahaan yang sedang menjalani transformasi digital. Investasi pada teknologi harus diimbangi dengan pengembangan sumber daya manusia, termasuk pelatihan digital, penguatan etika, dan pembentukan budaya organisasi yang adaptif. Bagi dunia pendidikan, hasil ini menegaskan pentingnya kurikulum yang tidak hanya fokus pada keterampilan teknis, tetapi juga aspek perilaku, etika, dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan teknologi. Peneliti menekankan bahwa transformasi akuntansi harus dipahami sebagai proses integratif antara teknologi dan manusia. Tanpa kesiapan perilaku, investasi teknologi berisiko tidak memberikan hasil optimal.
Profil Penulis
Dampak bagi Dunia Usaha dan Pendidikan
Penelitian ini memiliki implikasi luas, terutama bagi perusahaan yang sedang menjalani transformasi digital. Investasi pada teknologi harus diimbangi dengan pengembangan sumber daya manusia, termasuk pelatihan digital, penguatan etika, dan pembentukan budaya organisasi yang adaptif. Bagi dunia pendidikan, hasil ini menegaskan pentingnya kurikulum yang tidak hanya fokus pada keterampilan teknis, tetapi juga aspek perilaku, etika, dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan teknologi. Peneliti menekankan bahwa transformasi akuntansi harus dipahami sebagai proses integratif antara teknologi dan manusia. Tanpa kesiapan perilaku, investasi teknologi berisiko tidak memberikan hasil optimal.
Profil Penulis
Amril, S.E., M.Ak. – Dosen Universitas Muhammadiyah Makassar, bidang akuntansi dan transformasi digital
Helmy Syamsuri, S.E., M.M. – Akademisi STIE YPUP Makassar, fokus pada manajemen dan sistem informasi akuntansi
Wardatul Wahidah, S.E.I., M.E. – Dosen STAI DDI Maros, spesialis akuntansi syariah dan perilaku organisasi
Sumber Penelitian
Sumber Penelitian
Amril, Helmy Syamsuri, Wardatul Wahidah. (2026). The Behavioral Accounting Approach to Examining Modern Accounting Practices in the Industry 4.0 Era. Asian Journal of Management Analytics (AJMA), Vol. 5 No. 2, hlm. 243–252.

0 Komentar