Pasar Tradisional Lakessi Dinilai Efektif Jadi Sumber Belajar IPS Kontekstual untuk Siswa SD

Created by AI

FORMOSA NEWS - Makassar - Aktivitas jual beli di Lakessi Traditional Market dinilai memiliki potensi besar sebagai sumber belajar kontekstual bagi siswa sekolah dasar, khususnya dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Temuan tersebut diungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh Imron Burhan dari Makassar State University dan dipublikasikan pada tahun 2026.

Penelitian ini menyoroti masih minimnya pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar di sekolah dasar. Selama ini, pembelajaran IPS di banyak sekolah masih didominasi penggunaan buku teks dan penjelasan guru di kelas. Akibatnya, siswa sering memahami konsep sosial dan ekonomi secara teoritis tanpa melihat langsung praktiknya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Imron Burhan, pasar tradisional sebenarnya merupakan ruang belajar yang sangat dekat dengan kehidupan siswa. Di dalam pasar, siswa dapat melihat langsung proses produksi, distribusi, konsumsi, interaksi sosial, hingga nilai-nilai sosial yang berkembang di masyarakat.

Penelitian dilakukan di Lakessi Traditional Market yang merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat di Kota Parepare, Sulawesi Selatan. Pasar tersebut ramai dikunjungi masyarakat setiap hari, terutama pada pagi hingga siang hari, untuk membeli berbagai kebutuhan pokok seperti sayuran, ikan, rempah-rempah, dan bahan pangan lainnya.

Studi menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan fokus pada observasi aktivitas ekonomi dan interaksi sosial di lingkungan pasar. Peneliti melakukan pengamatan lapangan, wawancara dengan pedagang dan pengunjung pasar, serta dokumentasi aktivitas pasar selama penelitian berlangsung. Selain itu, penelitian juga diperkuat dengan kajian pustaka dari berbagai jurnal dan sumber ilmiah terkait pembelajaran IPS dan pembelajaran kontekstual.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas jual beli di pasar tradisional dapat menjadi media pembelajaran nyata untuk memahami konsep ekonomi dasar. Proses produksi, distribusi, dan konsumsi dapat diamati langsung oleh siswa melalui aktivitas sehari-hari para pedagang dan pembeli.

Dalam penelitian dijelaskan bahwa barang-barang yang dijual di Pasar Lakessi sebagian besar berasal dari daerah lain seperti Enrekang dan Makassar sebelum akhirnya didistribusikan kepada konsumen di Parepare. Proses tersebut menunjukkan rantai distribusi ekonomi yang nyata dan mudah dipahami siswa sekolah dasar.

Selain aktivitas ekonomi, pasar tradisional juga memperlihatkan berbagai bentuk interaksi sosial masyarakat. Komunikasi antara pedagang dan pembeli, proses tawar-menawar harga, hingga kerja sama antarpenjual menjadi contoh langsung hubungan sosial dalam kehidupan masyarakat.

Penelitian menemukan bahwa suasana pasar yang aktif dan dinamis membantu siswa memahami konsep IPS secara lebih konkret dibanding hanya mempelajari teori di kelas. Pembelajaran berbasis lingkungan dinilai mampu meningkatkan keterlibatan siswa karena mereka dapat melihat langsung penerapan konsep yang dipelajari.

“Pasar ramai dari pagi sampai siang,” ujar salah satu pedagang bernama Nur Diana dalam wawancara penelitian yang dilakukan pada April 2026. Pedagang juga menjelaskan bahwa barang dagangan disusun secara lengkap dan menarik agar pembeli tertarik berbelanja.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa pasar tidak hanya berfungsi sebagai pusat transaksi ekonomi, tetapi juga ruang pembelajaran sosial yang kaya akan pengalaman nyata. Siswa dapat belajar tentang strategi perdagangan, komunikasi sosial, tanggung jawab, hingga nilai kejujuran melalui aktivitas pasar sehari-hari.

Menurut penelitian, penggunaan pasar tradisional sebagai sumber belajar dapat membantu menciptakan pembelajaran IPS yang lebih aktif, menarik, dan bermakna. Siswa tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi juga terlibat langsung dalam proses observasi dan analisis lingkungan sosial di sekitar mereka.

Penelitian juga menegaskan bahwa pendekatan pembelajaran kontekstual sangat penting dalam pendidikan dasar. Dengan menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari, siswa akan lebih mudah memahami konsep dan mengingat pengalaman belajar dalam jangka panjang.

Dalam konteks Kurikulum Merdeka, temuan ini dinilai relevan karena pembelajaran berbasis lingkungan dan pengalaman langsung menjadi salah satu pendekatan yang didorong pemerintah. Lingkungan sosial seperti pasar tradisional dapat digunakan guru untuk mengembangkan pembelajaran berbasis proyek dan observasi lapangan.

Selain membantu pemahaman akademik, penelitian ini juga menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis pasar tradisional dapat meningkatkan kesadaran sosial siswa terhadap kehidupan masyarakat sekitar. Anak-anak menjadi lebih memahami bagaimana masyarakat memenuhi kebutuhan hidup, bekerja sama, dan membangun hubungan sosial dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.

Penelitian juga menemukan adanya nilai-nilai sosial yang berkembang secara alami di pasar tradisional, seperti kerja sama, kepedulian, komunikasi, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut dinilai penting dalam pembentukan karakter siswa sekolah dasar.

Menurut Imron Burhan, guru dapat memanfaatkan hasil observasi pasar sebagai bahan diskusi kelas, analisis kelompok, maupun media visual pembelajaran. Dokumentasi foto dan aktivitas lapangan juga dapat digunakan untuk membantu siswa memahami kondisi sosial dan ekonomi masyarakat secara lebih nyata.

Meski demikian, penelitian ini masih memiliki keterbatasan karena belum mengimplementasikan langsung model pembelajaran berbasis pasar tradisional di dalam kelas. Studi ini lebih berfokus pada eksplorasi potensi pasar sebagai sumber belajar kontekstual.

Karena itu, peneliti merekomendasikan penelitian lanjutan berupa eksperimen pembelajaran atau penelitian tindakan kelas untuk mengukur efektivitas penggunaan pasar tradisional terhadap hasil belajar, motivasi, dan kemampuan berpikir kritis siswa.

Penelitian lanjutan juga dinilai penting untuk mengembangkan model pembelajaran IPS berbasis lingkungan lokal yang terintegrasi dengan Kurikulum Merdeka dan pendekatan project-based learning di sekolah dasar.

Temuan ini memperlihatkan bahwa lingkungan sekitar sekolah sebenarnya menyimpan banyak sumber belajar potensial yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Pasar tradisional, yang selama ini hanya dipandang sebagai pusat ekonomi masyarakat, ternyata juga memiliki fungsi edukatif yang kuat dalam membantu siswa memahami kehidupan sosial dan ekonomi secara nyata.

Profil Penulis

Imron Burhan merupakan akademisi dan peneliti dari Makassar State University yang memiliki fokus kajian pada pendidikan IPS, pembelajaran kontekstual, pendidikan dasar, dan pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar.

Sumber Penelitian

Artikel ilmiah berjudul Exploring Buying and Selling Activities as Economic Activities at Lakessi Traditional Market, Parepare City, as a Contextual Learning Resource for Elementary Social Studies dipublikasikan pada tahun 2026.

Link: https://dmimultitechpublisher.my.id/index.php/ijeps/article/view/436

Posting Komentar

0 Komentar