Layanan Penyuluhan Hybrid Tingkatkan Produktivitas Penyuluh Pertanian di Nigeria

Ilustrasi by AI

Penggunaan layanan penyuluhan pertanian berbasis hybrid terbukti meningkatkan produktivitas penyuluh pertanian di Ondo State, Nigeria. Temuan itu diungkap dalam penelitian Oluwafolakemi Ayo Olaniyan dari Adekunle Ajasin University yang dipublikasikan pada 2026 di International Journal of Education and Life Sciences (IJELS). Penelitian menunjukkan kombinasi metode penyuluhan tatap muka dan teknologi digital mampu mempercepat penyebaran informasi pertanian sekaligus meningkatkan efektivitas kerja penyuluh di wilayah pedesaan Nigeria.

Penelitian ini dilakukan di tengah tantangan besar yang dihadapi sistem penyuluhan pertanian tradisional di Nigeria. Selama ini, layanan penyuluhan masih bergantung pada kunjungan langsung ke petani, pertemuan kelompok, dan demonstrasi lapangan. Model tersebut dinilai kurang efektif menghadapi tingginya rasio petani terhadap penyuluh, keterbatasan dana, minimnya tenaga profesional, serta sulitnya menjangkau wilayah pertanian terpencil.

Untuk mengatasi masalah tersebut, sistem penyuluhan hybrid mulai diterapkan dengan menggabungkan pendekatan konvensional dan teknologi komunikasi digital. Metode ini memanfaatkan berbagai platform seperti WhatsApp, pusat layanan telepon petani, pelatihan daring (e-training), media sosial, radio komunitas, hingga aplikasi pertanian digital untuk memperluas jangkauan layanan penyuluhan.

Penelitian melibatkan seluruh 50 penyuluh pertanian di bawah Agricultural Development Programme (ADP) Ondo State menggunakan metode sensus penuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta regresi linear untuk mengukur pengaruh layanan hybrid terhadap produktivitas penyuluh.

Hasil penelitian menunjukkan mayoritas penyuluh pertanian merupakan perempuan dengan rata-rata usia 47 tahun dan pengalaman kerja sekitar 18 tahun. Sebanyak 70 persen responden memiliki pendidikan tinggi, yang dinilai menjadi modal penting dalam adopsi teknologi digital untuk penyuluhan pertanian.

Studi ini menemukan beberapa layanan hybrid yang paling banyak digunakan oleh penyuluh pertanian, yaitu:

  • platform komunikasi terpadu seperti WhatsApp,
  • pusat layanan kontak atau panggilan petani,
  • serta hybrid farmer field school atau sekolah lapang pertanian berbasis kombinasi daring dan tatap muka.

Menurut penelitian, WhatsApp menjadi platform paling populer karena dianggap praktis, murah, dan memudahkan penyuluh mengirim informasi inovasi pertanian secara cepat kepada petani. Temuan ini memperlihatkan bahwa aplikasi komunikasi sederhana masih menjadi tulang punggung transformasi digital pertanian di wilayah pedesaan Nigeria.

Layanan hybrid paling sering digunakan untuk berbagai kegiatan penting pertanian, antara lain:

  • manajemen tanaman dan pemupukan,
  • pengendalian hama dan penyakit,
  • penanganan pascapanen,
  • adopsi teknologi pertanian,
  • serta layanan informasi pasar dan cuaca.

Penelitian juga menunjukkan mayoritas penyuluh menilai sistem hybrid berhasil meningkatkan produktivitas kerja mereka. Sebanyak 92 persen responden setuju bahwa layanan hybrid membantu meningkatkan efektivitas penyuluhan, sementara 82 persen menyebut kombinasi layanan tatap muka dan digital membuat informasi pertanian menjadi lebih cepat dan lebih bermanfaat bagi petani.

Meski demikian, penelitian menemukan berbagai hambatan dalam penerapan layanan hybrid. Kendala utama meliputi keterbatasan perangkat teknologi informasi, tingginya biaya akses digital, rendahnya literasi digital sebagian penyuluh dan petani, serta buruknya jaringan internet di wilayah pedesaan.

Analisis regresi dalam penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan layanan hybrid memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas penyuluh pertanian dengan nilai β sebesar 0,460 dan tingkat signifikansi di bawah 0,05. Hasil ini memperkuat kesimpulan bahwa integrasi teknologi digital mampu meningkatkan efektivitas sistem penyuluhan pertanian di Nigeria.

Peneliti menekankan bahwa layanan hybrid sebaiknya diposisikan sebagai pelengkap, bukan pengganti total metode penyuluhan tradisional. Kombinasi interaksi langsung dengan teknologi digital dinilai menjadi pendekatan paling realistis untuk memperkuat transfer pengetahuan pertanian di wilayah pedesaan.

Penelitian ini merekomendasikan peningkatan investasi pemerintah dalam infrastruktur digital, pelatihan literasi teknologi bagi penyuluh pertanian, pengembangan platform lokal berbasis bahasa daerah, serta kemitraan dengan perusahaan teknologi dan lembaga riset pertanian untuk memperluas penggunaan layanan hybrid di sektor pertanian Nigeria.

Temuan ini dinilai penting bagi negara berkembang yang menghadapi tantangan modernisasi pertanian dan keterbatasan tenaga penyuluh. Model penyuluhan hybrid disebut berpotensi mempercepat transformasi pertanian digital sekaligus meningkatkan akses petani terhadap informasi, teknologi, dan pasar.

Profil Penulis

  • Oluwafolakemi Ayo Olaniyan -  Adekunle Ajasin University, Ondo State, Nigeria

Sumber Penelitian

Olaniyan, O.A. (2026). Effect of Hybrid Extension Services on Agricultural Extension Workers’ Productivity in Ondo State, Nigeria. International Journal of Education and Life Sciences (IJELS), Vol. 4 No. 4, 367–378. 

DOI: https://doi.org/10.59890/ijels.v4i4.313

URL: https://ntlmultitechpublisher.my.id/index.php/ijels

Posting Komentar

0 Komentar