Transformasi digital di sektor pendidikan tidak hanya mengubah cara sekolah menerima siswa baru, tetapi juga memengaruhi tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan publik. Penelitian terbaru yang dilakukan Refina Nurhazizah dan Irma Purnamasari dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Djuanda menunjukkan bahwa kualitas layanan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Online memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan masyarakat di Kota Bogor. Temuan ini dipublikasikan dalam International Journal of Applied Research and Sustainable Sciences (IJARSS) tahun 2026 dan memberikan gambaran penting tentang efektivitas layanan pendidikan berbasis digital di Indonesia.
Penerapan SPMB Online merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat transformasi digital dalam pelayanan publik. Di Kota Bogor, sistem ini dikelola melalui portal resmi Dinas Pendidikan Kota Bogor dan digunakan untuk proses penerimaan peserta didik baru di sekolah negeri. Tahun 2025 menjadi periode penting karena pemerintah melakukan perubahan besar dari sistem PPDB menjadi SPMB, yang tidak hanya mengubah nama program tetapi juga memperbarui mekanisme seleksi, verifikasi data, dan integrasi dengan database kependudukan nasional.
Salah satu perubahan utama adalah penggantian jalur zonasi menjadi jalur domisili. Verifikasi domisili dilakukan secara otomatis melalui data Kartu Keluarga yang terhubung dengan sistem Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Langkah ini dirancang untuk meningkatkan objektivitas seleksi sekaligus mengurangi potensi manipulasi data.
Meski demikian, implementasi SPMB Online tidak sepenuhnya berjalan tanpa kendala. Pada masa awal pendaftaran, beberapa sekolah mengalami gangguan server, koneksi internet yang tidak stabil, serta kesulitan yang dialami sebagian orang tua dalam mengoperasikan sistem digital. Kondisi tersebut mendorong para peneliti untuk mengevaluasi apakah kualitas layanan yang diberikan benar-benar berpengaruh terhadap kepuasan masyarakat sebagai pengguna layanan.
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Refina Nurhazizah dan Irma Purnamasari melakukan penelitian terhadap 104 responden yang terdiri atas orang tua peserta SPMB tahun 2025 di SMP Negeri 8 dan SMP Negeri 23 Kota Bogor, serta panitia pelaksana SPMB. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara terstruktur, dan observasi lapangan.
Penilaian kualitas layanan menggunakan kerangka SERVQUAL yang mengukur lima dimensi utama, yaitu:
- Bukti fisik (tangibles)
- Keandalan (reliability)
- Daya tanggap (responsiveness)
- Jaminan (assurance)
- Empati (empathy)
Sementara itu, kepuasan masyarakat diukur melalui kesesuaian harapan, minat menggunakan kembali layanan, dan kesediaan merekomendasikan layanan kepada orang lain.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan SPMB Online di Kota Bogor memperoleh skor rata-rata 4,33 dari skala 5 dan masuk dalam kategori “sangat baik”. Dimensi keandalan menjadi aspek dengan nilai tertinggi, yaitu 4,60. Temuan ini menunjukkan bahwa masyarakat menilai sistem mampu bekerja secara akurat, konsisten, dan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
Sebaliknya, dimensi bukti fisik memperoleh skor terendah meskipun masih berada dalam kategori baik, yaitu 4,18. Peneliti menemukan bahwa keterbatasan infrastruktur digital masih menjadi tantangan, terutama di SMP Negeri 23 Kota Bogor yang sempat mengalami keterbatasan jaringan internet sehingga petugas harus menggunakan hotspot dari telepon genggam untuk mendukung proses pendaftaran.
Tingkat kepuasan masyarakat juga menunjukkan hasil yang sangat positif. Nilai rata-rata kepuasan mencapai 4,29 dan termasuk kategori “sangat baik”. Aspek yang memperoleh skor tertinggi adalah kesesuaian harapan dengan nilai 4,47. Masyarakat menilai bahwa proses seleksi yang transparan, kejelasan prosedur, dan ketepatan waktu pelayanan telah memenuhi ekspektasi mereka.
Beberapa temuan penting dari penelitian ini antara lain:
- Kualitas layanan SPMB Online memperoleh skor 4,33 (sangat baik).
- Kepuasan masyarakat memperoleh skor 4,29 (sangat baik).
- Dimensi keandalan menjadi aspek layanan terbaik dengan skor 4,60.
- Kesesuaian harapan masyarakat mencapai skor 4,47.
- Hubungan antara kualitas layanan dan kepuasan masyarakat tergolong kuat dengan koefisien korelasi 0,662.
Analisis statistik menunjukkan bahwa kualitas layanan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan masyarakat. Nilai korelasi sebesar 0,662 menunjukkan hubungan yang kuat antara kedua variabel. Sementara itu, hasil koefisien determinasi memperlihatkan bahwa kualitas layanan menjelaskan 43,8 persen tingkat kepuasan masyarakat terhadap SPMB Online.
Artinya, hampir setengah dari kepuasan pengguna ditentukan oleh kualitas pelayanan yang diberikan melalui sistem digital tersebut. Sisanya, sebesar 56,2 persen, dipengaruhi oleh faktor lain seperti tingkat literasi digital masyarakat, kemudahan akses internet, ketersediaan fasilitas pendukung, serta efektivitas sosialisasi penggunaan sistem.
Menurut Refina Nurhazizah dan Irma Purnamasari dari Universitas Djuanda, kualitas layanan yang baik mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem penerimaan siswa berbasis digital. Semakin mudah sistem digunakan, semakin jelas informasi yang disampaikan, dan semakin cepat bantuan diberikan kepada pengguna, maka semakin tinggi pula tingkat kepuasan masyarakat.
Temuan ini memiliki implikasi penting bagi pengembangan kebijakan pendidikan berbasis teknologi di Indonesia. Pemerintah daerah dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai dasar untuk meningkatkan kapasitas server, memperkuat infrastruktur internet di sekolah, memperluas edukasi digital kepada masyarakat, serta menyediakan layanan bantuan teknis yang lebih responsif selama masa pendaftaran.
Lebih jauh lagi, penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi digital di sektor pendidikan tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang digunakan. Faktor manusia, kualitas pelayanan, komunikasi publik, dan kemudahan akses tetap menjadi kunci utama dalam menciptakan pengalaman layanan yang memuaskan bagi masyarakat.
Ketika layanan digital mampu memberikan kemudahan, transparansi, dan rasa percaya kepada pengguna, maka transformasi digital tidak hanya meningkatkan efisiensi birokrasi, tetapi juga memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Profil Penulis
Refina Nurhazizah merupakan peneliti dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Djuanda yang memiliki minat penelitian pada administrasi publik, transformasi digital, dan kualitas pelayanan publik.
Irma Purnamasari, adalah dosen dan peneliti Universitas Djuanda yang fokus pada bidang administrasi publik, tata kelola pemerintahan, kualitas pelayanan publik, dan kebijakan publik. Karya-karyanya banyak membahas hubungan antara kualitas layanan pemerintah dan kepuasan masyarakat.
Sumber Penelitian
Judul: The Effect of The Quality of Service of the Online-Based New Student Admission System on Public Satisfaction in Bogor City
Penulis: Refina Nurhazizah dan Irma Purnamasari
Afiliasi: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Djuanda
Jurnal: International Journal of Applied Research and Sustainable Sciences (IJARSS)
Tahun Publikasi: 2026
Volume: 4, Nomor 4, halaman 385–400
DOI: 10.59890/ijarss.v4i4.228

0 Komentar