Kepercayaan Diri Karyawan Dorong Perilaku Sukarela demi Kemajuan Industri Perbankan Daerah

Ilustrasi by AI

PADANG — Rasa percaya diri atau efikasi diri yang kuat pada karyawan terbukti membawa dampak besar bagi kemajuan institusi keuangan. Pekerja yang meyakini kapasitas pribadinya tidak hanya bekerja sesuai deskripsi tugas formal, melainkan juga lebih rajin menunjukkan perilaku sukarela demi membantu rekan kerja dan menjaga keharmonisan organisasi.

Temuan tersebut diungkapkan dalam studi manajemen organisasi terbaru yang dilakukan oleh Suharti Nengsi dan Yunia Wardi dari Universitas Negeri Padang. Riset yang dipublikasikan pada tahun 2026 ini meneliti perilaku kerja ekstra atau Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada 170 karyawan yang bekerja di Kantor Pusat Bank Nagari, Provinsi Sumatra Barat. Langkah ini menjadi krusial mengingat sektor perbankan daerah dituntut berperan aktif sebagai agen pembangunan ekonomi yang dinamis dan kompetitif.

Beban kerja yang tinggi, target target bisnis yang ketat, serta tuntutan pelayanan tanpa cela sering kali memicu stres kerja di kalangan pegawai bank. Tekanan emosional tersebut berisiko menurunkan kepedulian karyawan terhadap lingkungan kerja sekitarnya. Untuk mengatasi masalah tersebut, perusahaan membutuhkan dorongan psikologis internal dari para pegawai agar iklim kerja yang saling mendukung tetap terjaga.

Guna memetakan pola hubungan antar-variabel kerja tersebut, tim peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif kausal melalui pemodelan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis perangkat lunak SmartPLS. Data primer dikumpulkan secara langsung melalui penyebaran kuesioner terstruktur kepada para responden di lingkungan kantor pusat.

Hasil analisis data menunjukkan bahwa efikasi diri, kepuasan kerja, dan keterikatan karyawan secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemunculan perilaku sukarela pegawai. Karyawan yang memiliki keyakinan tinggi terhadap kompetensinya terbukti lebih mudah merasa puas dalam bekerja dan memiliki keterikatan emosional, kognitif, serta fisik yang kuat terhadap instansi tempat mereka bernaung.

Studi ini juga menemukan bahwa kepuasan kerja dan keterikatan karyawan bertindak sebagai jembatan atau variabel mediasi yang memperkuat pengaruh efikasi diri terhadap pembentukan perilaku OCB. Ketika manajemen memberikan kepercayaan, pelatihan, dan apresiasi yang memadai, karyawan akan membalas perlakuan positif tersebut dengan memberikan kontribusi ekstra di luar kewajiban pokok mereka, seperti membantu rekan kerja yang kesulitan dan aktif menjaga reputasi perusahaan.

Riset ini memberikan implikasi taktis bagi manajemen industri perbankan dalam merumuskan kebijakan sumber daya manusia. Perusahaan disarankan untuk tidak hanya fokus pada pencapaian target bisnis jangka pendek, tetapi juga berinvestasi pada penguatan mental pegawai. Upaya peningkatan efikasi diri dapat diwujudkan melalui program pengembangan kompetensi yang terukur serta pemberian umpan balik yang konstruktif dari jajaran pimpinan.

Di sisi lain, tingkat keterikatan kerja dan kepuasan karyawan perlu dijaga secara konsisten melalui penciptaan lingkungan kerja yang inklusif, komunikasi dua arah yang sehat, serta sistem kompensasi dan penghargaan yang adil. Melalui keselarasan faktor-faktor psikologis ini, korporasi dapat membangun fondasi sumber daya manusia yang loyal, produktif, dan siap mendukung efektivitas operasional perusahaan secara berkelanjutan.

Profil Penulis

  • Suharti Nengsi: Universitas Negeri Padang. 
  • Yunia Wardi: Universitas Negeri Padang. 

Sumber Penelitian

Judul Artikel: The Influence of Self-Efficacy on Organizational Citizenship Behavior: The Mediating Roles of Job Satisfaction and Employee Engagement among Employees at the Head Office of Bank Nagari

Nama Jurnal: East Asian Journal of Multidisciplinary Research (EAJMR)
Tahun Publikasi: 2026
DOI Resmi: https://doi.org/10.55927/eajmr.v5i5.135
URL Jurnal: https://journaleajmr.my.id/index.php/eajmr

Posting Komentar

0 Komentar