Kecerdasan Buatan Tingkatkan Kompetensi Digital Guru di Era Society 5.0

Created by AI

FORMOSA NEWS - Makassar - Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin berperan penting dalam dunia pendidikan dan membantu meningkatkan kompetensi digital guru di era Society 5.0. Temuan tersebut diungkap dalam penelitian terbaru oleh yang dipublikasikan pada 2026 dalam International Journal of Education and Psychological Science Volume 4 Nomor 3.

Penelitian ini menyoroti bagaimana AI mengubah sistem pembelajaran modern melalui teknologi yang lebih adaptif, interaktif, dan berpusat pada kebutuhan siswa. Temuan tersebut menjadi penting karena sekolah dan perguruan tinggi di berbagai negara kini semakin bergantung pada teknologi digital setelah percepatan transformasi pendidikan pascapandemi.

Menurut Burhan, era Society 5.0 menuntut guru tidak lagi hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga memiliki kompetensi digital yang kuat agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi pendidikan yang terus berubah. Dalam konteks ini, AI bukan sekadar alat teknologi, melainkan bagian dari transformasi pendidikan yang mengubah cara guru mengajar, mengevaluasi, dan berinteraksi dengan siswa.

Penelitian dilakukan melalui kajian literatur terhadap berbagai penelitian, praktik pendidikan, dan publikasi ilmiah mengenai penerapan Artificial Intelligence dalam dunia pendidikan. Studi ini menganalisis bagaimana AI memengaruhi kompetensi digital guru serta mendorong inovasi pembelajaran di era modern.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI mampu meningkatkan kualitas pembelajaran melalui otomatisasi, sistem pembelajaran adaptif, dan teknologi pendidikan interaktif. Guru yang memiliki kompetensi digital lebih baik terbukti lebih mampu mengintegrasikan teknologi secara optimal ke dalam proses pembelajaran.

Salah satu temuan utama penelitian adalah kemampuan AI dalam membantu guru menyelesaikan berbagai tugas administratif dan teknis yang sebelumnya memakan banyak waktu. Teknologi AI dapat digunakan untuk:

  • Membuat dan mengembangkan materi pembelajaran
  • Melakukan penilaian otomatis terhadap tugas siswa
  • Menganalisis hasil belajar siswa
  • Memberikan umpan balik secara cepat
  • Membantu administrasi pembelajaran secara digital

Dengan bantuan otomatisasi tersebut, guru memiliki lebih banyak waktu untuk fokus pada interaksi langsung dengan siswa dan mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih kreatif. Penelitian menyebut kondisi ini mampu menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, efisien, dan berpusat pada peserta didik.

AI juga dinilai mendorong lahirnya inovasi pembelajaran yang lebih variatif dan interaktif. Sistem pembelajaran berbasis AI dapat menyesuaikan materi sesuai kemampuan masing-masing siswa sehingga proses belajar menjadi lebih personal dan adaptif. Siswa yang memiliki kecepatan belajar berbeda tetap dapat memperoleh pengalaman belajar yang sesuai kebutuhan mereka.

Dalam praktiknya, penerapan AI di dunia pendidikan sudah mulai terlihat melalui penggunaan media pembelajaran interaktif, intelligent tutoring systems, platform umpan balik digital, hingga teknologi penilaian otomatis. Teknologi tersebut perlahan menjadi bagian dari aktivitas belajar mengajar sehari-hari di sekolah maupun perguruan tinggi.

Namun, penelitian menegaskan bahwa keberhasilan integrasi AI sangat bergantung pada kesiapan guru. Guru yang memiliki keterampilan digital rendah cenderung mengalami kesulitan beradaptasi dengan perubahan teknologi yang cepat. Karena itu, pelatihan dan pengembangan profesional berkelanjutan menjadi faktor penting dalam transformasi pendidikan digital.

Burhan juga menyoroti masih besarnya kesenjangan infrastruktur teknologi di berbagai wilayah. Banyak sekolah masih menghadapi keterbatasan akses internet, perangkat digital yang minim, dan kurangnya dukungan teknis. Kondisi ini menyebabkan implementasi AI belum merata dan berpotensi memperlebar kesenjangan kualitas pendidikan antarwilayah.

Selain tantangan teknis, penelitian ini juga menyinggung dampak sosial penggunaan AI dalam pendidikan. Ketergantungan berlebihan terhadap teknologi dikhawatirkan dapat mengurangi interaksi manusiawi dalam proses belajar mengajar. Padahal, pendidikan tidak hanya berkaitan dengan transfer pengetahuan, tetapi juga menyangkut empati, komunikasi emosional, pembentukan karakter, dan hubungan sosial antara guru dan siswa.

Menurut Burhan, AI seharusnya tidak menggantikan peran guru, melainkan menjadi alat pendukung yang membantu meningkatkan kualitas pembelajaran. Guru tetap memiliki fungsi utama dalam membimbing, memberikan motivasi, membangun karakter, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa.

Penelitian juga menekankan pentingnya literasi digital dalam pendidikan modern. Guru tidak hanya dituntut mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami etika digital, keamanan data, kemampuan berpikir kritis terhadap informasi AI, serta penggunaan teknologi secara bertanggung jawab.

Untuk mendukung integrasi AI dalam pendidikan, penelitian merekomendasikan beberapa langkah strategis, antara lain:

  • Pelatihan kompetensi digital guru secara berkelanjutan
  • Peningkatan infrastruktur teknologi pendidikan
  • Penguatan kebijakan literasi digital
  • Penyusunan pedoman etika penggunaan AI
  • Program pengembangan profesional guru jangka panjang

Penelitian ini juga mendorong studi lanjutan berbasis eksperimen dan penelitian lapangan agar dampak penggunaan AI terhadap kualitas pembelajaran dapat diukur lebih mendalam. Peneliti menyarankan penelitian berikutnya membahas efektivitas platform AI tertentu, pengaruh jangka panjang terhadap profesi guru, serta isu etika seperti privasi data dan bias algoritma.

Burhan menyimpulkan bahwa Artificial Intelligence memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan di era Society 5.0. Namun, keberhasilan transformasi tersebut sangat bergantung pada kesiapan guru, dukungan institusi pendidikan, kebijakan pemerintah, dan penggunaan teknologi yang tetap berpusat pada manusia.

Profil Penulis Penelitian

merupakan akademisi yang meneliti bidang teknologi pendidikan, kompetensi digital guru, inovasi pembelajaran, dan integrasi Artificial Intelligence dalam sistem pendidikan modern. Fokus penelitiannya meliputi kesiapan guru menghadapi transformasi digital serta pengembangan pembelajaran berbasis teknologi di era Society 5.0.

Sumber Penelitian

Burhan, I. (2026). The Role of Artificial Intelligence in Enhancing Teachers’ Digital Competence and Learning Innovation in the Society 5.0 Era. International Journal of Education and Psychological Science, Vol. 4 No. 3, hlm. 291–300.

URL resmi: https://dmimultitechpublisher.my.id/index.php/ijeps/article/view/artificial-intelligence-teachers-digital-competence

Posting Komentar

0 Komentar