HR Analytics Terbukti Tingkatkan Retensi Karyawan Hotel Melalui Keputusan SDM yang Lebih Akurat

Ilustrasi By AI

FORMOSA NEWS - Tangerang - Pemanfaatan HR analytics atau analisis data sumber daya manusia terbukti membantu perusahaan mempertahankan karyawan lebih lama. Temuan ini dipublikasikan oleh Wijil Nugroho dari Universitas Matana dalam penelitian yang terbit di jurnal Formosa Journal of Science and Technology tahun 2026.

Penelitian dilakukan pada karyawan Hotel Vega Gading Serpong dengan melibatkan 225 responden dari berbagai level pekerjaan, mulai dari staf hingga supervisor dan manajer. Studi ini menunjukkan bahwa kemampuan perusahaan mengelola dan membaca data karyawan memiliki pengaruh besar terhadap kualitas keputusan SDM, yang pada akhirnya berdampak langsung pada loyalitas dan retensi karyawan.

Di tengah transformasi digital yang semakin cepat, perusahaan kini tidak lagi hanya mengandalkan intuisi dalam mengelola tenaga kerja. Banyak organisasi mulai menggunakan dashboard HR, data absensi, evaluasi kinerja, hingga analisis perilaku kerja untuk membantu menentukan kebijakan ketenagakerjaan.

Namun, penelitian ini menemukan bahwa sekadar memiliki data belum cukup. Dampak terbesar muncul ketika data tersebut benar-benar digunakan untuk membuat keputusan SDM yang lebih objektif, cepat, dan relevan.

Menurut Wijil Nugroho dari Universitas Matana, HR analytics kini berkembang menjadi kemampuan strategis perusahaan, bukan hanya alat pelaporan administratif. Di industri jasa seperti perhotelan, kualitas pengambilan keputusan SDM sangat menentukan stabilitas tenaga kerja dan kualitas layanan pelanggan.

“Nilai strategis HR analytics tidak hanya terletak pada pengolahan data, tetapi pada kemampuannya menghasilkan keputusan SDM yang lebih akurat dan relevan,” tulis Wijil Nugroho dalam publikasi penelitiannya.

Turnover Karyawan Jadi Tantangan Besar Industri Jasa

Penelitian ini berangkat dari tingginya tantangan retensi tenaga kerja di sektor jasa dan hospitality. Pergantian karyawan yang terlalu cepat dapat memunculkan berbagai kerugian bagi perusahaan, mulai dari biaya rekrutmen ulang, pelatihan karyawan baru, hingga hilangnya pengalaman kerja dan pengetahuan organisasi.

Dalam industri hotel, kondisi tersebut dapat memengaruhi kualitas pelayanan secara langsung. Karena itu, kemampuan mempertahankan tenaga kerja menjadi salah satu indikator penting keberhasilan manajemen SDM modern.

Studi sebelumnya memang telah banyak membahas HR analytics, tetapi sebagian besar masih fokus pada aspek teknis seperti prediksi turnover atau pengembangan algoritma. Penelitian dari Universitas Matana ini mencoba melihat sisi manajerialnya, yaitu bagaimana data SDM diterjemahkan menjadi keputusan yang benar-benar berdampak terhadap loyalitas pekerja.

Mengukur Pengaruh Data terhadap Loyalitas Karyawan

Penelitian menggunakan metode survei kuantitatif dengan desain time-lagged survey atau pengambilan data dalam dua tahap berbeda untuk mengurangi bias jawaban responden.

Tahap pertama mengukur kemampuan HR analytics perusahaan, sementara tahap kedua mengukur kualitas keputusan SDM dan retensi karyawan. Analisis dilakukan menggunakan metode PLS-SEM, salah satu pendekatan statistik yang umum dipakai untuk menguji hubungan antarvariabel dalam penelitian manajemen.

Responden penelitian terdiri dari:

  • 53,3 persen laki-laki
  • 46,7 persen perempuan
  • Mayoritas berusia 20–30 tahun
  • Sebagian besar memiliki masa kerja 1–3 tahun

Peneliti menilai tiga variabel utama dalam penelitian, yaitu:

  • Kemampuan HR analytics perusahaan
  • Kualitas pengambilan keputusan SDM
  • Tingkat retensi atau keinginan karyawan bertahan di perusahaan

HR Analytics Punya Pengaruh Kuat pada Keputusan SDM

Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara kemampuan HR analytics dengan kualitas keputusan SDM.

Koefisien pengaruh HR analytics terhadap kualitas keputusan SDM mencapai 0,60 dengan tingkat signifikansi sangat tinggi. Angka ini menjadi hubungan paling kuat dalam keseluruhan model penelitian.

Artinya, semakin baik perusahaan mengelola data SDM, menggunakan dashboard analitik, dan memanfaatkan hasil analisis dalam kebijakan kerja, maka semakin baik pula kualitas keputusan yang dihasilkan.

Keputusan SDM yang dimaksud meliputi:

  • penempatan karyawan,
  • evaluasi kinerja,
  • pengembangan kompetensi,
  • promosi,
  • pelatihan,
  • hingga strategi retensi tenaga kerja.

Penelitian juga menemukan bahwa kualitas keputusan SDM memiliki pengaruh signifikan terhadap retensi karyawan dengan nilai koefisien 0,48.

Dengan kata lain, keputusan yang dianggap adil, objektif, konsisten, dan relevan membuat karyawan lebih nyaman bertahan di perusahaan.

Sementara itu, pengaruh langsung HR analytics terhadap retensi karyawan tercatat sebesar 0,31. Nilai ini lebih kecil dibanding pengaruh tidak langsung melalui kualitas keputusan SDM.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa data SDM baru benar-benar efektif ketika diterjemahkan menjadi kebijakan yang tepat.

Budaya Keputusan Berbasis Data Jadi Kunci

Penelitian ini menegaskan bahwa organisasi modern membutuhkan budaya pengambilan keputusan berbasis data atau evidence-based decision making.

Perusahaan tidak cukup hanya memiliki sistem HR digital atau dashboard karyawan. Manajemen juga harus memastikan data tersebut dipakai dalam keputusan nyata sehari-hari.

Dalam konteks hotel, penggunaan HR analytics dapat membantu perusahaan:

  • mendeteksi risiko turnover lebih awal,
  • memahami kebutuhan karyawan,
  • menyusun jadwal kerja lebih efektif,
  • merancang pengembangan karier,
  • hingga meningkatkan kepuasan kerja.

Penelitian juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi analitik bagi staf HR agar mampu membaca tren data dan menerjemahkannya menjadi rekomendasi kebijakan.

Menurut Wijil Nugroho, kemampuan analitik SDM merupakan kombinasi antara teknologi, kompetensi manusia, dan proses organisasi. Karena itu, investasi perusahaan tidak boleh hanya fokus pada software atau sistem digital, tetapi juga pada pengembangan kemampuan tim HR.

Relevan untuk Dunia Kerja Digital di Indonesia

Temuan ini menjadi penting di tengah meningkatnya digitalisasi perusahaan di Indonesia. Banyak organisasi telah memiliki data SDM dalam jumlah besar, tetapi belum sepenuhnya mampu mengubah data tersebut menjadi kebijakan yang efektif.

Penelitian dari Universitas Matana menunjukkan bahwa HR analytics dapat menjadi fondasi penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih stabil, objektif, dan berkelanjutan.

Selain sektor perhotelan, hasil studi ini juga dinilai relevan untuk perusahaan jasa lainnya seperti ritel, rumah sakit, pendidikan, hingga industri teknologi yang menghadapi tantangan retensi tenaga kerja.

Ke depan, peneliti merekomendasikan studi lanjutan dengan cakupan organisasi yang lebih luas dan periode penelitian lebih panjang agar dampak HR analytics terhadap loyalitas tenaga kerja dapat dipahami lebih mendalam.

Profil Penulis

Wijil Nugroho merupakan akademisi dari Universitas Matana yang meneliti bidang manajemen sumber daya manusia, HR analytics, dan pengambilan keputusan berbasis data dalam organisasi.

Sumber Penelitian

Judul artikel: “The Role of HR Analytics Capabilities in Improving Employee Retention: Mediating the Quality of HR Decision Making (Case Study: Mercure Serpong Alam Sutera)”

Jurnal: Formosa Journal of Science and Technology, Vol. 5 No. 5, 2026

URL : https://journalfjst.my.id/index.php/fjst

DOI: https://doi.org/10.55927/fjst.v5i5.64

Posting Komentar

0 Komentar