Transformasi digital di sekolah menengah kejuruan (SMK) memperbesar tuntutan terhadap guru, mulai dari penguasaan teknologi, pengelolaan beban kerja, hingga kemampuan menjaga motivasi kerja. Temuan itu dipetakan oleh Lisna Artaningsih dan Yuni Astuti dari Universitas Negeri Yogyakarta dalam studi yang terbit pada 2026 di International Journal of Education and Life Sciences (IJELS). Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan digitalisasi sekolah tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesiapan manusia di dalamnya.
Para peneliti menemukan bahwa kinerja guru SMK di era digital dipengaruhi oleh empat faktor utama, yakni kompetensi profesional, motivasi kerja, kondisi kerja atau beban kerja, serta dukungan organisasi dan kepemimpinan sekolah. Studi ini penting karena banyak penelitian sebelumnya membahas faktor-faktor tersebut secara terpisah, tanpa menyusun gambaran utuh tentang bagaimana semuanya saling berkaitan dalam konteks pendidikan vokasi.
Perubahan besar dalam pendidikan digital membuat guru tidak lagi hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pengguna teknologi, perancang pembelajaran digital, sekaligus pengelola tekanan kerja. Penelitian ini mencatat bahwa kesenjangan akses internet, keterbatasan perangkat, hingga rendahnya pelatihan teknologi masih menjadi masalah serius di banyak sekolah vokasi, termasuk di Indonesia.
Untuk memetakan persoalan tersebut, peneliti menggunakan metode systematic literature review berbasis pedoman PRISMA. Sebanyak 43 artikel ilmiah dari basis data Scopus disaring secara bertahap hingga tersisa 13 artikel empiris yang relevan dengan tema kinerja guru, digitalisasi pendidikan, motivasi kerja, dan kompetensi profesional.
Hasil sintesis penelitian menunjukkan beberapa pola utama:
- Pelatihan teknologi informasi dan komunikasi (ICT), kolaborasi antarguru, serta infrastruktur digital sekolah terbukti meningkatkan kompetensi profesional guru.
- Motivasi kerja menjadi faktor mediasi paling kuat yang menghubungkan kondisi kerja, kepemimpinan sekolah, dan pengembangan profesional dengan kinerja guru.
- Beban kerja tinggi, burnout, keterbatasan sumber daya, dan hambatan digital cenderung menurunkan kualitas pengajaran dan kesejahteraan guru.
- Kepemimpinan transformasional kepala sekolah berpengaruh besar ketika diwujudkan melalui dukungan nyata terhadap pengembangan guru dan lingkungan kerja yang sehat.
Penelitian ini juga menyoroti bahwa guru dengan motivasi tinggi lebih mampu beradaptasi terhadap perubahan digital dibandingkan guru yang menghadapi tekanan kerja tanpa dukungan organisasi. Dalam sejumlah studi yang dianalisis, motivasi kerja bahkan menjadi “penghubung utama” antara kepemimpinan sekolah dan kualitas pengajaran.
Menurut Lisna Artaningsih dan Yuni Astuti dari Universitas Negeri Yogyakarta, transformasi digital sekolah vokasi tidak cukup dilakukan melalui penyediaan perangkat teknologi semata. Sekolah juga perlu memperkuat pelatihan kompetensi digital, mengatur beban kerja secara proporsional, dan membangun kepemimpinan sekolah yang mendukung kesejahteraan guru.
Temuan ini memiliki implikasi luas bagi dunia pendidikan Indonesia, terutama dalam pengembangan SMK berbasis industri digital. Pemerintah daerah dan pengelola sekolah dinilai perlu memprioritaskan pelatihan ICT berkelanjutan, dukungan psikologis bagi guru, serta sistem kerja yang tidak memicu burnout. Dunia usaha juga dapat memanfaatkan hasil penelitian ini untuk memperkuat kerja sama industri-sekolah dalam meningkatkan kesiapan tenaga pendidik menghadapi kebutuhan industri modern.
Selain itu, penelitian ini membuka peluang bagi pengembangan kebijakan pendidikan yang lebih berfokus pada kesejahteraan guru sebagai bagian dari strategi transformasi digital nasional. Guru yang kompeten dan termotivasi dinilai lebih mampu menciptakan pembelajaran inovatif dan adaptif di lingkungan pendidikan vokasi.
Profil Penulis
- Lisna Artaningsih - Universitas Negeri Yogyakarta
- Yuni Astuti - Universitas Negeri Yogyakarta
Sumber Penelitian
Artaningsih, L., & Astuti, Y. (2026). Teacher Performance in the Digital Transformation of Vocational Schools: Mapping the Determinants of Professional Competence, Workload, and Work Motivation. International Journal of Education and Life Sciences (IJELS), Vol. 4 No. 4, 451–462.

0 Komentar