Riset ini menyoroti persoalan klasik yang masih dihadapi banyak perguruan tinggi swasta di Indonesia, terutama rendahnya produktivitas penelitian dan pengabdian masyarakat dosen. Padahal, dosen memiliki peran strategis dalam menjalankan tri dharma perguruan tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Penelitian dilakukan pada 13 perguruan tinggi swasta di Kota dan Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Sebanyak 319 dosen tetap menjadi responden penelitian dari total populasi 1.569 dosen. Kampus yang terlibat antara lain Universitas Primagraha, Universitas Serang Raya, Universitas Muhammadiyah Banten, Universitas Bina Bangsa, hingga beberapa politeknik dan sekolah tinggi kesehatan.
Hasil penelitian menunjukkan budaya organisasi menjadi faktor paling dominan dalam membentuk komitmen organisasi dan perilaku sukarela dosen atau Organizational Citizenship Behavior (OCB). Kedua aspek tersebut kemudian terbukti sangat memengaruhi kinerja dosen secara keseluruhan.
Produktivitas Riset Masih Menjadi Titik Lemah
Penelitian menemukan bahwa aspek penelitian ilmiah masih menjadi kelemahan terbesar dosen di perguruan tinggi swasta Banten. Nilai rata-rata indikator publikasi penelitian hanya mencapai 2,42 dari skala 5, masuk kategori rendah.
Sebaliknya, aktivitas pengajaran memperoleh skor lebih baik, yakni sekitar 3,10 hingga 3,14. Kondisi ini menunjukkan adanya ketimpangan pelaksanaan tri dharma, di mana kegiatan mengajar jauh lebih dominan dibanding penelitian dan pengabdian masyarakat.
Selain itu, kompetensi profesional dosen juga tercatat rendah dengan skor 2,24. Dimensi inovasi dalam budaya organisasi kampus pun hanya memperoleh skor 2,60. Temuan ini memperlihatkan masih lemahnya budaya riset dan inovasi di lingkungan perguruan tinggi swasta.
Menurut Achmad Rozi dan tim peneliti, lingkungan kerja kampus yang kurang mendukung inovasi membuat dosen kesulitan mengembangkan budaya penelitian secara berkelanjutan.
“Budaya organisasi terbukti lebih kuat memengaruhi loyalitas dan perilaku positif dosen dibanding kompetensi individu,” tulis peneliti dalam laporannya.
Budaya Kampus Berpengaruh Besar terhadap Loyalitas Dosen
Dalam analisis jalur yang digunakan peneliti, budaya organisasi memberikan pengaruh total sebesar 41,31 persen terhadap komitmen organisasi dosen. Angka ini lebih tinggi dibanding pengaruh kompetensi dosen yang mencapai 31,65 persen.
Artinya, suasana kerja, nilai bersama, pola kepemimpinan, hingga sistem penghargaan di kampus memiliki dampak besar terhadap loyalitas dan keterikatan emosional dosen pada institusi.
Penelitian juga menemukan bahwa budaya organisasi memberi pengaruh 40,98 persen terhadap OCB dosen. OCB merupakan perilaku sukarela di luar tugas formal, seperti membantu rekan kerja, aktif dalam kegiatan kampus, hingga mendukung pengembangan institusi tanpa diminta.
Lingkungan kerja yang kolaboratif dan suportif dinilai mampu mendorong dosen lebih aktif berkontribusi bagi kampus.
Sebaliknya, budaya organisasi yang lemah dalam inovasi dan penelitian membuat dosen cenderung menjalankan tugas minimum tanpa dorongan untuk memberikan kontribusi tambahan.
Komitmen dan OCB Menentukan Kinerja Dosen
Penelitian ini juga menemukan bahwa komitmen organisasi menjadi faktor paling besar dalam meningkatkan kinerja dosen. Pengaruh totalnya mencapai 47,89 persen.
Sementara OCB memberi kontribusi sebesar 33,02 persen terhadap peningkatan performa dosen.
Jika digabungkan, komitmen organisasi dan OCB mampu menjelaskan 80,91 persen variasi kinerja dosen. Angka ini menunjukkan bahwa faktor psikologis dan budaya kerja memiliki pengaruh sangat besar terhadap kualitas kerja tenaga pengajar di perguruan tinggi.
Dosen yang memiliki keterikatan emosional dengan institusi terbukti lebih aktif menyiapkan materi kuliah, melakukan penelitian, serta terlibat dalam pengabdian masyarakat.
Perilaku sukarela seperti membantu penyusunan kurikulum, mendampingi mahasiswa di luar jam kuliah, dan mendukung program pengembangan kampus juga terbukti meningkatkan efektivitas institusi pendidikan tinggi.
Perguruan Tinggi Perlu Membangun Budaya Riset
Penelitian ini merekomendasikan perguruan tinggi swasta untuk tidak hanya fokus meningkatkan kompetensi dosen melalui pelatihan, tetapi juga membangun budaya organisasi yang mendukung inovasi dan riset.
Beberapa strategi yang disarankan antara lain:
- membangun sistem penghargaan untuk publikasi ilmiah,
- memperkuat budaya kolaborasi,
- mengurangi hambatan birokrasi penelitian,
- meningkatkan dukungan pendanaan riset,
- serta menciptakan sistem kepemimpinan partisipatif.
Menurut peneliti, peningkatan kompetensi tanpa dukungan budaya organisasi hanya akan menghasilkan dampak terbatas.
Budaya kampus yang sehat dinilai mampu memperkuat loyalitas dosen sekaligus mendorong munculnya perilaku positif yang berdampak langsung pada kualitas pendidikan tinggi.
Temuan ini juga relevan bagi pemerintah dan pengelola perguruan tinggi dalam merumuskan kebijakan peningkatan mutu pendidikan tinggi nasional, terutama di sektor perguruan tinggi swasta yang masih menghadapi tantangan kualitas sumber daya manusia dan produktivitas riset.
Penelitian Dilakukan pada 13 Kampus Swasta di Banten
Penelitian dilakukan menggunakan metode survei terhadap dosen tetap dari 13 perguruan tinggi swasta terakreditasi minimal B di Kota dan Kabupaten Serang, Banten.
Pengumpulan data dilakukan pada Januari hingga Maret 2025 menggunakan kuesioner skala Likert. Analisis data memakai metode path analysis atau analisis jalur untuk melihat hubungan langsung maupun tidak langsung antarvariabel.
Variabel yang dianalisis meliputi kompetensi dosen, budaya organisasi, komitmen organisasi, Organizational Citizenship Behavior (OCB), dan kinerja dosen.
Profil Penulis
Achmad Rozi merupakan peneliti bidang manajemen pendidikan tinggi dan organisasi. Ia menempuh Program Doktor Ilmu Manajemen di Universitas Pasundan.
Iman Sudirman dan Horas Djulius merupakan akademisi bidang ilmu manajemen dan perilaku organisasi yang aktif meneliti pengembangan sumber daya manusia serta tata kelola pendidikan tinggi.
Sumber Penelitian
Judul jurnal: “The Influence Of Competence And Organizational Culture On Organizational Commitment And Organizational Citizenship Behavior And Their Implications On Lecturer Performance”
Jurnal: International Journal of Sustainability in Research (IJSR), Vol. 4 No. 3 Tahun 2026.
0 Komentar