Gambar Ilustasi AI
FORMOSA NEWS - Kediri - Rasio Keuangan Daerah Terbukti Dorong Belanja Modal dan Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur. Penelitian yang dilakukan oleh Akromul Khaidar, akademisi Universitas Cahaya Surya dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Asian Journal of Management Analytics (AJMA) edisi Vol. 5 No. 2 Tahun 2026 menyoroti bahwa kinerja keuangan pemerintah daerah berperan langsung dalam meningkatkan belanja modal dan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Timur.
Penelitian yang dilakukan oleh Akromul Khaidar, akademisi Universitas Cahaya Surya menyoroti bahwa pentingnya rasio keuangan daerah khususnya kemandirian, efektivitas, dan efisiensi dalam mendorong pembangunan dan aktivitas ekonomi.
Ketimpangan pembangunan jadi latar belakang
Penulis menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah tidak bisa dilepaskan dari kemampuan pemerintah daerah dalam mengelola keuangan, terutama dalam mengalokasikan belanja modal seperti pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik. Namun, ketimpangan pembangunan antar kabupaten dan kota di Jawa Timur masih menjadi persoalan. Beberapa daerah mampu berkembang pesat, sementara lainnya tertinggal akibat keterbatasan anggaran dan ketergantungan pada dana transfer dari pemerintah pusat. Dalam konteks ini, rasio keuangan daerah menjadi indikator penting untuk menilai kapasitas fiskal pemerintah daerah dalam membiayai pembangunan secara mandiri.
Metode: Analisis data keuangan pemerintah daerah
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menganalisis data sekunder dari laporan keuangan pemerintah daerah di Jawa Timur, khususnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Tiga rasio utama yang dianalisis meliputi:
Penelitian yang dilakukan oleh Akromul Khaidar, akademisi Universitas Cahaya Surya menyoroti bahwa pentingnya rasio keuangan daerah khususnya kemandirian, efektivitas, dan efisiensi dalam mendorong pembangunan dan aktivitas ekonomi.
Ketimpangan pembangunan jadi latar belakang
Penulis menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah tidak bisa dilepaskan dari kemampuan pemerintah daerah dalam mengelola keuangan, terutama dalam mengalokasikan belanja modal seperti pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik. Namun, ketimpangan pembangunan antar kabupaten dan kota di Jawa Timur masih menjadi persoalan. Beberapa daerah mampu berkembang pesat, sementara lainnya tertinggal akibat keterbatasan anggaran dan ketergantungan pada dana transfer dari pemerintah pusat. Dalam konteks ini, rasio keuangan daerah menjadi indikator penting untuk menilai kapasitas fiskal pemerintah daerah dalam membiayai pembangunan secara mandiri.
Metode: Analisis data keuangan pemerintah daerah
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menganalisis data sekunder dari laporan keuangan pemerintah daerah di Jawa Timur, khususnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Tiga rasio utama yang dianalisis meliputi:
- Rasio kemandirian (kemampuan daerah membiayai diri sendiri).
- Rasio efektivitas (kemampuan mencapai target pendapatan).
- Rasio efisiensi (kemampuan mengelola anggaran tanpa pemborosan).
Belanja modal ditempatkan sebagai variabel perantara yang menghubungkan kinerja keuangan dengan pertumbuhan ekonomi.
Hasil utama: Kemandirian fiskal jadi faktor paling kuat
Hasil utama: Kemandirian fiskal jadi faktor paling kuat
Penelitian ini menemukan bahwa rasio keuangan daerah memiliki pengaruh signifikan terhadap belanja modal dan pertumbuhan ekonomi.
Beberapa temuan kunci:
- Rasio kemandirian berpengaruh positif terhadap belanja modal. Semakin tinggi Pendapatan Asli Daerah (PAD), semakin besar kemampuan pemerintah membiayai pembangunan infrastruktur.
- Rasio efektivitas meningkatkan ruang fiskal. Daerah yang mampu mencapai atau melampaui target pendapatan memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan investasi publik.
- Rasio efisiensi memastikan kualitas belanja. Pengelolaan anggaran yang hemat dan tepat sasaran menghasilkan belanja modal yang lebih berkualitas.
- Belanja modal mendorong pertumbuhan ekonomi. Investasi pada infrastruktur terbukti meningkatkan produktivitas, membuka lapangan kerja, dan mempercepat aktivitas ekonomi.
Penulis menegaskan bahwa belanja modal menjadi “jembatan utama” antara kinerja keuangan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Implikasi: Strategi peningkatan PAD jadi kunci
Hasil penelitian ini memberikan sejumlah implikasi penting bagi pemerintah daerah:
- Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pemerintah daerah perlu menggali potensi pajak, retribusi, serta sektor unggulan seperti pariwisata dan industri lokal.
- Digitalisasi sistem keuangan. Pemanfaatan teknologi, seperti sistem pajak online, dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi kebocoran pendapatan.
- Peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Aparatur sipil negara perlu dibekali kemampuan manajemen keuangan yang profesional dan akuntabel.
- Penguatan transparansi dan akuntabilitas. Sistem pengawasan yang baik akan meningkatkan kepercayaan publik dan investor.
- Diversifikasi sumber pendapatan. Daerah tidak boleh bergantung pada satu sektor saja, tetapi harus mengembangkan berbagai potensi ekonomi lokal.
Selain itu, partisipasi masyarakat juga berperan penting. Kepatuhan dalam membayar pajak dan keterlibatan dalam aktivitas ekonomi lokal dapat meningkatkan kapasitas fiskal daerah.
Profil Penulis
Akromul Khaidar adalah akademisi dari Universitas Cahaya Surya yang memiliki keahlian di bidang keuangan publik, manajemen keuangan daerah, dan ekonomi pembangunan.
Sumber Penelitian
Khaidar, Akromul. 2026. Analysis of Local Government Financial Ratios and Their Impact on Capital Expenditures for Economic Growth in East Java Province. Asian Journal of Management Analytics (AJMA), Vol. 5 No. 2, hlm. 269–280.
DOI: https://doi.org/10.55927/ajma.v5i2.16430
URL: https://journal.formosapublisher.org/index.php/ajma
Profil Penulis
Akromul Khaidar adalah akademisi dari Universitas Cahaya Surya yang memiliki keahlian di bidang keuangan publik, manajemen keuangan daerah, dan ekonomi pembangunan.
Sumber Penelitian
Khaidar, Akromul. 2026. Analysis of Local Government Financial Ratios and Their Impact on Capital Expenditures for Economic Growth in East Java Province. Asian Journal of Management Analytics (AJMA), Vol. 5 No. 2, hlm. 269–280.
DOI: https://doi.org/10.55927/ajma.v5i2.16430
URL: https://journal.formosapublisher.org/index.php/ajma
.png)
0 Komentar