Sebuah studi yang ditulis oleh Ida Ayu Sri Onie Ledysianty, I Dewa Gede Agung Diasana Putra, Ngakan Ketut Acwin Dwijendra, dan Anak Agung Gde Agung Yana dari Fakultas Teknik Universitas Udayana mengungkap bagaimana sistem digital perizinan bangunan di Indonesia dapat diperkuat melalui pendekatan berbasis risiko dan kinerja. Penelitian yang dipublikasikan pada 2026 di International Journal of Integrated Science and Technology (IJIST) ini menyoroti implementasi Sistem Informasi Manajemen Bangunan Gedung (SIMBG) di Kabupaten Gianyar, Bali, serta menawarkan model integratif untuk meningkatkan efektivitas tata kelola bangunan yang berkelanjutan.
SIMBG merupakan platform digital nasional yang digunakan pemerintah untuk memproses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Sistem ini menjadi bagian dari agenda besar digitalisasi layanan publik di Indonesia. Namun, dalam praktiknya, sistem tersebut masih menghadapi berbagai kendala operasional di tingkat daerah.
Di Kabupaten Gianyar, wilayah dengan pertumbuhan pariwisata dan pembangunan infrastruktur yang pesat, penerapan SIMBG belum sepenuhnya optimal. Jumlah pengajuan izin bangunan terus meningkat, tetapi penerbitan sertifikat laik fungsi relatif lebih rendah. Ketimpangan ini menandakan adanya hambatan dalam proses evaluasi teknis dan verifikasi bangunan.
Masalah lain juga muncul dari pelanggaran tata ruang, seperti pembangunan di sempadan sungai, ruang terbuka hijau, atau kawasan rawan bencana. Meski dokumen perencanaan wilayah seperti RTRW dan RDTR sudah tersedia, integrasi data tersebut dengan sistem SIMBG masih terbatas sehingga keputusan perizinan sering kali tidak sepenuhnya berbasis data spasial.
Untuk memahami persoalan tersebut, tim peneliti Universitas Udayana melakukan studi dengan menggabungkan survei, wawancara, observasi lapangan, dan diskusi kelompok terarah (FGD). Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan statistik serta kajian kualitatif untuk menangkap kondisi implementasi SIMBG secara lebih komprehensif.
Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan utama:
- Klasifikasi risiko bangunan berpengaruh signifikan terhadap efektivitas proses perizinan.
- Indikator kinerja bangunan membantu meningkatkan ketepatan evaluasi teknis sebelum penerbitan sertifikat.
- Integrasi nilai kearifan lokal Bali, seperti Tri Hita Karana dan Asta Kosala Kosali, memperkuat pendekatan pembangunan yang berkelanjutan.
- Model integratif yang diusulkan mampu meningkatkan akurasi pengambilan keputusan, kepatuhan terhadap regulasi, serta transparansi proses perizinan.
Penelitian ini menghasilkan model SIMBG integratif berbasis risiko dan kinerja yang dapat digunakan pemerintah daerah untuk memperbaiki sistem evaluasi bangunan. Model tersebut juga mendorong integrasi data teknis, data spasial, serta nilai budaya lokal dalam satu kerangka tata kelola digital.
Menurut Ida Ayu Sri Onie Ledysianty dari Universitas Udayana, integrasi faktor risiko, performa bangunan, dan nilai budaya lokal dapat membantu pemerintah membuat keputusan yang lebih akurat dalam pengelolaan pembangunan. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi sistem digital, tetapi juga memastikan pembangunan yang lebih aman dan berkelanjutan.
Dari sisi kebijakan publik, temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan tata kelola pemerintahan digital (digital governance) di sektor konstruksi. Model yang diusulkan berpotensi diterapkan di daerah lain di Indonesia yang menghadapi tantangan serupa dalam pengelolaan izin bangunan.
Bagi masyarakat dan pelaku industri konstruksi, sistem yang lebih terintegrasi akan mempercepat proses perizinan sekaligus memastikan bangunan memenuhi standar keselamatan, fungsi, dan tata ruang.
Profil Penulis
- Ida Ayu Sri Onie Ledysianty – Universitas Udayana.
- I Dewa Gede Agung Diasana Putra. – Universitas Udayana
- Ngakan Ketut Acwin Dwijendra – Universitas Udayana
- Anak Agung Gde Agung Yana – Universitas Udayana.
Sumber Penelitian
Ledysianty, I. A. S. O., Putra, I. D. G. A. D., Dwijendra, N. K. A., & Yana, A. A. G. A. (2026). “Integrative Risk and Performance-Based SIMBG Model for Sustainable Building Governance in Gianyar, Bali.” International Journal of Integrated Science and Technology (IJIST), Vol. 4 No. 3, 138–153.

0 Komentar