Created by AI

FORMOSA NEWS - Surabaya - Keterampilan digital dan kesejahteraan psikologis terbukti berpengaruh signifikan terhadap pilihan karier siswa, dengan kepercayaan diri (self-efficacy) sebagai faktor kunci penghubung. Temuan ini diungkap oleh Almeida Rohma Safitri dan Triesninda Pahlevi dari Universitas Negeri Surabaya dalam penelitian yang dipublikasikan pada 2026 di Asian Journal of Applied Education. Studi ini penting karena menunjukkan bahwa kesiapan karier siswa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga kondisi mental dan keyakinan diri dalam menghadapi masa depan.

Penelitian dilakukan pada siswa program Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB) di SMK Negeri 2 Buduran, Sidoarjo. Fokusnya adalah memahami bagaimana kompetensi digital dan kesejahteraan psikologis memengaruhi keputusan karier, baik secara langsung maupun melalui peran mediasi self-efficacy. Hasilnya memberikan gambaran baru tentang pentingnya pendekatan pendidikan yang lebih holistik di era digital.

Latar Belakang: Tantangan Karier di Era Teknologi

Perkembangan teknologi digital yang pesat telah mengubah hampir seluruh sektor, termasuk pendidikan dan dunia kerja. Siswa dituntut memiliki keterampilan digital agar mampu bersaing di pasar kerja yang semakin berbasis teknologi. Data menunjukkan bahwa indeks perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia terus meningkat, menandakan kebutuhan tenaga kerja dengan kompetensi digital juga semakin tinggi.

Namun di lapangan, masih banyak siswa yang belum menguasai keterampilan dasar teknologi, seperti penggunaan perangkat lunak perkantoran. Selain itu, ketidakpastian dalam menentukan karier setelah lulus masih menjadi masalah umum. Tekanan akademik dan kecemasan terhadap masa depan juga berdampak pada menurunnya motivasi dan kesiapan siswa dalam mengambil keputusan karier.

Dalam konteks ini, faktor psikologis seperti kesejahteraan mental dan kepercayaan diri menjadi sangat penting. Siswa yang memiliki kondisi mental baik dan keyakinan terhadap kemampuan diri cenderung lebih siap menghadapi tantangan karier.

Metodologi: Survei pada 108 Siswa SMK

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penjelasan hubungan antar variabel. Dari total 148 siswa, sebanyak 108 siswa dipilih sebagai responden melalui teknik proportional random sampling.

Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert yang mengukur empat variabel utama:

  • Kompetensi digital
  • Kesejahteraan psikologis
  • Self-efficacy (kepercayaan diri)
  • Pilihan karier

Analisis dilakukan menggunakan metode PLS-SEM untuk melihat hubungan langsung dan tidak langsung antar variabel.

Temuan Utama: Kesejahteraan Mental Jadi Faktor Dominan

Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan penting:

  • Kompetensi digital berpengaruh positif terhadap pilihan karier
    Siswa yang memiliki keterampilan digital lebih baik cenderung lebih siap menentukan karier.
  • Kesejahteraan psikologis memiliki pengaruh paling kuat
    Faktor mental menjadi penentu utama dalam pengambilan keputusan karier dibandingkan keterampilan teknis.
  • Self-efficacy berperan sebagai mediator signifikan
    Kepercayaan diri memperkuat pengaruh kompetensi digital dan kesejahteraan psikologis terhadap pilihan karier.
  • Model penelitian sangat kuat
    Sebanyak 82% variasi pilihan karier dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, menunjukkan hubungan yang sangat kuat antar faktor.

Selain itu, hasil uji statistik menunjukkan bahwa semua hubungan antar variabel signifikan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Peran Kunci Self-Efficacy

Self-efficacy menjadi faktor penting dalam menjembatani kemampuan dan keputusan karier. Siswa dengan kepercayaan diri tinggi cenderung:

  • Lebih yakin dalam menentukan pilihan
  • Memiliki motivasi kuat
  • Mampu menghadapi tantangan dengan lebih baik

Menurut Safitri dari Universitas Negeri Surabaya, self-efficacy memperkuat pengaruh keterampilan digital dan kondisi psikologis terhadap keputusan karier. Dengan kata lain, kemampuan saja tidak cukup tanpa keyakinan diri.

Dampak dan Implikasi: Pendidikan Perlu Lebih Menyeluruh

Temuan ini memberikan implikasi luas bagi dunia pendidikan, khususnya pendidikan vokasi.

Bagi sekolah:

  • Perlu mengintegrasikan pembelajaran digital dengan penguatan mental siswa
  • Layanan konseling dan pengembangan diri harus diperkuat
  • Program bimbingan karier harus fokus pada peningkatan kepercayaan diri

Bagi pembuat kebijakan:

  • Kurikulum perlu menggabungkan aspek keterampilan dan kesejahteraan psikologis
  • Program pendidikan harus mempersiapkan siswa secara menyeluruh, bukan hanya teknis

Bagi siswa:

  • Mengembangkan kepercayaan diri sama pentingnya dengan menguasai teknologi
  • Kesehatan mental menjadi kunci dalam menentukan masa depan karier

Penelitian ini juga memperkuat teori Social Cognitive Career Theory (SCCT) yang menyatakan bahwa faktor kognitif dan emosional berperan besar dalam pengambilan keputusan karier.

Profil Penulis

Almeida Rohma Safitri merupakan mahasiswa peneliti di Universitas Negeri Surabaya yang berfokus pada bidang pendidikan dan pengembangan karier siswa.
Triesninda Pahlevi adalah dosen di Universitas Negeri Surabaya dengan keahlian dalam pendidikan vokasi, perencanaan karier, dan pengembangan sumber daya manusia.

Keduanya активно meneliti bagaimana faktor keterampilan dan psikologis dapat meningkatkan kesiapan siswa dalam menghadapi dunia kerja.

Sumber Penelitian

Safitri, A. R., & Pahlevi, T. (2026).
“The Effect of Digital Competence and Psychological Well-Being on Career Choices through Self-Efficacy among MPLB Students.”
Asian Journal of Applied Education (AJAE), Vol. 5 No. 2, hlm. 359–372.

Penelitian ini menegaskan satu hal penting: kesiapan karier siswa tidak cukup dibangun dari keterampilan digital saja. Kesejahteraan mental dan kepercayaan diri menjadi fondasi utama dalam menentukan arah masa depan yang tepat.