Faktor Keluarga dan Lingkungan Picu Rendahnya Kepedulian Sosial Anak Usia Dini di Kupang

Created by AI

FORMOSA NEWS - Kota Kupang - Riset terbaru yang ditulis Yohanes Argedius Siki, Gokma Nafita Tampubolon, dan Angelikus Nama Koten dari Universitas Nusa Cendana mengungkap penyebab rendahnya sikap kepedulian sosial pada anak usia 5–6 tahun di TK Tiberias Tuak Daun Merah (TDM), Kota Kupang. Studi yang dipublikasikan pada 2026 di Asian Journal of Applied Education ini menyoroti peran kuat faktor keluarga, karakter anak, serta lingkungan sosial dalam membentuk perilaku empati sejak dini—sebuah temuan penting bagi pendidikan anak usia dini di Indonesia.

Kepedulian Sosial Anak Jadi Sorotan

Pendidikan anak usia dini tidak hanya membangun kemampuan akademik, tetapi juga karakter dan tanggung jawab sosial. Namun, di berbagai sekolah, guru dan orang tua mulai mengamati menurunnya empati, kepedulian, dan kemampuan berbagi pada anak-anak usia prasekolah.

Fenomena ini menjadi perhatian utama penelitian tim Universitas Nusa Cendana. Mereka menilai masa usia 5–6 tahun merupakan fase krusial pembentukan karakter sosial. Jika kepedulian sosial tidak berkembang optimal pada tahap ini, dampaknya dapat terbawa hingga jenjang pendidikan berikutnya.

Penelitian dilakukan di TK Tiberias Tuak Daun Merah, Kota Kupang, sebuah lembaga pendidikan anak usia dini yang menjadi representasi konteks sosial keluarga perkotaan di Nusa Tenggara Timur.

Metode Penelitian: Wawancara Mendalam Orang Tua dan Guru

Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Peneliti melakukan wawancara semi-terstruktur terhadap tujuh responden yang dipilih secara purposif: lima orang tua dan dua guru.

Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, serta divalidasi melalui triangulasi sumber. Pendekatan ini memungkinkan peneliti menggali pengalaman nyata orang tua dan guru dalam mengamati perilaku sosial anak sehari-hari.

Metode kualitatif dipilih agar penelitian mampu menangkap dinamika psikologis, pola asuh keluarga, dan interaksi sosial yang tidak selalu terlihat melalui data kuantitatif.

Temuan Utama: Tiga Sumber Penyebab Rendahnya Kepedulian Sosial

Penelitian menemukan bahwa rendahnya kepedulian sosial anak dipengaruhi oleh tiga kelompok faktor utama: karakter internal anak, pola asuh keluarga, dan lingkungan sosial.

1. Faktor Internal Anak

Penelitian menemukan sejumlah karakter personal anak yang berkontribusi terhadap rendahnya empati sosial, antara lain:

  • Sifat keras kepala
  • Reaksi emosional berlebihan
  • Kesulitan mengendalikan emosi
  • Kurangnya kemampuan berbagi dan bekerja sama

Anak dengan kontrol emosi yang belum matang cenderung lebih mudah marah, menolak berbagi, dan kesulitan memahami perasaan teman sebaya.

2. Faktor Keluarga: Pola Asuh Otoriter dan Hukuman Fisik

Faktor keluarga muncul sebagai penyebab paling dominan.

Beberapa pola asuh yang ditemukan antara lain:

  • Pola asuh otoriter
  • Penggunaan hukuman fisik
  • Minimnya komunikasi empatik
  • Kurangnya teladan perilaku sosial di rumah

Orang tua sering menekankan kepatuhan tanpa memberi ruang dialog. Dalam beberapa kasus, disiplin dilakukan melalui hukuman fisik. Peneliti menilai pendekatan ini berpotensi menekan perkembangan empati anak.

Penulis menegaskan bahwa anak belajar perilaku sosial pertama kali dari keluarga. Ketika rumah tidak menyediakan contoh empati, anak cenderung meniru pola komunikasi keras dalam interaksi sosial.

3. Faktor Lingkungan Sosial: Interaksi Agresif dengan Teman Sebaya

Lingkungan bermain juga memegang peran penting.

Penelitian mencatat:

  • Interaksi agresif antar teman
  • Kebiasaan berebut mainan
  • Konflik tanpa mediasi orang dewasa

Lingkungan sosial yang kurang kondusif membuat perilaku agresif dianggap normal oleh anak.

Peran Sekolah Sudah Positif, Tetapi Belum Cukup

Menariknya, penelitian menemukan bahwa sekolah telah memberikan kontribusi positif melalui kegiatan pembelajaran dan pembiasaan perilaku sosial.

Namun, dampaknya belum maksimal.

Sekolah dinilai tidak dapat bekerja sendiri. Tanpa dukungan keluarga dan lingkungan sosial, upaya pendidikan karakter di sekolah menjadi kurang efektif.

Para peneliti menekankan pentingnya kolaborasi tiga pihak:

  • Sekolah
  • Orang tua
  • Lingkungan masyarakat

Tanpa sinergi ini, pembentukan karakter sosial anak akan berjalan lambat.

Mengapa Temuan Ini Penting?

Hasil penelitian ini memiliki implikasi luas bagi pendidikan, keluarga, dan kebijakan publik.

Dampak bagi Dunia Pendidikan

Sekolah perlu:

  • Menguatkan program pendidikan karakter
  • Melibatkan orang tua dalam kegiatan parenting
  • Mengembangkan pembelajaran sosial-emosional

Dampak bagi Orang Tua

Penelitian ini menjadi peringatan penting bagi keluarga bahwa:

  • Cara mendisiplinkan anak memengaruhi empati mereka
  • Anak meniru cara orang tua berkomunikasi
  • Rumah adalah sekolah pertama bagi karakter sosial

Dampak bagi Kebijakan Publik

Temuan ini dapat menjadi dasar bagi:

  • Program parenting nasional
  • Pelatihan pendidikan keluarga
  • Kurikulum pendidikan karakter usia dini

Menurut Yohanes Argedius Siki dan tim, kerja sama semua pihak adalah kunci. Upaya sekolah akan sulit berhasil tanpa perubahan pola asuh di rumah.

Pesan Peneliti

Para penulis menekankan bahwa pembentukan kepedulian sosial harus dimulai sejak dini dan dilakukan secara konsisten di rumah dan sekolah.

Mereka menilai pendekatan pendidikan karakter tidak bisa bersifat parsial. Dibutuhkan keterlibatan aktif orang tua dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan empati anak.

Profil Penulis

Yohanes Argedius Siki
Gelar: tidak dicantumkan dalam artikel
Afiliasi: Universitas Nusa Cendana
Bidang keahlian: tidak dicantumkan dalam artikel

Gokma Nafita Tampubolon
Gelar: tidak dicantumkan dalam artikel
Afiliasi: Universitas Nusa Cendana
Bidang keahlian: tidak dicantumkan dalam artikel

Angelikus Nama Koten
Gelar: tidak dicantumkan dalam artikel
Afiliasi: Universitas Nusa Cendana
Bidang keahlian: tidak dicantumkan dalam artikel

Sumber Penelitian

Siki, Y. A., Tampubolon, G. N., & Koten, A. N. (2026). Analysis of Factors Contributing to the Lack of Social Care Attitudes Among Children Aged 5–6 Years at Tiberias Kindergarten, Tuak Daun Merah (TDM), Kupang City. Asian Journal of Applied Education (AJAE), Vol. 5 No. 2, 335–344.

Posting Komentar

0 Komentar