Ilustrasi by AI 

Pengelolaan Produksi dan Keuangan Jadi Tantangan Utama UMKM Bakpia Yogyakarta

UMKM kuliner tradisional masih menjadi tulang punggung ekonomi lokal, termasuk industri bakpia di Yogyakarta. Penelitian yang dilakukan oleh Erry Setiawan, Eka Agustin Lian Syaharani, dan Lailatul Qodriyah dari Universitas Mayjen Sungkono Mojokerto pada 2025 menunjukkan bahwa keberhasilan usaha bakpia tidak hanya ditentukan oleh rasa produk, tetapi juga oleh pengelolaan produksi, sumber daya manusia, dan keuangan yang rapi serta profesional.

Studi ini dipublikasikan dalam Indonesian Journal of Society Development (IJSD) Volume 5 Nomor 2 Tahun 2026 dengan judul Analysis of the Application of Production Management, Human Resources, and Finance in Bakpia Wong Yogyakarta MSMEs. Penelitian dilakukan melalui program Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Bakpia Wong Yogyakarta, sebuah UMKM yang memproduksi dan menjual bakpia sebagai oleh-oleh khas Daerah Istimewa Yogyakarta.

Hasil penelitian ini penting karena menunjukkan persoalan umum yang masih banyak ditemui pada UMKM makanan tradisional di Indonesia: operasional berjalan baik secara praktik, tetapi belum sepenuhnya terdokumentasi secara sistematis.

Bakpia sebagai Simbol Wisata dan Penggerak Ekonomi

Bakpia sudah lama menjadi ikon wisata Yogyakarta. Wisatawan lokal maupun luar daerah menjadikan produk ini sebagai oleh-oleh wajib saat berkunjung. Kondisi ini membuka peluang besar bagi UMKM yang bergerak di sektor produksi bakpia.

Namun, meningkatnya jumlah pelaku usaha juga membuat persaingan semakin ketat. Pelaku usaha tidak cukup hanya mengandalkan cita rasa. Mereka juga harus mampu menjaga kualitas produk, mengatur tenaga kerja, dan memastikan keuangan usaha berjalan sehat.

Bakpia Wong Yogyakarta dipilih sebagai objek penelitian karena mewakili karakteristik UMKM kuliner tradisional yang sedang berkembang dan memiliki potensi peningkatan dari sisi manajerial.

Menurut Erry Setiawan dan tim dari Universitas Mayjen Sungkono Mojokerto, penguatan manajemen menjadi faktor penting agar UMKM mampu bertahan dalam persaingan industri kuliner yang semakin modern.

Penelitian Dilakukan Langsung di Lapangan

Penelitian dilaksanakan pada 30 November 2025 di lokasi usaha Bakpia Wong Yogyakarta yang berada di Jalan HOS Cokroaminoto No. 149, Tegalrejo, Kota Yogyakarta.

Tim peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara, presentasi manajemen perusahaan, diskusi dengan narasumber, serta dokumentasi aktivitas operasional.

Metode ini dipilih agar mahasiswa dapat memahami secara nyata bagaimana teori manajemen diterapkan dalam dunia usaha, khususnya pada sektor UMKM makanan tradisional.

Produksi Sudah Rutin, tetapi SOP Tertulis Belum Ada

Penelitian menemukan bahwa manajemen produksi di Bakpia Wong telah berjalan cukup baik. Perusahaan melakukan perencanaan produksi harian berdasarkan kapasitas produksi, ketersediaan tenaga kerja, dan permintaan pasar.

Proses quality control juga dilakukan secara langsung untuk menjaga konsistensi rasa dan kualitas produk. Hal ini penting karena bakpia merupakan produk oleh-oleh yang sangat bergantung pada kepuasan pelanggan.

Selain memproduksi bakpia panggang, usaha ini juga mengembangkan varian lain seperti bakpia kukus, pie, dan produk bakery lainnya. Inovasi produk dan desain kemasan baru juga dilakukan sebagai bagian dari strategi rebranding agar lebih menarik bagi konsumen modern.

Namun, peneliti mencatat bahwa Standard Operating Procedure (SOP) tertulis masih belum tersedia secara lengkap. Padahal, SOP penting untuk menjaga standar kerja yang konsisten, terutama ketika usaha berkembang dan jumlah karyawan bertambah.

Pembagian Tugas Karyawan Masih Bersifat Informal

Pada aspek sumber daya manusia, pembagian kerja sudah berjalan, tetapi masih bersifat informal. Penugasan lebih banyak didasarkan pada pengalaman kerja masing-masing karyawan.

Meski demikian, perusahaan telah menanamkan nilai kerja seperti disiplin, kerja sama tim, komunikasi, kebersihan, integritas, dan peningkatan berkelanjutan.

Nilai-nilai ini menjadi pedoman dalam membangun budaya kerja yang produktif dan profesional.

Menurut penulis, struktur organisasi yang lebih jelas akan membantu peningkatan efisiensi kerja dan mempermudah pengembangan usaha dalam jangka panjang.

Keuangan Masih Sederhana dan Belum Dipisahkan

Temuan paling penting muncul pada aspek keuangan. Pengelolaan keuangan memang sudah dilakukan, tetapi pencatatan masih sederhana dan belum sepenuhnya terstruktur.

Masalah utama adalah belum adanya pemisahan yang jelas antara keuangan usaha dan keuangan pribadi pemilik.

Kondisi ini sangat umum terjadi pada banyak UMKM di Indonesia. Akibatnya, pelaku usaha sering kesulitan mengetahui laba bersih sebenarnya, menghitung biaya operasional, hingga merencanakan pengembangan usaha.

Peneliti menilai bahwa perbaikan sistem administrasi dan pencatatan keuangan menjadi langkah paling mendesak untuk meningkatkan keberlanjutan bisnis.

Strategi Digital Jadi Kunci Persaingan

Bakpia Wong juga mulai menerapkan strategi bisnis berbasis ekonomi kreatif dan digital. Penjualan diperluas melalui e-commerce, layanan pengantaran, serta promosi aktif di media sosial seperti Instagram dan TikTok.

Strategi ini membantu memperluas pasar sekaligus memperkuat citra merek sebagai oleh-oleh khas Yogyakarta yang modern dan berkualitas.

Peneliti menilai bahwa kombinasi antara inovasi produk, digital marketing, dan penguatan manajemen internal menjadi formula penting agar UMKM kuliner tetap kompetitif.

Dampak bagi UMKM dan Dunia Pendidikan

Penelitian ini tidak hanya bermanfaat bagi pelaku usaha, tetapi juga bagi perguruan tinggi dan mahasiswa.

Bagi UMKM, hasil studi ini menjadi evaluasi praktis untuk memperbaiki SOP, pelatihan karyawan, pencatatan keuangan, dan strategi pemasaran digital.

Bagi kampus, kerja sama dengan UMKM sebagai mitra PKL dinilai penting agar mahasiswa memperoleh pengalaman nyata yang relevan dengan dunia kerja.

Sementara bagi mahasiswa, pengalaman lapangan membantu menghubungkan teori manajemen dengan kondisi bisnis sebenarnya.

Erry Setiawan menegaskan bahwa praktik lapangan seperti ini menjadi jembatan penting antara pembelajaran akademik dan kebutuhan industri riil.

Profil Penulis

Erry Setiawan merupakan akademisi dari Universitas Mayjen Sungkono Mojokerto dengan fokus pada manajemen operasional, pengembangan UMKM, dan strategi bisnis.

Eka Agustin Lian Syaharani adalah peneliti dari Universitas Mayjen Sungkono Mojokerto yang menaruh perhatian pada pengelolaan sumber daya manusia dan administrasi bisnis.

Lailatul Qodriyah juga berasal dari Universitas Mayjen Sungkono Mojokerto dengan bidang kajian manajemen usaha kecil dan pengembangan ekonomi kreatif.

Ketiganya menyoroti pentingnya profesionalisasi tata kelola UMKM agar usaha tradisional mampu bersaing di era digital.

Sumber Penelitian

Setiawan, Erry., Syaharani, Eka Agustin Lian., & Qodriyah, Lailatul. 2026. Analysis of the Application of Production Management, Human Resources, and Finance in Bakpia Wong Yogyakarta MSMEs. Indonesian Journal of Society Development (IJSD), Vol. 5 No. 2, halaman 155–160.
DOIhttps://doi.org/10.55927/ijsd.v5i2.17
URLhttps://journalijsd.my.id/index.php/ijsd/index