Pengaruh Lingkungan Kerja, Keselamatan dan Kesehatan Kerja terhadap Kinerja Karyawan “Studi Kasus PT P LN UP 3 Manokwari”


Lingkungan Kerja Non-Fisik Paling Berpengaruh pada Kinerja Pegawai PLN Manokwari

Kinerja pegawai di PT PLN (Persero) UP3 Manokwari terbukti berada pada kategori tinggi, dengan faktor lingkungan kerja non-fisik sebagai penentu utama. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal internasional oleh Yolanda Holle, dosen Papua University, bersama Theresia M. Pareira dari Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Provinsi Papua Barat, serta Andoyo Supriyantono dari Papua University. Penelitian ini terbit tahun 2026 di International Journal of Advanced Technology and Social Sciences dan menyoroti bagaimana lingkungan kerja, keselamatan, serta kesehatan kerja memengaruhi performa pegawai perusahaan listrik negara tersebut.

Riset ini penting karena PT PLN (Persero) sebagai perusahaan penyedia listrik memiliki risiko kerja tinggi. Sistem kelistrikan mengandung potensi bahaya, sehingga aspek keselamatan dan kesehatan kerja menjadi prioritas. Namun, apakah faktor-faktor tersebut benar-benar berdampak langsung pada kinerja pegawai? Itulah yang dijawab dalam penelitian ini.

Fokus Penelitian di PLN UP3 Manokwari

Penelitian dilakukan pada 68 pegawai PT PLN (Persero) UP3 Manokwari menggunakan metode sensus, artinya seluruh populasi pegawai dijadikan responden. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, serta dokumentasi internal perusahaan.

Tim peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis SEM-PLS untuk melihat hubungan antarvariabel, yaitu:

-Lingkungan kerja fisik

-Lingkungan kerja non-fisik

-Keselamatan kerja

-Kesehatan kerja

-Kinerja pegawai

Setiap variabel diukur menggunakan skala penilaian 1 hingga 5.

Kinerja Pegawai Tergolong Tinggi

Hasil analisis menunjukkan skor rata-rata kinerja pegawai mencapai 4,10 (kategori tinggi). Indikator seperti kedisiplinan, tanggung jawab, motivasi kerja, inisiatif, hingga inovasi menunjukkan performa yang konsisten baik.

Absensi pegawai juga rendah, sementara motivasi dan inisiatif kerja mendapatkan skor tertinggi. Ini menunjukkan budaya kerja di lingkungan PLN UP3 Manokwari tergolong solid dan produktif.

Secara statistik, model penelitian menunjukkan bahwa 83 persen variasi kinerja pegawai dapat dijelaskan oleh faktor lingkungan kerja dan keselamatan-kesehatan kerja. Sisanya 17 persen dipengaruhi faktor lain di luar penelitian.

Lingkungan Non-Fisik Jadi Penentu Utama

Temuan paling penting dari penelitian ini adalah bahwa lingkungan kerja non-fisik berpengaruh langsung dan signifikan terhadap kinerja pegawai.

Lingkungan non-fisik mencakup:

-Komunikasi antarpegawai

-Hubungan atasan dan bawahan

-Kesempatan menyampaikan pendapat

-Penerimaan terhadap kritik dan saran

-Pembagian tugas yang jelas

Skor rata-rata lingkungan non-fisik mencapai 4,08 (kategori tinggi). Komunikasi dengan atasan menjadi indikator dengan nilai tertinggi.

Artinya, suasana kerja yang harmonis, komunikasi terbuka, dan hubungan interpersonal yang sehat memiliki dampak paling nyata terhadap peningkatan kinerja.

Menurut Yolanda Holle dari Papua University, suasana kerja yang nyaman secara sosial menciptakan semangat dan komitmen pegawai dalam menyelesaikan tugas. Hubungan kerja yang positif memicu rasa tanggung jawab dan loyalitas.

Lingkungan Fisik Berpengaruh Tidak Langsung

Lingkungan kerja fisik—seperti pencahayaan, sirkulasi udara, kebersihan, keamanan ruangan, dan fasilitas kerja—juga berada pada kategori tinggi dengan skor 3,76.

Namun, penelitian menemukan bahwa lingkungan fisik tidak berpengaruh langsung terhadap kinerja, melainkan berpengaruh melalui lingkungan non-fisik.

Artinya, ruang kerja yang nyaman memang penting, tetapi dampaknya terhadap kinerja terjadi ketika kondisi fisik tersebut mendukung interaksi sosial yang sehat.

Keamanan ruang kerja mendapatkan skor tertinggi di antara indikator fisik. Hal ini wajar mengingat karakteristik pekerjaan PLN yang berkaitan dengan instalasi listrik dan potensi risiko teknis.

Keselamatan dan Kesehatan Tidak Berpengaruh Langsung pada Kinerja

Hasil yang cukup mengejutkan adalah bahwa faktor keselamatan kerja dan kesehatan kerja tidak memiliki pengaruh langsung terhadap kinerja pegawai.

Padahal, skor keselamatan kerja mencapai 3,96 dan kesehatan kerja 3,88—keduanya dalam kategori tinggi.

Keselamatan kerja mencakup:

-Pelatihan K3

-Penggunaan alat pelindung diri

-Prosedur operasional standar

-Kepesertaan jaminan sosial

Sementara kesehatan kerja mencakup:

-Ketersediaan air bersih

-Fasilitas sanitasi

-Pengelolaan limbah

-Jaminan kesehatan pegawai

Penelitian menunjukkan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja lebih berperan dalam membentuk kondisi kerja yang aman dan nyaman, tetapi bukan faktor utama pendorong performa harian pegawai.

Implikasi bagi Dunia Usaha dan BUMN

Temuan ini memberi pesan penting bagi manajemen perusahaan, terutama BUMN dan industri berisiko tinggi.

Pertama, investasi pada budaya komunikasi dan hubungan kerja harmonis terbukti lebih berdampak pada kinerja dibanding sekadar perbaikan fasilitas fisik.

Kedua, keselamatan dan kesehatan kerja tetap wajib diprioritaskan sebagai fondasi perlindungan pegawai, meskipun bukan penentu langsung produktivitas.

Ketiga, penguatan kepemimpinan yang terbuka dan partisipatif menjadi strategi efektif meningkatkan performa tim.

Bagi pembuat kebijakan, hasil ini menunjukkan pentingnya pengembangan soft skill, manajemen komunikasi, dan budaya organisasi dalam program peningkatan kinerja ASN maupun pegawai BUMN.

Profil Penulis

Yolanda Holle, S.E., M.Si. adalah dosen di Papua University dengan fokus keilmuan pada manajemen sumber daya manusia dan perilaku organisasi.

Theresia M. Pareira, S.E. merupakan pejabat di Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Provinsi Papua Barat yang memiliki pengalaman di bidang ketenagakerjaan dan kebijakan publik.

Andoyo Supriyantono, S.E., M.M. adalah akademisi di Papua University yang meneliti bidang manajemen dan pengembangan organisasi.

Sumber Penelitian

Holle, Y., Pareira, T.M., & Supriyantono, A. (2026). The Influence of Work Environment, Occupational Safety and Health on Employee Performance: The Case of PT PLN UP3 Manokwari. International Journal of Advanced Technology and Social Sciences (IJATSS), Vol. 4, No. 2, 183–196.

DOI: https://doi.org/10.59890/ijatss.v4i2.170

Posting Komentar

0 Komentar