Isu degradasi lingkungan dan perubahan iklim mendorong perusahaan untuk tidak lagi hanya fokus pada keuntungan ekonomi. Organisasi kini dituntut berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan melalui praktik kerja yang lebih ramah lingkungan. Dalam konteks tersebut, perilaku hijau karyawan—seperti penghematan energi, pengurangan penggunaan kertas, serta pengelolaan limbah—menjadi indikator penting keberhasilan strategi keberlanjutan perusahaan. Tanpa partisipasi karyawan, kebijakan lingkungan yang baik sulit menghasilkan dampak nyata.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal asosiatif. Seluruh karyawan tetap PT Hermed sebanyak 53 orang dijadikan responden melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui perangkat lunak SmartPLS. Metode ini dipilih karena mampu menganalisis hubungan kompleks antarvariabel, termasuk variabel mediasi seperti motivasi hijau.
Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan utama:
- Lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku ramah lingkungan karyawan.
- Kepemimpinan transformasional hijau juga berpengaruh positif terhadap perilaku tersebut.
- Kedua faktor tersebut meningkatkan motivasi hijau karyawan.
- Motivasi hijau sendiri terbukti meningkatkan perilaku ramah lingkungan sekaligus menjadi mediator antara lingkungan kerja, kepemimpinan, dan perilaku karyawan.
Secara statistik, model penelitian memiliki kemampuan penjelasan yang tinggi dengan nilai R² sebesar 0,774 untuk perilaku hijau karyawan. Artinya, sebagian besar variasi perilaku tersebut dapat dijelaskan oleh variabel yang diteliti. Selain itu, nilai Goodness of Fit sebesar 0,802 menunjukkan model penelitian memiliki kesesuaian yang sangat baik.
Temuan ini memperlihatkan bahwa fasilitas kerja yang bersih, aman, dan mendukung nilai keberlanjutan dapat mendorong karyawan lebih peduli pada lingkungan. Ketika perusahaan menyediakan kebijakan pengelolaan sumber daya, fasilitas ramah lingkungan, serta budaya kerja yang mendukung, karyawan cenderung lebih mudah mengadopsi perilaku hijau dalam aktivitas sehari-hari.
Di sisi lain, kepemimpinan transformasional hijau terbukti berperan sebagai penggerak perubahan. Pemimpin yang memberi contoh perilaku ramah lingkungan, menyampaikan visi keberlanjutan, dan mendukung inovasi hijau mampu memengaruhi sikap serta norma kerja karyawan. Dalam teori perilaku terencana, faktor kepemimpinan membentuk persepsi dan sikap karyawan sehingga meningkatkan kecenderungan mereka untuk bertindak ramah lingkungan.
Motivasi hijau muncul sebagai faktor psikologis yang menentukan. Karyawan dengan motivasi tinggi menunjukkan komitmen lebih besar terhadap praktik keberlanjutan, bahkan tanpa pengawasan langsung. Motivasi ini terbentuk ketika karyawan merasa organisasi dan pemimpin mereka benar-benar berkomitmen pada lingkungan. Dengan kata lain, lingkungan kerja dan kepemimpinan tidak hanya berdampak langsung, tetapi juga memicu dorongan internal karyawan untuk bertindak ramah lingkungan.
Implikasi penelitian ini cukup luas. Bagi dunia usaha, hasilnya menunjukkan bahwa investasi pada budaya organisasi dan kepemimpinan berorientasi lingkungan dapat meningkatkan efektivitas program keberlanjutan perusahaan. Bagi pembuat kebijakan, temuan ini menegaskan pentingnya regulasi dan insentif yang mendorong perusahaan membangun budaya hijau, bukan sekadar menerapkan kebijakan formal. Dalam konteks pendidikan dan manajemen sumber daya manusia, penelitian ini memperkuat gagasan bahwa pembentukan perilaku berkelanjutan memerlukan pendekatan psikologis dan sosial, bukan hanya teknis.
Deden Abdul Mubarok, peneliti utama dari Universitas Mercu Buana. Rekannya, Aslam Mei Nur Widigdo, juga berasal dari institusi yang sama dan meneliti bidang kepemimpinan serta perilaku organisasi. Keduanya menekankan bahwa keberhasilan transformasi hijau organisasi harus melibatkan kepemimpinan yang visioner serta sistem kerja yang mendukung nilai keberlanjutan.
Penelitian ini dipublikasikan dalam artikel berjudul “The Influence of Work Environment and Green Transformational Leadership on Employee Green Behavior with Green Motivation as a Mediating Variable at PT Hermed” di Formosa Journal of Multidisciplinary Research, Vol. 5 No. 2 tahun 2026. DOI resmi penelitian tersebut adalah https://doi.org/10.55927/fjmr.v5i2.15
0 Komentar