Penelitian ini penting karena sektor energi berada di garis depan transisi menuju ekonomi rendah karbon. Perusahaan tidak lagi dinilai hanya dari laba jangka pendek, tetapi juga dari kemampuan mereka menyesuaikan diri dengan tuntutan keberlanjutan, transparansi, dan pengelolaan risiko. Dengan meningkatnya tekanan regulasi dan perhatian investor terhadap isu lingkungan, strategi keuangan hijau dan tata kelola perusahaan menjadi indikator baru daya saing bisnis.
Latar belakang singkat
Nilai perusahaan mencerminkan kesejahteraan pemegang saham dan prospek keberlanjutan usaha. Dalam konteks global, investor semakin mempertimbangkan faktor ESG (environmental, social, governance). Green finance—pembiayaan untuk proyek ramah lingkungan—dipandang sebagai sinyal bahwa perusahaan siap menghadapi transisi energi. Namun, penelitian sebelumnya menunjukkan hasil beragam: investasi hijau bisa meningkatkan reputasi jangka panjang, tetapi juga menambah biaya dan risiko jangka pendek.
Selain itu, struktur pendanaan dan kemampuan menghasilkan laba juga sering dianggap menentukan nilai perusahaan. Penggunaan utang dapat menambah modal, tetapi berpotensi meningkatkan risiko finansial. Sementara profitabilitas biasanya dipandang sebagai indikator kinerja, pada sektor tertentu pengaruhnya terhadap nilai pasar tidak selalu konsisten.
Metodologi penelitian secara sederhana
Penelitian ini menggunakan data sekunder dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sebanyak 11 perusahaan dipilih dengan metode purposive sampling, menghasilkan 72 observasi selama lima tahun.
Nilai perusahaan diukur menggunakan rasio harga terhadap nilai buku saham. Green finance diukur melalui indeks pengungkapan pembiayaan hijau, leverage melalui rasio utang terhadap aset, dan profitabilitas melalui margin laba bersih. Tata kelola perusahaan diproksi dari kepemilikan institusional, yang mencerminkan tingkat pengawasan eksternal terhadap manajemen. Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel untuk melihat hubungan antarvariabel secara komprehensif.
Temuan utama penelitian
Hasil studi menunjukkan beberapa poin penting:
- Green finance berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.
- Leverage berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.
- Profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.
- Tata kelola perusahaan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.
- Tata kelola perusahaan memperlemah dampak positif green finance, tetapi juga mampu mengurangi dampak negatif utang.
- Tata kelola perusahaan tidak memoderasi hubungan profitabilitas dan nilai perusahaan.
Secara keseluruhan, model penelitian mampu menjelaskan sekitar 83 persen variasi nilai perusahaan, menunjukkan bahwa kombinasi faktor keuangan dan tata kelola memberikan gambaran kuat tentang persepsi pasar terhadap perusahaan energi.
Makna di balik temuan
Menurut para peneliti dari Universitas Mercu Buana, green finance dipandang investor sebagai sinyal bahwa perusahaan siap menghadapi risiko lingkungan dan perubahan regulasi. Di sektor energi yang penuh ketidakpastian, langkah menuju keberlanjutan dapat meningkatkan kepercayaan pasar.
Namun, tata kelola perusahaan berperan sebagai mekanisme kontrol. Pengawasan yang kuat membuat investor menilai kebijakan hijau secara lebih rasional, bukan sekadar sebagai citra. Dengan kata lain, governance memastikan investasi hijau dilakukan secara efisien dan berorientasi jangka panjang.
Temuan lain menunjukkan bahwa penggunaan utang berlebih justru menurunkan nilai perusahaan karena meningkatkan risiko finansial. Meski demikian, perusahaan dengan tata kelola yang baik mampu mengelola risiko utang lebih efektif sehingga dampak negatifnya dapat ditekan.
Menariknya, laba perusahaan tidak menjadi faktor utama dalam menentukan nilai pasar sektor energi selama periode penelitian. Investor lebih fokus pada stabilitas jangka panjang dan strategi keberlanjutan dibanding keuntungan sesaat.
Dampak bagi dunia usaha dan kebijakan
Hasil penelitian ini memiliki implikasi luas.
Bagi perusahaan energi, strategi pembiayaan hijau dapat menjadi alat untuk meningkatkan nilai perusahaan, tetapi harus diimbangi dengan tata kelola yang transparan dan akuntabel. Pengelolaan utang juga perlu dilakukan hati-hati agar tidak menurunkan kepercayaan investor.
Bagi investor, penelitian ini menunjukkan bahwa indikator keberlanjutan dan kualitas governance bisa lebih penting daripada laba jangka pendek dalam menilai prospek perusahaan energi.
Bagi pembuat kebijakan, temuan ini mendukung pentingnya regulasi yang mendorong praktik keuangan berkelanjutan sekaligus memperkuat standar tata kelola perusahaan.
Profil penulis penelitian
Keduanya meneliti hubungan antara keuangan berkelanjutan, struktur modal, dan governance terhadap nilai perusahaan di sektor strategis Indonesia.
Sumber penelitian
Mardhiah, A., & Risman, A. (2026). Moderating Role of Good Corporate Governance in the Effects of Green Finance, Leverage, and Profitability on Firm Value. Asian Journal of Applied Business and Management, Vol. 5 No. 1, 2026. DOI: https://doi.org/10.55927/ajabm.v5i1.16
0 Komentar