Pengaruh Literasi Keuangan dan Gaya Hidup Hedonistik terhadap Pengelolaan Keuangan Pribadi Guru dan Karyawan di SMP Negeri 3 Ambon


FORMOSA NEWS-Maluku

Literasi Keuangan dan Kebiasaan Gaya Hidup Sangat Mempengaruhi Pengelolaan Uang Guru di Ambon

Literasi keuangan dan pola gaya hidup secara signifikan membentuk cara guru dan staf sekolah mengelola keuangan pribadi mereka di SMP Negeri 3 Ambon, menurut sebuah studi tahun 2026 yang dilakukan oleh Roy Seleky, S.E., M.Si., dari Universitas Pattimura. Penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Integrative Research ini mengungkapkan bahwa pengetahuan keuangan dan kecenderungan gaya hidup hedonistik secara bersama-sama menjelaskan lebih dari 80 persen variasi dalam pengelolaan keuangan pribadi di kalangan pendidik. Temuan ini menyoroti kebutuhan mendesak akan pendidikan keuangan yang lebih kuat di kalangan pegawai sektor publik.

Roy Seleky dari Universitas Pattimura meneliti seberapa baik guru dan staf di SMP Negeri 3 Ambon memahami konsep keuangan dan bagaimana pilihan gaya hidup mereka memengaruhi perilaku pengeluaran. Studi ini penting karena gaji bulanan tetap tidak secara otomatis menjamin stabilitas keuangan. Banyak responden melaporkan kesulitan mengelola pengeluaran meskipun memiliki pendapatan tetap.

Meningkatnya Biaya Hidup dan Tekanan Konsumen

Upah minimum regional Ambon berada di angka Rp2,8 juta per bulan. Meskipun pendapatan yang stabil memberikan keamanan, kenaikan biaya hidup dan tren konsumsi sosial seringkali menyebabkan tekanan finansial. Guru yang diwawancarai dalam penelitian ini mengakui bahwa gaji bulanan mereka seringkali habis sebelum gajian berikutnya.

Literasi keuangan memainkan peran sentral dalam mencegah pola ini. Ini mencakup keterampilan praktis seperti penganggaran, menabung, mengelola utang, memahami asuransi, dan merencanakan investasi. Tanpa keterampilan ini, individu lebih cenderung melakukan pembelian impulsif.

Pada saat yang sama, pilihan gaya hidup juga penting. Gaya hidup hedonistik—yang ditandai dengan memprioritaskan kesenangan, tren, dan kepuasan pribadi—dapat memengaruhi keputusan pengeluaran. Paparan media sosial dan pengaruh teman sebaya semakin mendorong konsumsi yang tidak penting.

Menurut Roy Seleky dari Universitas Pattimura, perilaku keuangan dibentuk tidak hanya oleh pendapatan tetapi juga oleh pengetahuan dan kebiasaan sehari-hari. Literasi yang lebih baik membantu individu untuk menahan pengeluaran yang tidak perlu dan membangun ketahanan keuangan jangka panjang.

Pendekatan Penelitian yang Sederhana dan Langsung

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan sensus. Seluruh 35 guru dan staf di SMP Negeri 3 Ambon berpartisipasi dalam penelitian ini. Alih-alih hanya mengambil sampel sebagian populasi, Roy Seleky mengumpulkan data dari setiap karyawan untuk memastikan hasil yang komprehensif.

Pengumpulan data meliputi:

- Kuesioner terstruktur menggunakan skala lima poin

- Wawancara dengan responden terpilih

- Analisis statistik menggunakan perangkat lunak SPSS

Penelitian ini berfokus pada tiga variabel utama:

- Literasi Keuangan

- Gaya Hidup Hedonistik

- Manajemen Keuangan Pribadi

Sebelum analisis, data melewati uji validitas dan reliabilitas, memastikan konsistensi dan akurasi. Model statistik juga diuji untuk memastikan bahwa hasilnya stabil dan dapat diandalkan.

Temuan Utama: Pengetahuan Adalah yang Terpenting

Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan signifikan antara literasi keuangan dan manajemen keuangan.

Temuan utama meliputi:

-Literasi keuangan secara signifikan meningkatkan manajemen keuangan pribadi.

-Gaya hidup hedonistik juga secara signifikan memengaruhi keputusan keuangan.

-Bersama-sama, kedua faktor tersebut menjelaskan 80,1% perilaku manajemen keuangan di antara responden (R² = 0,801).

Analisis statistik menunjukkan:

-Literasi keuangan memiliki dampak positif yang kuat (tingkat signifikansi 0,003).

-Gaya hidup hedonistik juga menunjukkan pengaruh yang signifikan (tingkat signifikansi 0,001).

Di antara kedua faktor tersebut, literasi keuangan muncul sebagai variabel dominan.

Roy Seleky dari Universitas Pattimura menjelaskan bahwa individu yang memahami penganggaran dan perencanaan keuangan lebih cenderung menabung secara teratur, mencatat pengeluaran, dan menghindari utang yang berlebihan. Ia menekankan bahwa pengetahuan keuangan secara langsung memperkuat disiplin pengambilan keputusan.

Implikasi Praktis bagi Pendidik dan Pembuat Kebijakan

Studi ini memberikan rekomendasi yang jelas bagi sekolah dan lembaga pemerintah.
Untuk sekolah:
- Menyelenggarakan lokakarya literasi keuangan internal.
- Mendorong guru untuk menggunakan alat penganggaran dan aplikasi pelacakan keuangan.
Untuk pembuat kebijakan:
- Memperkuat program pendidikan keuangan bagi pegawai negeri sipil.
- Mengintegrasikan literasi keuangan ke dalam program pengembangan profesional.
Untuk individu:
- Memprioritaskan kebutuhan pokok daripada pengeluaran gaya hidup.
- Mengalokasikan pendapatan untuk tabungan dan dana darurat.
- Mengevaluasi kebiasaan konsumsi secara teratur.
Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan literasi keuangan dapat mengurangi stres keuangan di kalangan pendidik dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.

Dampak Sosial yang Lebih Luas

Kesalahan pengelolaan keuangan tidak terbatas pada kelompok berpenghasilan rendah. Bahkan para profesional dengan gaji stabil pun dapat menghadapi ketidakstabilan keuangan tanpa pengetahuan dan disiplin yang tepat. Studi dari Universitas Pattimura ini memperkuat gagasan bahwa faktor perilaku memainkan peran utama dalam stabilitas ekonomi.
Dengan menyoroti pengaruh gabungan antara pengetahuan dan gaya hidup, penelitian Roy Seleky berkontribusi pada diskusi keuangan perilaku di Indonesia. Penelitian ini juga menawarkan wawasan praktis untuk meningkatkan ketahanan keuangan di tingkat akar rumput.
Studi selanjutnya didorong untuk mengeksplorasi faktor-faktor tambahan seperti motivasi kerja, pengendalian diri, dan kinerja pekerjaan untuk memperdalam pemahaman tentang perilaku keuangan di kalangan pegawai negeri.

Profil Penulis

Roy Seleky, S.E., M.Si.
Dosen dan peneliti di Universitas Pattimura, Ambon, Indonesia.
Bidang keahlian: Manajemen keuangan dan keuangan perilaku, dengan fokus pada literasi keuangan dan perilaku keuangan pribadi di kalangan pendidik dan pegawai negeri.
Roy Seleky aktif melakukan penelitian tentang pengambilan keputusan keuangan dan pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat.

Sumber Penelitian

Seleky, Roy. 2026.
“Pengaruh Literasi Keuangan dan Gaya Hidup Hedonistik terhadap Manajemen Keuangan Pribadi Guru dan Pegawai di SMP Negeri 3 Ambon.”
International Journal of Integrative Research (IJIR), Vol. 4 No. 1, 2026.
URL Resmi: https://mrymultitechpublisher.my.id/index.php/ijir

Posting Komentar

0 Komentar