Pengaruh Digitalisasi Keuangan dan Kepemilikan Institusional terhadap Nilai Perusahaan dengan Green Finance sebagai Mediator

Ilustrasi by AI

FORMOSA NEWS - Jakarta Digitalisasi dan Kepemilikan Institusional Dorong Nilai Perusahaan Fintech di Indonesia.Penelitian yang  dilakukan oleh chtiara Khaira dan Sri Marti Pramudena dari Universitas Mercu Buana dipublikasikan di Asian Journal of Applied Business and Management (AJABM), Vol. 5 No. 1, Februari 2026.

Penelitian yang  dilakukan oleh chtiara Khaira dan Sri Marti Pramudena ini menganalisis pengaruh digitalisasi keuangan dan kepemilikan institusional terhadap nilai perusahaan, dengan green finance sebagai variabel mediasi, pada perusahaan startup fintech yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2024.

Digitalisasi Belum Tentu Meningkatkan Valuasi

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi finansial, banyak perusahaan berlomba-lomba mengadopsi inovasi digital. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi keuangan tidak berpengaruh langsung terhadap nilai perusahaan.

Temuan ini mengindikasikan bahwa adopsi teknologi saja belum cukup untuk meningkatkan persepsi pasar. Investor ternyata lebih mempertimbangkan faktor tata kelola dan struktur kepemilikan perusahaan.

Peran Penting Kepemilikan Institusional

Penelitian menemukan bahwa kepemilikan institusional berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Kehadiran investor institusi dinilai mampu meningkatkan pengawasan, transparansi, serta kredibilitas perusahaan di mata pasar.

Artinya, semakin besar proporsi kepemilikan oleh institusi, semakin tinggi tingkat kepercayaan investor terhadap prospek perusahaan.

Green Finance Belum Menjadi Mediator Kuat

Meskipun digitalisasi keuangan berpengaruh positif terhadap penerapan green finance, variabel ini belum mampu meningkatkan nilai perusahaan secara signifikan dan tidak berhasil memediasi hubungan antara digitalisasi maupun kepemilikan institusional terhadap nilai perusahaan.

Hal ini menunjukkan bahwa implementasi green finance masih perlu diperkuat agar memberikan dampak nyata terhadap valuasi pasar.

Implikasi Strategis

Penelitian ini memberikan pesan penting bagi perusahaan fintech di Indonesia:

  • Inovasi digital perlu diimbangi dengan tata kelola yang kuat.
  • Peran investor institusional sangat strategis dalam meningkatkan nilai perusahaan.
  • Strategi keberlanjutan harus diintegrasikan secara substantif, bukan sekadar formalitas.

Studi ini menjadi kontribusi penting dalam literatur mengenai digital finance, corporate governance, dan sustainability di pasar berkembang.

Profil Penulis

Ichtiara Khaira
Sri Marti Pramudena
Universitas Mercu Buana

Sumber Penelitian

Khaira, I., & Pramudena, S. M. (2026).
Artikel ilmiah dipublikasikan dalam Asian Journal of Applied Business and Management (AJABM),
Volume 5, Nomor 1, Februari 2026. DOI: https://doi.org/10.55927/ajabm.v5i1.13

Posting Komentar

0 Komentar