Temuan ini menjadi penting di tengah perubahan dunia bisnis yang sangat cepat akibat digitalisasi, persaingan global, dan ketidakpastian ekonomi. Organisasi tidak lagi cukup hanya memiliki teknologi canggih, tetapi juga membutuhkan kepemimpinan yang adaptif dan budaya kerja yang mendukung pembelajaran berkelanjutan. Tanpa faktor tersebut, perusahaan akan sulit bersaing dan berkembang.
Dunia Kerja Modern Menuntut Kepemimpinan yang Adaptif
Perubahan teknologi dan pasar memaksa organisasi untuk bergerak lebih cepat dan responsif. Model kepemimpinan tradisional yang kaku dan hierarkis sering kali tidak mampu mengikuti perubahan ini.
Kepemimpinan agile menawarkan pendekatan yang lebih fleksibel. Pemimpin agile mendorong kolaborasi, inovasi, dan pembelajaran terus-menerus. Mereka juga lebih terbuka terhadap ide baru dan mampu mengambil keputusan dengan cepat berdasarkan informasi yang tersedia.
Menurut Gina Hafsari Arifin dan tim dari Universitas Pakuan, kepemimpinan memiliki pengaruh besar terhadap lingkungan kerja, budaya belajar, dan kemampuan organisasi dalam memanfaatkan data.
Selain kepemimpinan, penelitian ini juga menyoroti dua faktor penting lainnya:
- Iklim organisasi, yaitu suasana kerja dan hubungan antar karyawan
- Budaya belajar, yaitu sejauh mana organisasi mendorong pembelajaran berkelanjutan
Kedua faktor ini berperan penting dalam meningkatkan kemampuan business intelligence dan kinerja organisasi.
Survei terhadap 210 Manajer Mengungkap Hubungan Kuat
Penelitian ini melibatkan 210 manajer dari berbagai organisasi. Para peneliti mengumpulkan data melalui kuesioner untuk mengukur hubungan antara kepemimpinan agile, iklim organisasi, budaya belajar, kemampuan business intelligence, dan kinerja organisasi.
Business intelligence sendiri merupakan kemampuan organisasi untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menggunakan data dalam pengambilan keputusan strategis.
Hasil analisis menunjukkan hubungan yang kuat antar variabel.
Beberapa temuan utama:
- Kepemimpinan agile meningkatkan iklim organisasi secara signifikan dengan nilai pengaruh 0,62
- Kepemimpinan agile meningkatkan budaya belajar dengan nilai 0,58
- Iklim organisasi meningkatkan kemampuan business intelligence dengan nilai 0,41
- Budaya belajar meningkatkan kemampuan business intelligence dengan nilai 0,46
- Kemampuan business intelligence memberikan pengaruh terbesar terhadap kinerja organisasi dengan nilai 0,67
Hasil ini menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak hanya berdampak langsung, tetapi juga berdampak tidak langsung melalui budaya dan kemampuan organisasi.
Business Intelligence Menjadi Faktor Penentu Kinerja
Salah satu temuan paling penting adalah peran business intelligence sebagai faktor utama yang mempengaruhi kinerja organisasi.
Organisasi dengan kemampuan business intelligence yang baik mampu:
- Mengambil keputusan lebih cepat
- Meningkatkan efisiensi operasional
- Mengidentifikasi peluang bisnis
- Menghadapi persaingan dengan lebih baik
Gina Hafsari Arifin dari Universitas Pakuan menjelaskan bahwa kepemimpinan agile menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran dan penggunaan data secara efektif.
Hal ini menunjukkan bahwa teknologi saja tidak cukup. Kepemimpinan dan budaya organisasi menentukan keberhasilan penggunaan teknologi tersebut.
Budaya Belajar Meningkatkan Daya Saing Organisasi
Penelitian ini juga menemukan bahwa budaya belajar memiliki pengaruh besar terhadap kinerja organisasi.
Organisasi dengan budaya belajar yang kuat mendorong karyawan untuk:
- Terus meningkatkan keterampilan
- Berbagi pengetahuan
- Belajar dari pengalaman
- Beradaptasi dengan perubahan
Budaya ini membuat organisasi lebih fleksibel dan siap menghadapi tantangan.
Budaya belajar juga memperkuat kemampuan business intelligence karena karyawan lebih mampu memahami dan menggunakan data.
Tim peneliti dari Universitas Pakuan menegaskan bahwa pembelajaran berkelanjutan membantu organisasi meningkatkan kinerja jangka panjang.
Iklim Organisasi Mendukung Kolaborasi
Selain budaya belajar, iklim organisasi juga berperan penting.
Iklim organisasi yang positif ditandai oleh:
- Hubungan kerja yang baik
- Komunikasi terbuka
- Kepercayaan antara karyawan dan pimpinan
- Kerja sama tim yang kuat
Lingkungan kerja seperti ini mendorong inovasi dan penggunaan data yang lebih efektif.
Organisasi dengan iklim kerja yang baik lebih mudah meningkatkan kinerja mereka.
Dampak Penting bagi Dunia Usaha
Penelitian ini memberikan beberapa pelajaran penting bagi organisasi dan pemimpin.
Bagi pimpinan organisasi
Mengembangkan kepemimpinan agile dapat meningkatkan kinerja organisasi secara signifikan.
Bagi perusahaan
Membangun budaya belajar dan lingkungan kerja yang positif membantu meningkatkan kemampuan dan daya saing.
Bagi dunia bisnis
Investasi pada pengembangan kepemimpinan dan pembelajaran karyawan dapat memberikan manfaat jangka panjang.
Menurut Gina Hafsari Arifin dan tim dari Universitas Pakuan, kepemimpinan agile membantu organisasi meningkatkan kinerja melalui penguatan budaya belajar dan kemampuan business intelligence.
Penting dalam Era Transformasi Digital
Penelitian ini sangat relevan dengan era transformasi digital saat ini.
Banyak organisasi berinvestasi pada teknologi, tetapi tidak semuanya berhasil meningkatkan kinerja.
Keberhasilan penggunaan teknologi sangat bergantung pada kepemimpinan dan budaya organisasi.
Organisasi yang memiliki pemimpin agile dan budaya belajar yang kuat lebih siap menghadapi perubahan.
Hal ini membuat mereka lebih kompetitif dan berkelanjutan.
Profil Penulis
Gina Hafsari Arifin adalah dosen dan peneliti di Universitas Pakuan, Indonesia, dengan keahlian di bidang manajemen, kepemimpinan, dan perilaku organisasi.
Eri Sarimanah adalah akademisi di Universitas Pakuan yang fokus pada manajemen sumber daya manusia dan pengembangan organisasi.
Dian Wulandari adalah peneliti di Universitas Pakuan dengan bidang keahlian manajemen strategis dan kinerja organisasi.
Ketiga peneliti ini aktif melakukan penelitian tentang kepemimpinan dan kinerja organisasi di era digital.
Sumber Penelitian
Arifin, Gina Hafsari., Sarimanah, Eri., dan Wulandari, Dian. 2026.
“The Role of Agile Leadership, Organizational Climate, and Learning Culture.”
International Journal of Management and Business Intelligence, Vol. 4 No. 1, 2026.
DOI: https://doi.org/10.59890/ijmbi.v4i1.317
0 Komentar