Uji Statistik Ungkap Skala Rasa Bersalah Remaja Perlu Penyempurnaan di Indonesia

AI Generated Ilustration

FORMOSA NEWS - Medan - Alat ukur psikologi yang banyak digunakan untuk menilai rasa bersalah pada remaja, TOSCA-3 (Test of Self-Conscious Affect 3), terbukti reliabel namun masih memerlukan penyempurnaan agar lebih akurat digunakan di Indonesia. Temuan ini diungkap oleh Syahri Hidayahni Syam Nasution, M.Psi., bersama Debby Anggraini Daulay, M.Psi., peneliti dari Universitas Sumatera Utara, dalam artikel ilmiah yang terbit pada 2026 di Indonesian Journal of Education and Psychological Science (IJEPS).

Rasa bersalah merupakan emosi moral penting dalam perkembangan psikologis remaja. Emosi ini berperan mendorong tanggung jawab, evaluasi diri, serta perbaikan hubungan sosial. Karena itu, keakuratan alat ukur rasa bersalah menjadi krusial, baik untuk penelitian, layanan psikologi, maupun kebijakan pendidikan dan kesehatan mental remaja.

Mengapa Rasa Bersalah Remaja Perlu Diukur dengan Tepat

Pada masa remaja, individu mulai membangun sistem nilai moral yang lebih matang. Ketika melakukan kesalahan, rasa bersalah dapat menjadi mekanisme internal yang mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih positif. Remaja yang mampu merasakan dan mengelola rasa bersalah secara sehat cenderung lebih bertanggung jawab, peduli pada orang lain, dan mampu memperbaiki relasi sosial yang terganggu.

Sebaliknya, rasa bersalah yang tidak terukur atau tidak dipahami dengan tepat berpotensi menjadi beban psikologis. Dalam konteks ini, kehadiran instrumen pengukuran yang valid dan reliabel sangat penting. TOSCA-3, yang dikembangkan oleh June Tangney dan Ronda Dearing, merupakan salah satu skala yang paling sering digunakan secara internasional untuk mengukur emosi moral seperti rasa bersalah dan malu.

Namun, sebagian besar pengembangan dan pengujian TOSCA-3 dilakukan di luar Indonesia. Hal ini menimbulkan pertanyaan penting: seberapa baik skala tersebut bekerja ketika digunakan pada remaja Indonesia dengan latar budaya yang berbeda?

Cara Penelitian Dilakukan

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, tim peneliti dari Universitas Sumatera Utara melakukan pengujian statistik mendalam terhadap TOSCA-3 versi adaptasi Indonesia. Penelitian ini melibatkan 225 remaja berusia 15–19 tahun, yang seluruhnya merupakan siswa sekolah menengah atas.

Data dikumpulkan melalui kuesioner daring, kemudian dianalisis menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA). Analisis ini digunakan untuk melihat apakah struktur delapan aspek rasa bersalah dalam TOSCA-3 benar-benar sesuai dengan data empiris responden Indonesia. Selain itu, peneliti juga menguji reliabilitas, yaitu sejauh mana skala tersebut konsisten dalam mengukur rasa bersalah.

Pendekatan ini memungkinkan peneliti menilai dua hal utama: apakah skala TOSCA-3 dapat dipercaya, dan apakah model pengukurannya sudah cukup tepat menggambarkan pengalaman rasa bersalah remaja Indonesia.

Temuan Utama Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan gambaran yang seimbang antara kekuatan dan keterbatasan instrumen TOSCA-3.

Secara umum, skala ini menunjukkan reliabilitas yang sangat baik. Nilai Cronbach’s alpha sebesar 0,867 dan McDonald’s omega sebesar 0,869 menandakan bahwa item-item dalam skala bekerja secara konsisten dalam mengukur rasa bersalah pada remaja.

Namun, ketika diuji lebih lanjut menggunakan CFA, peneliti menemukan bahwa kecocokan model pengukuran belum sepenuhnya ideal. Beberapa indeks kecocokan, seperti Comparative Fit Index (CFI) dan Tucker-Lewis Index (TLI), berada di bawah standar yang umumnya diterima dalam penelitian psikologi.

Secara ringkas, temuan utama penelitian adalah:

  • Skala TOSCA-3 andal dan konsisten untuk mengukur rasa bersalah remaja.
  • Struktur faktor skala belum sepenuhnya sesuai dengan data remaja Indonesia.
  • Sejumlah item perlu direvisi atau dimodifikasi agar model pengukuran menjadi lebih akurat.

Peneliti juga mengidentifikasi item-item tertentu yang kontribusinya lemah atau menimbulkan tumpang tindih antar aspek, sehingga berpotensi mengganggu ketepatan pengukuran.

Implikasi bagi Dunia Pendidikan dan Psikologi

Temuan ini memiliki dampak penting bagi dunia pendidikan, psikologi, dan kebijakan kesehatan mental remaja. Alat ukur yang reliabel tetapi kurang tepat secara struktural dapat menghasilkan kesimpulan yang kurang akurat jika digunakan tanpa penyesuaian.

Menurut para peneliti, TOSCA-3 masih sangat berguna sebagai dasar pengukuran rasa bersalah. Namun, instrumen ini perlu penyempurnaan item agar lebih sesuai dengan konteks budaya Indonesia. Penyesuaian tersebut penting agar hasil asesmen benar-benar mencerminkan kondisi psikologis remaja, bukan sekadar meniru model dari konteks budaya lain.

Dalam artikelnya, Syahri Hidayahni Syam Nasution dari Universitas Sumatera Utara menekankan bahwa pengembangan alat ukur psikologi lokal merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas riset dan layanan psikologis di Indonesia. Dengan instrumen yang lebih tepat, intervensi pendidikan dan konseling dapat dirancang secara lebih efektif dan berbasis data.

Mendorong Pengembangan Instrumen Psikologi Lokal

Penelitian ini juga menegaskan bahwa Indonesia masih membutuhkan lebih banyak instrumen psikologi yang diuji secara mendalam dalam konteks lokal. Adaptasi dari skala internasional perlu diiringi dengan evaluasi statistik yang ketat, seperti yang dilakukan dalam studi ini.

Ke depan, peneliti merekomendasikan pengujian lanjutan setelah modifikasi item, serta validasi pada kelompok remaja dengan latar belakang budaya dan daerah yang lebih beragam. Langkah ini diharapkan dapat menghasilkan alat ukur rasa bersalah yang lebih akurat, sensitif budaya, dan relevan bagi kebutuhan nasional.

Profil Penulis

Syahri Hidayahni Syam Nasution, M.Psi.
Psikolog dan peneliti di Universitas Sumatera Utara. Bidang keahlian meliputi psikometri, psikologi perkembangan, dan pengukuran psikologis pada remaja.

Debby Anggraini Daulay, M.Psi.
Dosen dan praktisi psikologi di Universitas Sumatera Utara, dengan fokus pada asesmen psikologis dan kesehatan mental remaja.

Sumber Penelitian

Nasution, S. H. S., & Daulay, D. A. (2026). Confirmatory Factor Analysis in the Measurement of the TOSCA-3 Guilt Scale. Indonesian Journal of Education and Psychological Science (IJEPS), Vol. 4 No. 1, 685–692.

Posting Komentar

0 Komentar