Skrining Mata Dini Ungkap Risiko Gangguan Penglihatan Anak Prasekolah di Papua

Ilustrasi By AI
Jayapura- Tim dosen Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih melakukan skrining penglihatan dan edukasi kesehatan mata pada anak prasekolah di Papua sepanjang 2025. Kegiatan yang dipimpin Elisa Nugraha Haryadi Salakay ini dipublikasikan dalam Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari (JPMB) edisi Januari 2026 dan menegaskan pentingnya deteksi dini gangguan penglihatan yang kerap luput dari perhatian orang tua dan pendidik.

Program tersebut dilaksanakan di sejumlah satuan pendidikan anak usia dini dengan melibatkan anak, guru, dan orang tua. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian anak telah mengalami indikasi gangguan penglihatan ringan hingga sedang, meskipun belum pernah menjalani pemeriksaan mata sebelumnya.

Gangguan Penglihatan Anak Sering Terlambat Terdeteksi

Gangguan penglihatan pada anak usia prasekolah sering tidak disadari karena anak belum mampu menyampaikan keluhan secara jelas. Di Papua, keterbatasan akses layanan kesehatan mata memperbesar risiko keterlambatan diagnosis.

Padahal, penglihatan yang terganggu dapat berdampak langsung pada kemampuan belajar, konsentrasi, perkembangan motorik, dan kesiapan anak memasuki pendidikan dasar. Tanpa deteksi dini, gangguan ringan berpotensi berkembang menjadi masalah permanen.

Edukasi dan Pemeriksaan Langsung di Sekolah

Tim Universitas Cenderawasih menerapkan pendekatan berbasis komunitas yang sederhana dan aplikatif. Edukasi kesehatan mata diberikan melalui media visual dan penjelasan langsung kepada guru dan orang tua, mencakup tanda-tanda gangguan penglihatan serta kebiasaan menjaga kesehatan mata anak.

Anak-anak kemudian menjalani skrining penglihatan menggunakan metode pemeriksaan sederhana yang disesuaikan dengan usia prasekolah. Hasil pemeriksaan disampaikan kepada orang tua disertai rekomendasi tindak lanjut jika ditemukan indikasi gangguan.

Temuan Utama Kegiatan

Beberapa temuan penting dari kegiatan ini antara lain:

  • Sebagian anak terindikasi mengalami gangguan penglihatan ringan hingga sedang
  • Mayoritas orang tua belum pernah memeriksakan mata anak sebelumnya
  • Edukasi meningkatkan kesadaran guru dan orang tua terhadap pentingnya kesehatan mata anak

Elisa Nugraha Haryadi Salakay dari Universitas Cenderawasih menegaskan bahwa skrining sederhana di sekolah dapat menjadi langkah awal yang efektif. Deteksi sejak dini memungkinkan penanganan lebih cepat dan mencegah dampak jangka panjang pada perkembangan anak.

Dampak bagi Pendidikan dan Kebijakan Kesehatan Anak

Hasil kegiatan ini memperlihatkan bahwa skrining penglihatan berbasis sekolah dapat menjadi solusi praktis di daerah dengan keterbatasan layanan kesehatan mata. Model ini dinilai relevan untuk direplikasi di wilayah lain, terutama di kawasan timur Indonesia.

Integrasi edukasi kesehatan mata ke dalam program sekolah dan pengabdian masyarakat dapat membantu meningkatkan kesiapan belajar anak serta mendukung kebijakan pencegahan gangguan penglihatan sejak usia dini.

Profil Penulis

  • Elisa Nugraha Haryadi Salakay - Universitas Cendrawasih 
  • Grace Fitriana Primasari Hau Mahu - Universitas Cenderawasih
  • Samuel Octovianus Dimara - Universitas Cenderawasih
  • Maryam Kathrien Labobar - Universitas Cenderawasih
  • Eka Dian Ayu Agustina Fatem - Universitas Cenderawasih

Sumber

Salakay, E. N. H., Hau Mahu, G. F. P., Dimara, S. O., Labobar, M. K., & Fatem, E. D. A. A. (2026).
Seeing the Future: Community-Based Vision Screening and Eye Health Education for Preschool Children in Papua, Indonesia.
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari (JPMB), Vol. 5 No. 1, 45–56.
DOI: https://doi.org/10.55927/jpmb.v5i1.577
URL: https://nblformosapublisher.org/index.php/jpmb

Posting Komentar

0 Komentar