Temuan ini penting karena inklusi keuangan merupakan agenda nasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, menekan kemiskinan, dan mengurangi kesenjangan wilayah. Kehadiran agen Laku Pandai mendekatkan layanan perbankan ke masyarakat, khususnya kelompok yang selama ini sulit menjangkau bank konvensional.
Mengapa Akses Keuangan Menjadi Masalah
Sebagian warga Percut Sei Tuan harus menempuh perjalanan jauh ke Kota Medan hanya untuk membuka rekening, menabung, atau melakukan transaksi sederhana. Biaya transportasi dan keterbatasan waktu membuat banyak masyarakat, terutama pekerja informal dan pelaku usaha kecil, memilih transaksi tunai atau layanan informal.
Untuk menjawab persoalan tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Laku Pandai, yaitu layanan keuangan tanpa kantor yang dijalankan melalui kerja sama bank dengan agen di tingkat komunitas. Agen-agen ini memanfaatkan teknologi digital untuk melayani transaksi perbankan dasar di lingkungan masyarakat.
Cara Penelitian Dilakukan
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Data dikumpulkan dari agen Laku Pandai—khususnya agen BRI Link—aparatur pemerintah setempat, serta masyarakat pengguna layanan di Kecamatan Percut Sei Tuan. Pendekatan ini memberikan gambaran nyata tentang praktik layanan keuangan di tingkat lokal.
Temuan Utama Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Laku Pandai memberikan dampak nyata terhadap akses layanan keuangan masyarakat, antara lain:
- Masyarakat dapat membuka rekening, menabung, mentransfer dana, dan membayar tagihan langsung di lingkungan tempat tinggal.
- Agen BRI Link melayani sekitar 100–200 transaksi per hari, terutama saat penyaluran bantuan sosial.
- Biaya dan waktu transaksi berkurang signifikan, sehingga masyarakat lebih sering menggunakan layanan perbankan.
- Kepercayaan terhadap bank meningkat karena agen umumnya merupakan tokoh lokal yang sudah dikenal warga.
Menurut Sofyana Zulfi dari Universitas Sumatera Utara, kedekatan sosial antara agen dan masyarakat menjadi faktor kunci keberhasilan program ini dalam mendorong penggunaan layanan keuangan formal.
Tantangan di Lapangan
Meski dinilai efektif, implementasi Laku Pandai masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain:
- Rendahnya literasi keuangan dan digital, terutama pada kelompok lanjut usia.
- Keterbatasan jaringan internet di beberapa wilayah, yang mengganggu kelancaran transaksi.
- Kapasitas agen yang terbatas, baik dari sisi modal transaksi maupun pengamanan.
- Risiko penipuan, sehingga agen perlu aktif memberikan edukasi kepada masyarakat.
Tantangan ini menunjukkan bahwa peningkatan akses harus dibarengi dengan penguatan edukasi, infrastruktur, dan pengawasan.
Dampak bagi Ekonomi Lokal
Selain memudahkan akses, Laku Pandai juga berdampak positif pada perekonomian lokal. Sejumlah agen melaporkan peningkatan pendapatan hingga 30 persen. Pelaku usaha kecil semakin mudah melakukan pembayaran kepada pemasok dan mengelola arus kas. Program ini juga mendorong masyarakat terbiasa dengan transaksi non-tunai dan layanan digital.
Para penulis menegaskan bahwa Laku Pandai tidak hanya berfungsi sebagai layanan perbankan, tetapi juga sebagai katalis pertumbuhan ekonomi masyarakat akar rumput.
Implikasi Kebijakan
Penelitian ini merekomendasikan agar OJK dan pemerintah daerah terus memperluas cakupan Laku Pandai dengan memperkuat pelatihan agen, meningkatkan kualitas infrastruktur digital, serta memperketat perlindungan konsumen. Perbankan diharapkan meningkatkan dukungan teknologi dan pendampingan agen, sementara edukasi keuangan masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Profil Penulis
- Sofyana Zulfi, S.AP. - Universitas Sumatera Utara
- Asima Yanty S. Siahaan, S.Sos., M.Si. - Universitas Sumatera Utara
- Tunggul Sihombing, S.Sos., M.Si. - Universitas Sumatera Utara
Sumber Penelitian
Zulfi, S., Siahaan, A. Y. S., & Sihombing, T. (2026).
Implementation of Officeless Financial Services Program in the Framework of Inclusive Financial (Laku Pandai) to Improve Accessibility of Financial Services to the Community in Percut Sei Tuan District.
International Journal of Business and Applied Economics, Vol. 5 No. 1.
DOI: 10.55927/ijbae.v5i1.522
URL resmi: https://nblformosapublisher.org/index.php/ijbae

0 Komentar