Pengaruh Kompetensi dan Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Melalui Kepuasan Kerja Staf Pendidikan di Universitas Hkbp Nommensen Medan


Ilustrasi by AI
Medan-Kinerja tenaga kependidikan di Universitas HKBP Nommensen Medan terbukti dipengaruhi secara signifikan oleh kompetensi dan gaya kepemimpinan, dengan kepuasan kerja berperan sebagai penguat utama. Temuan ini diungkapkan oleh Maris Stella Sitorus, Yeni Absah, dan Parapat Gultom dari Universitas Sumatera Utara dalam penelitian yang dipublikasikan pada Januari 2026 di International Journal of Business and Applied Economics (IJBAE).

Penelitian ini penting karena kualitas layanan administrasi dan non-akademik di perguruan tinggi sangat bergantung pada kinerja tenaga kependidikan. Data internal Universitas HKBP Nommensen menunjukkan adanya fluktuasi dan penurunan kualitas kinerja dalam beberapa tahun terakhir, sehingga diperlukan kajian mendalam mengenai faktor-faktor penentunya.

Latar Belakang Masalah

Di tengah tuntutan globalisasi dan percepatan teknologi, perguruan tinggi tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sistem pendukung yang profesional. Tenaga kependidikan memegang peran strategis dalam memastikan layanan akademik berjalan efektif. Namun, kompetensi individu tanpa dukungan kepemimpinan yang tepat berpotensi tidak menghasilkan kinerja optimal.

Selain itu, temuan penelitian sebelumnya menunjukkan hasil yang beragam mengenai pengaruh kompetensi dan kepemimpinan terhadap kinerja, sehingga membuka ruang untuk menempatkan kepuasan kerja sebagai faktor penjelas yang lebih komprehensif.

Metodologi Singkat

Penelitian ini melibatkan 153 tenaga kependidikan Universitas HKBP Nommensen Medan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan pendekatan statistik modern untuk melihat hubungan langsung dan tidak langsung antarvariabel, yakni kompetensi, gaya kepemimpinan, kepuasan kerja, dan kinerja.

Temuan Utama Penelitian

Hasil analisis menunjukkan beberapa poin penting:

  • Kompetensi meningkatkan kepuasan kerja dan kinerja

Tenaga kependidikan dengan kemampuan pemecahan masalah dan adaptasi tinggi cenderung bekerja lebih efektif.

  • Gaya kepemimpinan partisipatif berpengaruh signifikan

Kepemimpinan yang melibatkan staf dalam pengambilan keputusan dan memberi kepercayaan meningkatkan motivasi dan performa kerja.

  • Kepuasan kerja menjadi kunci penguat

Kepuasan kerja terbukti menjadi penghubung yang memperkuat pengaruh kompetensi dan kepemimpinan terhadap kinerja.

  • Model penelitian menjelaskan 71,1% variasi kinerja

Artinya, sebagian besar kinerja tenaga kependidikan dapat dijelaskan oleh tiga faktor utama tersebut.

Dampak dan Implikasi

Temuan ini memberikan pesan kuat bagi pengelola perguruan tinggi. Peningkatan kinerja tidak cukup hanya melalui pelatihan teknis, tetapi juga harus diiringi dengan gaya kepemimpinan yang adil, terbuka, dan partisipatif. Selain itu, sistem karier, pelatihan berkelanjutan, serta penghargaan berbasis kinerja menjadi elemen penting untuk menjaga kepuasan kerja.

Menurut penulis, kepuasan kerja berfungsi sebagai “mesin psikologis” yang mengubah potensi kompetensi dan efektivitas kepemimpinan menjadi kinerja nyata di lapangan.

Profil Singkat Penulis

  • Maris Stella Sitorus, S.E., M.Si. - Universitas Sumatera Utara.
  • Dr. Yeni Absah, M.Si. - Universitas Sumatera Utara.
  • Dr. Parapat Gultom, M.Si. - Universitas Sumatera Utara.

Sumber Penelitian

Sitorus, M. S., Absah, Y., & Gultom, P. (2026).
The Influence of Competence and Leadership Style on Performance Through Job Satisfaction of Educational Staff at HKBP Nommensen University Medan.
International Journal of Business and Applied Economics (IJBAE), Vol. 5 No. 1.
DOI: 10.55927/ijbae.v5i1.555
URL: https://nblformosapublisher.org/index.php/ijbae

Posting Komentar

0 Komentar