Mataram- Transformasi pemerintahan digital terbukti mampu meningkatkan kinerja organisasi sektor publik, tetapi hasilnya sangat bergantung pada kepemimpinan, kualitas sumber daya manusia, dan kesiapan organisasi. Temuan ini diungkapkan oleh Muh Irpan dari Universitas Mataram dalam kajian literatur sistematis yang dipublikasikan pada Januari 2026 di International Journal of Business and Applied Economics (IJBAE).
Kajian ini penting karena banyak negara, termasuk Indonesia, telah menginvestasikan anggaran besar untuk digitalisasi layanan publik. Namun, peningkatan teknologi tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan kinerja lembaga pemerintah. Fenomena ini dikenal sebagai digital productivity paradox, ketika teknologi canggih tidak otomatis menghasilkan layanan publik yang lebih baik.
Teknologi Digital Bukan Solusi Tunggal
Di tengah tekanan globalisasi, keterbatasan fiskal, dan tuntutan masyarakat akan layanan publik yang cepat dan transparan, pemerintah di berbagai negara berlomba menerapkan pemerintahan digital. Namun, menurut Muh Irpan, digitalisasi tidak cukup dipahami sebagai pemindahan layanan ke platform daring.
“Pemerintahan digital adalah transformasi organisasi secara menyeluruh, bukan sekadar penggunaan teknologi,” tulis Irpan dalam kajiannya. Tanpa perubahan budaya kerja, kepemimpinan yang adaptif, dan penguatan kapasitas pegawai, teknologi justru berisiko tidak memberikan dampak nyata.
Metodologi: Menyaring Bukti Global
Penelitian ini menganalisis 22 artikel ilmiah bereputasi internasional yang terbit pada periode 2014–2024. Artikel-artikel tersebut berasal dari basis data Scopus, Web of Science, dan SINTA/Garuda, serta dipilih menggunakan standar PRISMA 2020 untuk memastikan kualitas dan ketelitian kajian.
Studi-studi yang dianalisis mencakup berbagai negara di Asia, Eropa, Afrika, hingga Amerika Latin, sehingga memberikan gambaran komprehensif mengenai praktik pemerintahan digital di berbagai konteks kelembagaan.
Temuan Utama Penelitian
Hasil sintesis menunjukkan beberapa temuan kunci:
- Kinerja meningkat secara bersyarat
Pemerintahan digital berdampak positif pada efisiensi dan kualitas layanan, tetapi efeknya tidak langsung. Sebagian besar peningkatan kinerja terjadi melalui faktor perantara seperti kelincahan organisasi, kepemimpinan digital, dan manajemen SDM.
- Sumber daya manusia lebih menentukan daripada teknologi
Pelatihan pegawai, budaya organisasi, dan kepemimpinan digital terbukti lebih berpengaruh dibandingkan investasi perangkat keras atau sistem informasi semata.
- Kualitas layanan menjadi kunci kepercayaan publik
Digitalisasi hanya meningkatkan kepercayaan dan kepuasan masyarakat jika benar-benar memperbaiki kualitas layanan yang dirasakan warga, seperti kemudahan akses, kecepatan respon, dan keamanan data.
- Konteks daerah sangat menentukan hasil
Perbedaan kapasitas fiskal, infrastruktur, koordinasi antarinstansi, dan kualitas pimpinan menyebabkan dampak pemerintahan digital sangat bervariasi antarwilayah.
- Teknologi canggih perlu pengelolaan cermat
Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) mampu meningkatkan efisiensi, tetapi keterlibatan manusia yang berlebihan justru dapat menurunkan kinerja jika tidak dikelola dengan tepat.
Secara keseluruhan, mayoritas studi menunjukkan bahwa lebih dari 80 persen hubungan antara pemerintahan digital dan kinerja organisasi bersifat tidak langsung, melalui mekanisme organisasi dan manusia.
Implikasi bagi Indonesia dan Negara Berkembang
Temuan ini membawa pesan penting bagi pemerintah, khususnya di negara berkembang. Digitalisasi layanan publik tidak boleh hanya berfokus pada aplikasi, platform, atau sistem baru. Investasi teknologi harus diimbangi dengan:
- pengembangan kompetensi aparatur,
- kepemimpinan yang adaptif dan visioner,
- koordinasi lintas instansi,
- serta desain layanan yang berorientasi pada kebutuhan warga.
Menurut Irpan, pemerintahan digital akan berhasil ketika teknologi diposisikan sebagai alat pendukung, bukan tujuan akhir. Tanpa kesiapan organisasi, digitalisasi justru berpotensi memperlebar kesenjangan layanan dan menurunkan kepercayaan publik.
Profil Singkat Penulis
Muh Irpan, S.E., M.M.
Universitas Mataram.
.
Sumber Penelitian
Irpan, M. (2026).
Digital Government and Public Sector Organizational Performance: A Systematic Literature Review.
International Journal of Business and Applied Economics (IJBAE), Vol. 5 No. 1, Januari 2026, hlm. 53–72.
DOI: 10.55927/ijbae.v5i1.549
URL: https://nblformosapublisher.org/index.php/ijbae

0 Komentar