Penelitian tersebut dilakukan pada Company X di Sidoarjo, sebuah perusahaan hasil penggabungan tiga entitas berbeda yang menghadapi tantangan besar dalam menyatukan budaya kerja. Di tengah situasi dunia usaha yang semakin tidak pasti atau dikenal dengan era VUCA (volatility, uncertainty, complexity, ambiguity), hasil riset ini menjadi relevan bagi banyak organisasi, khususnya BUMN, yang tengah mengandalkan transformasi budaya sebagai strategi bertahan dan tumbuh.
Makna dan Peran Nilai AKHLAK
Nilai AKHLAK bukan sekadar slogan organisasi, melainkan pedoman perilaku yang menuntun pegawai dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Setiap elemen AKHLAK memiliki peran strategis, mulai dari membangun kepercayaan (amanah), meningkatkan profesionalisme (kompeten), menciptakan lingkungan kerja yang sehat (harmonis), hingga mendorong kerja sama lintas unit (kolaboratif).
Implementasi nilai-nilai ini secara konsisten diyakini dapat memperkuat etos kerja, meningkatkan kualitas pelayanan, serta mendorong pencapaian tujuan organisasi secara berkelanjutan.
AKHLAK dan Kinerja Pegawai
Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai AKHLAK berkontribusi positif terhadap peningkatan kinerja pegawai. Pegawai yang memahami dan menerapkan nilai AKHLAK cenderung memiliki tanggung jawab kerja yang lebih tinggi, kemampuan adaptasi yang lebih baik terhadap perubahan, serta komitmen yang kuat terhadap organisasi.
Selain itu, nilai kolaboratif dan harmonis terbukti berperan dalam menciptakan sinergi kerja, mengurangi konflik internal, dan meningkatkan produktivitas tim.
Tantangan Implementasi di Lapangan
Meskipun nilai AKHLAK telah ditetapkan secara formal, penerapannya di lapangan masih menghadapi sejumlah tantangan. Perbedaan pemahaman antarpegawai, budaya kerja lama yang sulit diubah, serta kurangnya keteladanan pimpinan menjadi faktor penghambat utama.
Oleh karena itu, diperlukan strategi penguatan budaya organisasi melalui pelatihan berkelanjutan, komunikasi internal yang efektif, serta evaluasi kinerja berbasis nilai.
Kesimpulan
Nilai AKHLAK memiliki peran penting dalam membentuk budaya kerja yang berintegritas dan berorientasi pada kinerja. Ketika nilai-nilai ini diinternalisasikan secara konsisten, organisasi berpeluang besar untuk mencapai kinerja yang lebih efektif, adaptif, dan berkelanjutan.
Profil Penulis
Ainun Is Yuni Zafirah, S.M.
Peneliti Manajemen Sumber Daya Manusia
Universitas Negeri Surabaya
Dr. Jun Surjanti, S.E., M.Si.
Dosen dan Peneliti Bidang Manajemen
Universitas Negeri Surabaya
Sumber Jurnal Ilmiah
Zafirah, A. I. Y., & Surjanti, J. (2026). The Influence of Core Values AKHLAK on Job Performance through Work Engagement as an Intervening Variable on Employees Company X in Sidoarjo. East Asian Journal of Multidisciplinary Research, Vol. 5 No. 1, 13–28.
DOI: https://doi.org/10.55927/eajmr.v5i1.552
link jurnal : https://mtiformosapublisher.org/index.php/eajmr

0 Komentar