Menguatkan Kinerja Organisasi melalui Implementasi Nilai AKHLAK


Ilustrasi by AI

Surabaya- Nilai inti AKHLAK terbukti berperan langsung dalam meningkatkan kinerja karyawan sebuah perusahaan BUMN di Sidoarjo. Temuan ini diungkap oleh Ainun Is Yuni Zafirah dan Jun Surjanti dari Universitas Negeri Surabaya melalui riset yang dipublikasikan pada 2026 di East Asian Journal of Multidisciplinary Research. Studi ini penting karena memberikan bukti empiris bahwa penguatan nilai organisasi mampu menjaga kinerja sumber daya manusia, bahkan di tengah dinamika perubahan budaya kerja pasca-merger perusahaan.

Penelitian tersebut dilakukan pada Company X di Sidoarjo, sebuah perusahaan hasil penggabungan tiga entitas berbeda yang menghadapi tantangan besar dalam menyatukan budaya kerja. Di tengah situasi dunia usaha yang semakin tidak pasti atau dikenal dengan era VUCA (volatility, uncertainty, complexity, ambiguity), hasil riset ini menjadi relevan bagi banyak organisasi, khususnya BUMN, yang tengah mengandalkan transformasi budaya sebagai strategi bertahan dan tumbuh.

Makna dan Peran Nilai AKHLAK

Nilai AKHLAK bukan sekadar slogan organisasi, melainkan pedoman perilaku yang menuntun pegawai dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Setiap elemen AKHLAK memiliki peran strategis, mulai dari membangun kepercayaan (amanah), meningkatkan profesionalisme (kompeten), menciptakan lingkungan kerja yang sehat (harmonis), hingga mendorong kerja sama lintas unit (kolaboratif).

Implementasi nilai-nilai ini secara konsisten diyakini dapat memperkuat etos kerja, meningkatkan kualitas pelayanan, serta mendorong pencapaian tujuan organisasi secara berkelanjutan.

AKHLAK dan Kinerja Pegawai

Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai AKHLAK berkontribusi positif terhadap peningkatan kinerja pegawai. Pegawai yang memahami dan menerapkan nilai AKHLAK cenderung memiliki tanggung jawab kerja yang lebih tinggi, kemampuan adaptasi yang lebih baik terhadap perubahan, serta komitmen yang kuat terhadap organisasi.

Selain itu, nilai kolaboratif dan harmonis terbukti berperan dalam menciptakan sinergi kerja, mengurangi konflik internal, dan meningkatkan produktivitas tim.

Tantangan Implementasi di Lapangan

Meskipun nilai AKHLAK telah ditetapkan secara formal, penerapannya di lapangan masih menghadapi sejumlah tantangan. Perbedaan pemahaman antarpegawai, budaya kerja lama yang sulit diubah, serta kurangnya keteladanan pimpinan menjadi faktor penghambat utama.

Oleh karena itu, diperlukan strategi penguatan budaya organisasi melalui pelatihan berkelanjutan, komunikasi internal yang efektif, serta evaluasi kinerja berbasis nilai.

Kesimpulan

Nilai AKHLAK memiliki peran penting dalam membentuk budaya kerja yang berintegritas dan berorientasi pada kinerja. Ketika nilai-nilai ini diinternalisasikan secara konsisten, organisasi berpeluang besar untuk mencapai kinerja yang lebih efektif, adaptif, dan berkelanjutan.

Profil Penulis

Ainun Is Yuni Zafirah, S.M.
Peneliti Manajemen Sumber Daya Manusia
Universitas Negeri Surabaya

Dr. Jun Surjanti, S.E., M.Si.
Dosen dan Peneliti Bidang Manajemen
Universitas Negeri Surabaya

Sumber Jurnal Ilmiah

Zafirah, A. I. Y., & Surjanti, J. (2026). The Influence of Core Values AKHLAK on Job Performance through Work Engagement as an Intervening Variable on Employees Company X in Sidoarjo. East Asian Journal of Multidisciplinary Research, Vol. 5 No. 1, 13–28.
DOI: https://doi.org/10.55927/eajmr.v5i1.552

link jurnal : https://mtiformosapublisher.org/index.php/eajmr

Posting Komentar

0 Komentar