Malang — Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di pesantren kini memiliki alternatif baru yang lebih menarik dan relevan bagi siswa usia dini. Arie Wildana Sakti, dosen Universitas Muhammadiyah Malang, merancang media pembelajaran interaktif berbasis storytelling untuk membantu santri kelas 1 memahami kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW secara lebih mendalam dan bermakna. Riset ini dipublikasikan pada Januari 2026 dalam International Journal of Education and Life Sciences (IJELS).
Media yang diberi judul “Eternal Light: The Story of the Birth of the Prophet Muhammad SAW” ini memadukan cerita naratif dengan dukungan visual, audio, dan video sederhana. Pendekatan tersebut dinilai penting karena pembelajaran Tarikh selama ini kerap dianggap membosankan akibat metode ceramah dan hafalan yang dominan. Akibatnya, siswa kesulitan memahami konteks sejarah dan nilai moral yang terkandung di dalamnya.
Berangkat dari kondisi tersebut, Arie Wildana Sakti mengembangkan media pembelajaran yang menempatkan cerita sebagai pusat proses belajar. Kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW disampaikan secara runtut dan emosional, disertai ilustrasi visual untuk membantu siswa membayangkan peristiwa sejarah yang bersifat abstrak.
Penelitian ini dilakukan di Pesantren Ibrarul Walidain, Malang, dengan pendekatan pengembangan media pembelajaran. Prosesnya dimulai dari pemetaan kebutuhan belajar siswa dan guru, dilanjutkan dengan perancangan media yang mudah diterapkan menggunakan sarana sederhana seperti slide visual, gambar cetak, dan audio narasi. Model ini dirancang agar dapat digunakan secara fleksibel sesuai kondisi fasilitas pesantren.
Hasil kajian menunjukkan bahwa media storytelling interaktif mampu meningkatkan perhatian siswa selama pembelajaran berlangsung. Penyajian materi dalam bentuk cerita membuat siswa lebih mudah mengingat alur peristiwa, tokoh, serta pesan moral yang disampaikan. Media ini juga dinilai efektif menjangkau berbagai gaya belajar, baik visual, auditori, maupun kinestetik.
Selain aspek kognitif, pembelajaran berbasis storytelling turut memperkuat dimensi afektif siswa. Kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW tidak hanya dipahami sebagai peristiwa sejarah, tetapi juga menjadi sarana penanaman nilai cinta kepada Nabi, keteladanan akhlak, serta sikap kebaikan dan kasih sayang.
Meski demikian, penelitian ini juga mencatat sejumlah catatan penting. Efektivitas storytelling sangat bergantung pada kemampuan guru dalam menyampaikan cerita secara ekspresif dan terstruktur. Selain itu, tanpa panduan yang jelas, terdapat risiko terjadinya distorsi cerita sejarah jika guru menambahkan unsur yang tidak bersumber dari referensi sirah yang sahih.
Implikasi dan Dampak
Temuan ini memiliki implikasi luas bagi dunia pendidikan Islam. Media storytelling interaktif dapat menjadi solusi praktis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran SKI di pesantren dan madrasah, khususnya pada jenjang pendidikan dasar. Penelitian ini juga menegaskan pentingnya pelatihan guru dalam teknik storytelling serta penyediaan naskah cerita terstandar agar pembelajaran tetap akurat dan konsisten.
Menurut Arie Wildana Sakti dari Universitas Muhammadiyah Malang, pendekatan berbasis cerita memungkinkan siswa “tidak sekadar menghafal sejarah, tetapi memahami makna dan nilai yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.”
Ke depan, media ini berpotensi dikembangkan untuk materi sejarah Islam lainnya, termasuk kisah para sahabat Nabi dan perkembangan peradaban Islam, serta diuji langsung dalam praktik pembelajaran kelas.
Profil Penulis
Arie Wildana Sakti :
Universitas Muhammadiyah Malang
Sumber Penelitian
Sakti, Arie Wildana. Interactive Media Design Based on Storytelling for the SKI Material “The Story of the Birth of the Prophet Muhammad SAW”.
International Journal of Education and Life Sciences (IJELS), Vol. 4 No. 1, 2026.
DOI: https://doi.org/10.59890/ijels.v4i1.255
URL: https://ntlmultitechpublisher.my.id/index.php/ijels/article/view/255

0 Komentar