Penelitian ini menyoroti kondisi tenaga kerja muda di Tangerang Selatan, wilayah penyangga Jakarta yang berkembang pesat sebagai pusat bisnis dan ekonomi digital. Studi tersebut menunjukkan bahwa kemampuan teknologi saja tidak cukup untuk mendorong kinerja optimal tanpa diiringi keterlibatan psikologis karyawan dalam pekerjaannya.
Transformasi Digital Ubah Pola Kerja Generasi Z
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara bekerja di berbagai sektor, mulai dari komunikasi, pengelolaan data, hingga pengambilan keputusan. Generasi Z sering dianggap sebagai generasi yang paling adaptif terhadap teknologi. Namun, penelitian ini menegaskan bahwa adaptasi digital perlu dibarengi dengan kemampuan mengelola informasi, bekerja kolaboratif secara daring, dan memanfaatkan teknologi secara produktif.
Tanpa kompetensi digital yang memadai, penggunaan teknologi justru berpotensi menurunkan efektivitas kerja dan fokus karyawan.
Survei pada Pekerja Generasi Z
Penelitian dilakukan dengan melibatkan 100 responden generasi Z yang bekerja di berbagai sektor usaha di Kota Tangerang Selatan. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis untuk melihat hubungan antara kompetensi digital, keterikatan kerja, dan produktivitas kerja.
Hasil analisis menunjukkan bahwa karyawan dengan kompetensi digital yang baik cenderung memiliki tingkat keterikatan kerja yang lebih tinggi. Keterikatan ini kemudian berperan penting dalam meningkatkan produktivitas kerja secara keseluruhan.
Temuan Utama Penelitian
Beberapa temuan kunci dari penelitian ini meliputi:
- Kompetensi digital berpengaruh signifikan terhadap keterikatan kerja
- Kompetensi digital berpengaruh langsung terhadap produktivitas kerja
- Keterikatan kerja berpengaruh positif terhadap produktivitas
- Keterikatan kerja berperan sebagai mediator parsial antara kompetensi digital dan produktivitas
Secara keseluruhan, kompetensi digital dan keterikatan kerja menjelaskan sekitar 52 persen variasi produktivitas kerja generasi Z di Kota Tangerang Selatan.
Menurut Eko Sudarso dari Universitas Pamulang, produktivitas meningkat ketika karyawan tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga merasa terlibat, bersemangat, dan memiliki keterikatan emosional dengan pekerjaannya.
Dampak bagi Dunia Usaha dan Kebijakan SDM
Hasil penelitian ini memberikan implikasi langsung bagi dunia usaha dan pengelola sumber daya manusia. Perusahaan disarankan tidak hanya berfokus pada pelatihan teknis digital, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang mendukung keterikatan karyawan, seperti kepemimpinan yang suportif, desain pekerjaan yang bermakna, serta sistem umpan balik yang jelas.
Bagi pembuat kebijakan dan institusi pendidikan, temuan ini menegaskan pentingnya integrasi penguatan kompetensi digital dengan kesiapan kerja dan pengembangan soft skills untuk menghadapi ekonomi digital.
Profil Singkat Penulis
- Eko Sudarso, M.M. - Universitas Pamulang
- Ima Amaliah, Ph.D. - Universitas Islam Bandung
Sumber Penelitian
Sudarso, E., & Amaliah, I. (2026).
Pengaruh Keterikatan Kerja dan Kompetensi Digital terhadap Produktivitas Kerja Generasi Z di Kota Tangerang Selatan.
International Journal of Business and Applied Economics (IJBAE), Vol. 5 No. 1, hlm. 187–204.
DOI: https://doi.org/10.55927/ijbae.v5i1.560
URL resmi: https://nblformosapublisher.org/index.php/ijbae

0 Komentar